alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

5 Desa Wisata di Grobogan Terima Bankeu Pemprov untuk Pengembangan Wisata

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan memiliki 30 desa wisata yang sudah memiliki surat keputusan (SK) bupati. Baru-baru ini Disporabudpar melakukan penilaian untuk mengetahui kelas dan klasifikasinya. Hasilnya ditetapkan lima desa yang mendapatkan Bankeu dari Pemprov Jateng dengan nominal yang berbeda.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Suliwati mengungkapkan dari 30 desa wisata masih tersisa tiga desa yang belum dilakukan penilaian antaranya Desa Kuwu, Kradenan; Desa Plosorejo, Tawangharjo; dan Desa Sedayu, Grobogan.

”Penilain ini untuk mengajukan bantuan keuangan dari provinsi. Kami menentukan tiga skor untuk desa wisata rintisan, berkembang, dan maju,” imbuhnya.


Dari hasil penilaian di 27 desa wisata, hasilnya lima desa wisata mendapatkan bantuan yakni di Desa Wisata Temurejo, Karangrayung dengan kategori berkembang. Desa tersebut mendapatkan bantuan Rp 500 juta.

Kemudian Desa Wisata Penadaran, Gubug dengan kategori rintisan, mendapatkan bantuan Rp 100 juta. Desa Wisata Selo, Tawangharjo, kategori rintisan mendapatkan Rp 100 juta. Selanjutnya, Desa Wisata Mlowokarangtalun, Pulokulon, juga mendapatkan Rp 100 juta. Serta Desa Wisata Cingkrong, Purwodadi, dengan kategori rintisan mendapatkan Rp 100 juta.

Baca Juga :  Capaian Perda 2021, Wakil Ketua DPRD Grobogan: 11 Diketok, Empat Proses

”Bisa cair tahun ini yang akan digunakan untuk pengembangan desa wisata di Kabupaten Grobogan,” imbuhnya.

Menurutnya, penyebaran desa wisata akhir-akhir ini memang menggeliat. Namun, masih jauh dari jumlah yang diinginkan. Lantaran dari 19 kecamatan di kabupaten ini. Baru delapan kecamatan yang ada tempat wisatanya.

Dari 30 desa wisata yang dimiliki Kabupaten Grobogan, rata-rata juga merupakan wisata buatan yang ada view dan fasilitas menarik. ”Kami terus berupaya maksimalkan yang baru-baru ini berdiri agar kuat bertahan lama,” paparnya. (int/zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan memiliki 30 desa wisata yang sudah memiliki surat keputusan (SK) bupati. Baru-baru ini Disporabudpar melakukan penilaian untuk mengetahui kelas dan klasifikasinya. Hasilnya ditetapkan lima desa yang mendapatkan Bankeu dari Pemprov Jateng dengan nominal yang berbeda.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Suliwati mengungkapkan dari 30 desa wisata masih tersisa tiga desa yang belum dilakukan penilaian antaranya Desa Kuwu, Kradenan; Desa Plosorejo, Tawangharjo; dan Desa Sedayu, Grobogan.

”Penilain ini untuk mengajukan bantuan keuangan dari provinsi. Kami menentukan tiga skor untuk desa wisata rintisan, berkembang, dan maju,” imbuhnya.

Dari hasil penilaian di 27 desa wisata, hasilnya lima desa wisata mendapatkan bantuan yakni di Desa Wisata Temurejo, Karangrayung dengan kategori berkembang. Desa tersebut mendapatkan bantuan Rp 500 juta.

Kemudian Desa Wisata Penadaran, Gubug dengan kategori rintisan, mendapatkan bantuan Rp 100 juta. Desa Wisata Selo, Tawangharjo, kategori rintisan mendapatkan Rp 100 juta. Selanjutnya, Desa Wisata Mlowokarangtalun, Pulokulon, juga mendapatkan Rp 100 juta. Serta Desa Wisata Cingkrong, Purwodadi, dengan kategori rintisan mendapatkan Rp 100 juta.

Baca Juga :  Dua Ranperda Disetujui DPRD Grobogan untuk Diparipurnakan Jadi Perda

”Bisa cair tahun ini yang akan digunakan untuk pengembangan desa wisata di Kabupaten Grobogan,” imbuhnya.

Menurutnya, penyebaran desa wisata akhir-akhir ini memang menggeliat. Namun, masih jauh dari jumlah yang diinginkan. Lantaran dari 19 kecamatan di kabupaten ini. Baru delapan kecamatan yang ada tempat wisatanya.

Dari 30 desa wisata yang dimiliki Kabupaten Grobogan, rata-rata juga merupakan wisata buatan yang ada view dan fasilitas menarik. ”Kami terus berupaya maksimalkan yang baru-baru ini berdiri agar kuat bertahan lama,” paparnya. (int/zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/