alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Cegah PMK, Pemkab Grobogan Gencar Semprotkan Ecoenzym ke Kandang dan Hewan Ternak

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan gencar menyemprot ecoenzym ke kandang dan hewan ternak. Dengan menggandeng sejumlah pihak. Mulai dari PMI, kepolisian, hingga TNI. Guna pencegahan penyakit mulut dan kaki (PMK).

Pada Jumat (1/7) lalu, sejumlah pihak itu membagikan ecoenzym kepada peternak di Desa Jambangan -desa yang dihebohkan dengan kematian masal sapi. Kasi Pelayanan Masyarakat PMI Grobogan Gesit Kristyawan menyebut, ecoenzym merupakan larutan sejuta manfaat. Bisa disebut sebagai obat herbal. Sebab, terbuat dari hasil fermentasi tetes tebu atau molase, limbah buah, dan sayuran yang rendam air selama 90 hari.

Menurutnya, ecoenzym bisa digunakan untuk desinfektan kandang, menyembuhkan luka, dan menghilangkan bau kandang. ”Ecoenzyme dikembangkan Dr Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian sejak 1980-an. Kemudian diperkenalkan lebih luas oleh Dr Joean Oon, seorang peneliti naturopathy dari Penang, Malaysia,” jelasnya.

Baca Juga :  Jalan Kedungjati-Salatiga Ditutup untuk Mobil, Motor Lewat Jalan Setapak

Penyemprotan ecoenzym secara masal dilakukan di Desa Jambangan, Geyer. Hal tersebut sebagai respon atas kematian masal hewan ternak. Hingga 37 sapi di desa itu.

Warga yang memiliki ternak di Desa Jambangan diminta membawa spriyer. Berkumpul di balai desa. Ecoenzym yang telah dibawa kemudian dicampur air, sebelum dituangkan pada alat semprot itu.

Kemudian warga menyemprotkan pada kandang masing-masing. Juga diberi tambahan air, agar dioleskan pada luka di tubuh hewan ternak.

Dengan perkembangan penyebaran PMK ini, pihaknya tergerak untuk mengedukasi peternak, agar bisa membuat ecoenzym sendiri. Sebab, ramuan itu sudah terbukti mampu mengurangi dampak PMK.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyebut, penyemprotan ecoenzym sebagai pencegahan dan pengobatan secara herbal. Sementara tindakan lain seperti vaksinasi juga sedang digencarkan.

Vaksinasi tahap pertama ada 5.000 suntikan telah rampung. Tinggal menunggu tambahan pemberian vaksin lagi dari pemerintah pusat. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan gencar menyemprot ecoenzym ke kandang dan hewan ternak. Dengan menggandeng sejumlah pihak. Mulai dari PMI, kepolisian, hingga TNI. Guna pencegahan penyakit mulut dan kaki (PMK).

Pada Jumat (1/7) lalu, sejumlah pihak itu membagikan ecoenzym kepada peternak di Desa Jambangan -desa yang dihebohkan dengan kematian masal sapi. Kasi Pelayanan Masyarakat PMI Grobogan Gesit Kristyawan menyebut, ecoenzym merupakan larutan sejuta manfaat. Bisa disebut sebagai obat herbal. Sebab, terbuat dari hasil fermentasi tetes tebu atau molase, limbah buah, dan sayuran yang rendam air selama 90 hari.

Menurutnya, ecoenzym bisa digunakan untuk desinfektan kandang, menyembuhkan luka, dan menghilangkan bau kandang. ”Ecoenzyme dikembangkan Dr Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian sejak 1980-an. Kemudian diperkenalkan lebih luas oleh Dr Joean Oon, seorang peneliti naturopathy dari Penang, Malaysia,” jelasnya.

Baca Juga :  BIN Jateng Gencar Vaksinasi di Grobogan Sekaligus Bagikan Sembako

Penyemprotan ecoenzym secara masal dilakukan di Desa Jambangan, Geyer. Hal tersebut sebagai respon atas kematian masal hewan ternak. Hingga 37 sapi di desa itu.

Warga yang memiliki ternak di Desa Jambangan diminta membawa spriyer. Berkumpul di balai desa. Ecoenzym yang telah dibawa kemudian dicampur air, sebelum dituangkan pada alat semprot itu.

Kemudian warga menyemprotkan pada kandang masing-masing. Juga diberi tambahan air, agar dioleskan pada luka di tubuh hewan ternak.

Dengan perkembangan penyebaran PMK ini, pihaknya tergerak untuk mengedukasi peternak, agar bisa membuat ecoenzym sendiri. Sebab, ramuan itu sudah terbukti mampu mengurangi dampak PMK.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto menyebut, penyemprotan ecoenzym sebagai pencegahan dan pengobatan secara herbal. Sementara tindakan lain seperti vaksinasi juga sedang digencarkan.

Vaksinasi tahap pertama ada 5.000 suntikan telah rampung. Tinggal menunggu tambahan pemberian vaksin lagi dari pemerintah pusat. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/