alexametrics
29.8 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Vaksinasi ODGJ di Grobogan Masih Rendah, Dinkes bakal Lakukan Ini

GROBOGAN – Tidak mudah memberikan vaksinasi covid-19 pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Capaian vaksinasi ODGJ pun masih rendah yakni sebanyak 12,3 persen. Membuat petugas kesehatan di 30 puskesmas harus turun langsung melakukan jemput bola.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo mengatakan, sebanyak 1.970 dosis vaksin jenis Sinoparm disiapkan dengan takaran satu ampul hanya untuk satu orang. namun hingga kini baru terpakai 242 dosis.

”Baru beberapa puskesmas yang melakukan jemput bola antaranya di Puskesmas Tawangharjo, Pulokulon 2, Purwodadi 1, Karangrayung 1, Gabus 1, Wirosari 1 dan 2, Gubug 2 dan Tegowanu,” jelasnya.


Kendala di lapangan dialami salah satu puskesmas yakni Puskesmas 1 Purwodadi. Membuat petugas harus bekerja ekstra. Tak jarang petugas terkena prank lantaran ODGJ pura-pura sakit dan tidur. Mereka juga harus berkejaran karena ODGJ melarikan diri, pura-pura sakit dan tidur.

”Petugas terkadang terpaksa merayu dan membohongi. Jika tidak seperti itu mereka tidak mau divaksin, kadang ada yang menangis,” ucap Kepala Puskesmas Purwodadi 1, dr Endang Yuli Ratnawati.

Baca Juga :  Setahun Beroperasi, Pangkalan Truk Milik Dishub Belum Capai Target

Bahkan, saat jemput bola di Kelurahan Danyang Kecamatan Purwodadi. Terlihat petugas vaksin yang memakai jilbab merah disukai pasien ODGJ. Petugas tersebut tidak diperbolehkan pulang hingga membuat ODGJ menunjuk petugas dan berteriak.

”Kebetulan pasien ODGJ itu korban patah hati, membuatnya bersikap demikian. Jadi memang berbagai kendala dialami petugas di lapangan, dengan berbagai keunikannya. Meski begitu, saat ini kami (Red, Puskesmas Purwodadi I) sudah berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 43 ODGJ dan 22 disabilitas,” imbuhnya.

Pihaknya berharap adanya vaksinasi ini bisa membentuk kekebalan tubuh ODGJ semakin meningkat. Sekaligus mempercepat capaian vaksinasi di Kabupaten Grobogan yang baru mencapai 28,94 persen dosis pertama. (him)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Tidak mudah memberikan vaksinasi covid-19 pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Capaian vaksinasi ODGJ pun masih rendah yakni sebanyak 12,3 persen. Membuat petugas kesehatan di 30 puskesmas harus turun langsung melakukan jemput bola.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo mengatakan, sebanyak 1.970 dosis vaksin jenis Sinoparm disiapkan dengan takaran satu ampul hanya untuk satu orang. namun hingga kini baru terpakai 242 dosis.

”Baru beberapa puskesmas yang melakukan jemput bola antaranya di Puskesmas Tawangharjo, Pulokulon 2, Purwodadi 1, Karangrayung 1, Gabus 1, Wirosari 1 dan 2, Gubug 2 dan Tegowanu,” jelasnya.

Kendala di lapangan dialami salah satu puskesmas yakni Puskesmas 1 Purwodadi. Membuat petugas harus bekerja ekstra. Tak jarang petugas terkena prank lantaran ODGJ pura-pura sakit dan tidur. Mereka juga harus berkejaran karena ODGJ melarikan diri, pura-pura sakit dan tidur.

”Petugas terkadang terpaksa merayu dan membohongi. Jika tidak seperti itu mereka tidak mau divaksin, kadang ada yang menangis,” ucap Kepala Puskesmas Purwodadi 1, dr Endang Yuli Ratnawati.

Baca Juga :  Kecelakaan Karambol di Grobogan, Dua Orang Alami Luka-Luka

Bahkan, saat jemput bola di Kelurahan Danyang Kecamatan Purwodadi. Terlihat petugas vaksin yang memakai jilbab merah disukai pasien ODGJ. Petugas tersebut tidak diperbolehkan pulang hingga membuat ODGJ menunjuk petugas dan berteriak.

”Kebetulan pasien ODGJ itu korban patah hati, membuatnya bersikap demikian. Jadi memang berbagai kendala dialami petugas di lapangan, dengan berbagai keunikannya. Meski begitu, saat ini kami (Red, Puskesmas Purwodadi I) sudah berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 43 ODGJ dan 22 disabilitas,” imbuhnya.

Pihaknya berharap adanya vaksinasi ini bisa membentuk kekebalan tubuh ODGJ semakin meningkat. Sekaligus mempercepat capaian vaksinasi di Kabupaten Grobogan yang baru mencapai 28,94 persen dosis pertama. (him)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/