alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Kejari Grobogan Tetapkan Perades Jatipecaron Tersangka Dugaan Korupsi

GROBOGAN – Tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Grobogan menetapkan SES perangkat Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug sebagai tersangka kasus korupsi. Tersangka diduga telah korupsi dalam pengelolaan keuangan desa pada 2019-2020 dengan mengambil alih tugas dan fungsi seluruh perangkat desa.

Kasi Intel Kejari Grobogan Frengki Wibowo mengatakan, penetapan tersangka ini karena SES diduga telah mengambil alih tugas dan fungsi seluruh perangkat Desa Jatipecaron. Jadi telah merusak system tatanan pemerintahan di desa, terutama dalam pengelolaan keuangan pemerintahan desa yang bersumber dari dana desa, dana bagi hasil pajak, dan retribusi daerah, ADD, PAD, termasuk BanKeu. APBD Provinsi baik pada 2019 maupun 2020.

“Dugaan yang dilakukan tersangka berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara/daerah yang hingga saat ini masih dalam proses penghitungan jumlah pastinya dalam proses penyidikan,” kata Frengki Wibowo.


Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Iqbal mengtaaku telah menerbitkan dan membagikan buku pintar kepala desa kepada kades di wilayah Kabupaten Grobogan secara gratis dengan maksud untuk dapat dipedomani dan dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik.

“Untuk tersangka sementara belum kami tahan karena masih kooperatif. Untuk kerugian negara masih dilakukan perhitungan oleh tim Jaksa,” ujarnya.

Kejari Grobogan sebelumnya memanggil 12 saksi dalam kasus dugaan korupsi dana APBDes Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug. Dari semua saksi yang diperiksa terdiri dari perangkat desa, Diruktur BUMDes, PKK dan Linmas.

Baca Juga :  Peminat Ubah Kolom Penghayat Kepercayaan di Grobogan Masih Sepi

“Dikatakan, tiga saksi yang diperiksa di antaranya MA selaku Panitia Pengelola Keuangan Desa, SZ selaku Pembina PKK dan SY selaku Linmas. Tiga saksi yang diperiksa untuk konfontir keterangan saksi sebelumnya yang telah diperiksa.

“Mereka kami periksa sesuai dengan tupoksinya. Untuk saat ini statusnya masih saksi semua. Belum ada penetapan tersangka,” ujarnya.

Dugaan korupsi tersebut tentang pengelolaan keuangan pemerintah desa tahun anggaran 2019-2020.  Pemeriksaan saksi ini merupakan lanjutan dari kasus dugaan korupsi Desa JaitPecaron, Kecamatan Gubug sudah memeriksa tujuh saksi. Pemeriksaan saksi dari penyidik berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Nomor: PRINT-01/M.3.41/Fd.1/01/2022 tanggal 10 Januari 2022.

Dijelaskan, saksi yang telah diperiksa di antaranya Sekdes Jatipecaron Deni Setiawan diperiksa Senin (17/1), bendahara desa pada 2019 Nur Chodiroh dan bendahara desa pada 2020 Mulyadi diperiksa pada Selasa (18/1). Kemudian Direktur BUMDES Desa Khasan Bukhori, Kasi Kesejahteraan (Ketua TPK tahun 2019) Mustofa Saddad, Ketua TPK Desa Jatipecaron pada 2020 Sutikno, dan Ketua FKD Chumaidah. Ketiganya diperiksa pada Rabu (19/1) lalu. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Grobogan menetapkan SES perangkat Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug sebagai tersangka kasus korupsi. Tersangka diduga telah korupsi dalam pengelolaan keuangan desa pada 2019-2020 dengan mengambil alih tugas dan fungsi seluruh perangkat desa.

Kasi Intel Kejari Grobogan Frengki Wibowo mengatakan, penetapan tersangka ini karena SES diduga telah mengambil alih tugas dan fungsi seluruh perangkat Desa Jatipecaron. Jadi telah merusak system tatanan pemerintahan di desa, terutama dalam pengelolaan keuangan pemerintahan desa yang bersumber dari dana desa, dana bagi hasil pajak, dan retribusi daerah, ADD, PAD, termasuk BanKeu. APBD Provinsi baik pada 2019 maupun 2020.

“Dugaan yang dilakukan tersangka berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara/daerah yang hingga saat ini masih dalam proses penghitungan jumlah pastinya dalam proses penyidikan,” kata Frengki Wibowo.

Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Iqbal mengtaaku telah menerbitkan dan membagikan buku pintar kepala desa kepada kades di wilayah Kabupaten Grobogan secara gratis dengan maksud untuk dapat dipedomani dan dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik.

“Untuk tersangka sementara belum kami tahan karena masih kooperatif. Untuk kerugian negara masih dilakukan perhitungan oleh tim Jaksa,” ujarnya.

Kejari Grobogan sebelumnya memanggil 12 saksi dalam kasus dugaan korupsi dana APBDes Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug. Dari semua saksi yang diperiksa terdiri dari perangkat desa, Diruktur BUMDes, PKK dan Linmas.

Baca Juga :  Selama 2021, Tujuh Anggota Polres Grobogan Langgar Disiplin  

“Dikatakan, tiga saksi yang diperiksa di antaranya MA selaku Panitia Pengelola Keuangan Desa, SZ selaku Pembina PKK dan SY selaku Linmas. Tiga saksi yang diperiksa untuk konfontir keterangan saksi sebelumnya yang telah diperiksa.

“Mereka kami periksa sesuai dengan tupoksinya. Untuk saat ini statusnya masih saksi semua. Belum ada penetapan tersangka,” ujarnya.

Dugaan korupsi tersebut tentang pengelolaan keuangan pemerintah desa tahun anggaran 2019-2020.  Pemeriksaan saksi ini merupakan lanjutan dari kasus dugaan korupsi Desa JaitPecaron, Kecamatan Gubug sudah memeriksa tujuh saksi. Pemeriksaan saksi dari penyidik berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Nomor: PRINT-01/M.3.41/Fd.1/01/2022 tanggal 10 Januari 2022.

Dijelaskan, saksi yang telah diperiksa di antaranya Sekdes Jatipecaron Deni Setiawan diperiksa Senin (17/1), bendahara desa pada 2019 Nur Chodiroh dan bendahara desa pada 2020 Mulyadi diperiksa pada Selasa (18/1). Kemudian Direktur BUMDES Desa Khasan Bukhori, Kasi Kesejahteraan (Ketua TPK tahun 2019) Mustofa Saddad, Ketua TPK Desa Jatipecaron pada 2020 Sutikno, dan Ketua FKD Chumaidah. Ketiganya diperiksa pada Rabu (19/1) lalu. (mun/mal)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/