alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Masuk PPKM Level 1, Ini Kelonggaran Aktivitas di Grobogan

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan termasuk dalam daerah yang bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di Jawa Tengah. Aktivitas masyarakat pun diberikan kelonggaran-kelonggaran yang sebelumnya dibatasi.

Dalam Instruksi Bupati (Inbup) Grobogan bernomor 15 tahun 2021 itu disebutkan, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial sudah dibolehkan hingga 75 persen WFO (work from office). Meski, disyaratkan harus sudah menjalani vaksinasi kedua dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam setiap aktivitas keluar masuk kantor.

Selain itu, untuk toko swalayan serta pasar rakyat juga bisa beroperasi dengan kapasitas maksimum, alias 100 persen. Sedangkan, untuk rumah makan atau restoran masih dibatasi maksimum 75 persen dari kapasitas.


Perbedaan lain dibanding aturan sebelumnya yakni dibolehkannya anak di bawah 12 tahun untuk masuk ke pusat perbelanjaan atau mall. Namun, tetap dengan syarat didampingi orangtua masing-masing.

Baca Juga :  Naik Transjateng Bayar dengan Uang Pas, Bisa Pantau Pakai Aplikasi

Adapun untuk tempat ibadah dan layanan publik juga dibuka dengan kapasitas maksimum 75 persen. Anak usia di bawah 12 tahun juga sudah diperbolehkan untuk beraktivitas di sana. Aturan kelonggaran lainnya, kegiatan seni budaya juga dibolehkan dengan kapasitas 75 persen.  Tentu, semua aktivitas tersebut tetap harus menaati prokes dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Meski sudah banyak kelonggaran, namun Inbup yang ditandatangani per 30 November tersebut masih melarang aktivitas hiburan karaoke dan sejenisnya.

Rika Rahma, warga Kecamatan Toroh, Grobogan menyambut baik kelonggaran-kelonggaran tersebut. Dia pun berharap agar lebih banyak lagi kelonggaran sehingga masyarakat lebih bisa bebas beraktivitas.

”Alhamdulillah, sudah banyak yang dilonggarkan. Kalau lebih longgar begini kan masyarakat tidak stres, jadi imun juga lebih baik,” kata dia. (ful)

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan termasuk dalam daerah yang bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di Jawa Tengah. Aktivitas masyarakat pun diberikan kelonggaran-kelonggaran yang sebelumnya dibatasi.

Dalam Instruksi Bupati (Inbup) Grobogan bernomor 15 tahun 2021 itu disebutkan, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial sudah dibolehkan hingga 75 persen WFO (work from office). Meski, disyaratkan harus sudah menjalani vaksinasi kedua dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam setiap aktivitas keluar masuk kantor.

Selain itu, untuk toko swalayan serta pasar rakyat juga bisa beroperasi dengan kapasitas maksimum, alias 100 persen. Sedangkan, untuk rumah makan atau restoran masih dibatasi maksimum 75 persen dari kapasitas.

Perbedaan lain dibanding aturan sebelumnya yakni dibolehkannya anak di bawah 12 tahun untuk masuk ke pusat perbelanjaan atau mall. Namun, tetap dengan syarat didampingi orangtua masing-masing.

Baca Juga :  Sempat Diwacanakan Absen Kompetisi, Persipur Resmi Di-launching

Adapun untuk tempat ibadah dan layanan publik juga dibuka dengan kapasitas maksimum 75 persen. Anak usia di bawah 12 tahun juga sudah diperbolehkan untuk beraktivitas di sana. Aturan kelonggaran lainnya, kegiatan seni budaya juga dibolehkan dengan kapasitas 75 persen.  Tentu, semua aktivitas tersebut tetap harus menaati prokes dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Meski sudah banyak kelonggaran, namun Inbup yang ditandatangani per 30 November tersebut masih melarang aktivitas hiburan karaoke dan sejenisnya.

Rika Rahma, warga Kecamatan Toroh, Grobogan menyambut baik kelonggaran-kelonggaran tersebut. Dia pun berharap agar lebih banyak lagi kelonggaran sehingga masyarakat lebih bisa bebas beraktivitas.

”Alhamdulillah, sudah banyak yang dilonggarkan. Kalau lebih longgar begini kan masyarakat tidak stres, jadi imun juga lebih baik,” kata dia. (ful)

Most Read

Artikel Terbaru

/