alexametrics
28.4 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Bupati Grobogan Lantik Camat Toroh Baru usai Kosong Dua Tahun

GROBOGAN – Jabatan Camat Toroh definitif akhirnya terisi setelah kosong nyaris dua tahun. Bupati Sri Sumarni berpesan agar Camat Toroh rajin ke lapangan, jika perlu 24 jam. Daun jatuh, camat harus tahu, begitu Sri Sumarni mengibatkankan tanggung jawab camat.

Sejak kosong selama ini diisi Plt Camat sampai tiga orang secara bergantian. Tiga camat yang pernah menjadi Plt Camat Toroh yakni Kasan Anwar Camat Penawangan, Utoyo Camat Geyer, dan terakhir Tondi Camat Purwodadi.

“Pak Camat baru ini punya pengalaman sebagai Sekretaris Kecamatan Purwodadi. Jadi tidak butuh waktu untuk beradaptasi dengan tugas baru sebagai camat. Tinggal bekerja, koordinasi dengan Forkopimca, kades beserta lembaga desa, tokoh agama, dan masyarakat,” kata Bupati Sri Sumarni.


Dijelaskan, Kecamatan Toroh dengan 16 Desa diharapkan berperan dalam mengembangkan daerah. Di antaranya Desa Depok, dengan potensi Stasiun Ngrombo, bengkel PT KAI terbesar di Jawa, dan berada pada jalan provinsi Purwodadi Solo sebagai Kawasan Cepat Tumbuh (KCT) dalam penataan Tata Ruang Kabupaten.

Baca Juga :  DPRD Grobogan Bentuk Pansus IV Bahas Raperda Perizinan Tertentu

“Camat Toroh selain tugas rutinnya sebagai Pembina Desa, juga memiliki tugas memajukan Kecamatan Toroh sebagai pusat pertumbuhan baru di Grobogan,” ujarnya.

“Sering-sering ke lapangan, jika perlu 24 jam. Ibaratnya, kalau ada daun jatuh Pak Camat harus tahu. Apakah para Kepala Desa beserta jajaranya telah melaksanakan tugas dengan baik, termasuk tertib administrasi dalam mempertanggungjawabkan keuangan desa, itu juga bagian dari tanggung jawab Camat,” pesanya.

Selain itu, juga bisa mengatasi permasalahan-permasalahan sosial, Seperti kondisi kesehatan ibu hamil, anak balita, stunting, anak tidak sekolah, pernikahan dini, hingga kemiskinan di desa. “Bu Camat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK harus paham permasalahan serta memberikan solusi,” tandasnya. (mun/mal)

 






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Jabatan Camat Toroh definitif akhirnya terisi setelah kosong nyaris dua tahun. Bupati Sri Sumarni berpesan agar Camat Toroh rajin ke lapangan, jika perlu 24 jam. Daun jatuh, camat harus tahu, begitu Sri Sumarni mengibatkankan tanggung jawab camat.

Sejak kosong selama ini diisi Plt Camat sampai tiga orang secara bergantian. Tiga camat yang pernah menjadi Plt Camat Toroh yakni Kasan Anwar Camat Penawangan, Utoyo Camat Geyer, dan terakhir Tondi Camat Purwodadi.

“Pak Camat baru ini punya pengalaman sebagai Sekretaris Kecamatan Purwodadi. Jadi tidak butuh waktu untuk beradaptasi dengan tugas baru sebagai camat. Tinggal bekerja, koordinasi dengan Forkopimca, kades beserta lembaga desa, tokoh agama, dan masyarakat,” kata Bupati Sri Sumarni.

Dijelaskan, Kecamatan Toroh dengan 16 Desa diharapkan berperan dalam mengembangkan daerah. Di antaranya Desa Depok, dengan potensi Stasiun Ngrombo, bengkel PT KAI terbesar di Jawa, dan berada pada jalan provinsi Purwodadi Solo sebagai Kawasan Cepat Tumbuh (KCT) dalam penataan Tata Ruang Kabupaten.

Baca Juga :  Alasan Pemilik Perusahaan Otobus Sewa 5 Pengacara Gugat BKK Purwodadi

“Camat Toroh selain tugas rutinnya sebagai Pembina Desa, juga memiliki tugas memajukan Kecamatan Toroh sebagai pusat pertumbuhan baru di Grobogan,” ujarnya.

“Sering-sering ke lapangan, jika perlu 24 jam. Ibaratnya, kalau ada daun jatuh Pak Camat harus tahu. Apakah para Kepala Desa beserta jajaranya telah melaksanakan tugas dengan baik, termasuk tertib administrasi dalam mempertanggungjawabkan keuangan desa, itu juga bagian dari tanggung jawab Camat,” pesanya.

Selain itu, juga bisa mengatasi permasalahan-permasalahan sosial, Seperti kondisi kesehatan ibu hamil, anak balita, stunting, anak tidak sekolah, pernikahan dini, hingga kemiskinan di desa. “Bu Camat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK harus paham permasalahan serta memberikan solusi,” tandasnya. (mun/mal)

 






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/