alexametrics
25.7 C
Kudus
Sunday, October 2, 2022

Raibnya Uang Rp 60,5 Juta Milik Nasabah BRI di Grobogan Hingga Kini Belum Ada Tindak Lanjut

GROBOGAN – Raib sejak Maret lalu, uang nasabah salah satu bank BUMN hingga kini belum kembali. Total uang yang hilang itu berjumlah Rp 60,5 juta. Padahal korban atas nama Sofyan, 32, warga Desa Sambongbangi, Kradenan, Grobogan, telah melapor kepada pihak bank dan juga kepolisian.

Sofyan menyebut bila dihitung maka sudah empat bulan sejak peristiwa tersebut uangnya belum kembali. Sebab tak ada tindak lanjut serius hingga kini.

Sofyan mengaku memiliki rekening di kantor cabang Kuwu, Kradenan. Ia kehilangan saldo pada (24/3). Sofyan menjelaskan kejadian bermula saat (23/3). Kala itu ada pesan singkat ketika dirinya berupaya masuk ke akun lazada miliknya.


Meski ada pesan singkat itu, ia tak menghiraukan. Kemudian sehari setelahnya atau (24/3) ia mendapatkan pesan singkat berisi kode OTP.  Namun ia mengaku tidak membagikan kode OTP tersebut ke siapa pun.

“Saya kaget saat tanggal 25 Maret pukul 14.41 WIB ada pemberitahuan melalui pesan singkat SMS. Ada dana keluar sebesar Rp 50,5 juta menggunakan BRIVA,” terangnya.

Baca Juga :  Dishub Grobogan: Masih Banyak Sopir Truk yang Enggan Parkir di Pangkalan

Tak berhenti di situ, dua menit kemudian ada pemberitahuan lagi. Ada uang keluar sebesar Rp 10,050 juta. Sehingga saldo yang raib menjadi Rp 60,5 juta.

Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke customer service bank itu dan kepolisian setempat. Sejak sehari setelah kejadian. Namun hingga kini tabungan miliknya belum bisa kembali.

“Saat ini ATM sudah diblokir,” katanya.

Sofyan mengaku syok saat melihat tabungan habis. Ia berencana menggunakan uang tabungannya tersebut untuk usaha usai Lebaran.

”Rencana mau buat beli sapi atau kambing dan usaha lainnya setelah lebaran. Tapi malah dapat musibah seperti ini, ” katanya.

Sofyan sendiri merupakan disabilitas. Ia korban sengatan aliran listrik tegangan tinggi yang akhirnya membuat kedua tangannya harus diamputasi. Dia berharap pihak kepolisisan dan bank menindaklanjuti raibnya uang miliknya itu.

Saat wartawan ini mencoba meminta penjelasan kasus itu, bank bersangkutan belum memberikan penjelasan. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Raib sejak Maret lalu, uang nasabah salah satu bank BUMN hingga kini belum kembali. Total uang yang hilang itu berjumlah Rp 60,5 juta. Padahal korban atas nama Sofyan, 32, warga Desa Sambongbangi, Kradenan, Grobogan, telah melapor kepada pihak bank dan juga kepolisian.

Sofyan menyebut bila dihitung maka sudah empat bulan sejak peristiwa tersebut uangnya belum kembali. Sebab tak ada tindak lanjut serius hingga kini.

Sofyan mengaku memiliki rekening di kantor cabang Kuwu, Kradenan. Ia kehilangan saldo pada (24/3). Sofyan menjelaskan kejadian bermula saat (23/3). Kala itu ada pesan singkat ketika dirinya berupaya masuk ke akun lazada miliknya.

Meski ada pesan singkat itu, ia tak menghiraukan. Kemudian sehari setelahnya atau (24/3) ia mendapatkan pesan singkat berisi kode OTP.  Namun ia mengaku tidak membagikan kode OTP tersebut ke siapa pun.

“Saya kaget saat tanggal 25 Maret pukul 14.41 WIB ada pemberitahuan melalui pesan singkat SMS. Ada dana keluar sebesar Rp 50,5 juta menggunakan BRIVA,” terangnya.

Baca Juga :  Dishub Grobogan: Masih Banyak Sopir Truk yang Enggan Parkir di Pangkalan

Tak berhenti di situ, dua menit kemudian ada pemberitahuan lagi. Ada uang keluar sebesar Rp 10,050 juta. Sehingga saldo yang raib menjadi Rp 60,5 juta.

Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke customer service bank itu dan kepolisian setempat. Sejak sehari setelah kejadian. Namun hingga kini tabungan miliknya belum bisa kembali.

“Saat ini ATM sudah diblokir,” katanya.

Sofyan mengaku syok saat melihat tabungan habis. Ia berencana menggunakan uang tabungannya tersebut untuk usaha usai Lebaran.

”Rencana mau buat beli sapi atau kambing dan usaha lainnya setelah lebaran. Tapi malah dapat musibah seperti ini, ” katanya.

Sofyan sendiri merupakan disabilitas. Ia korban sengatan aliran listrik tegangan tinggi yang akhirnya membuat kedua tangannya harus diamputasi. Dia berharap pihak kepolisisan dan bank menindaklanjuti raibnya uang miliknya itu.

Saat wartawan ini mencoba meminta penjelasan kasus itu, bank bersangkutan belum memberikan penjelasan. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru