alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Mesin Jet Aerator Terpasang, IPAL Kembali Optimal

GROBOGAN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan mulai memasang jet pump aerator di tiga kolam instalasi pengolahan air lindi (IPAL) TPA Desa Ngembak, Purwodadi. Sehingga pencemaran bisa diminimalisasikan.

Kasi Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman mengungkapkan pemasangan diawali dengan pengurasan di keenam kolam. Sedangkan tiga kolam fakultatif dipasangi saluran instalansi untuk menyalurkan jet pump aerator tersebut.

”Fungsi utama aerasi ini untuk melarutkan oksigen ke dalam air,” jelasnya.


Tujuannya untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. Serta membantu pengadukan air. Penambahan oksigen dalam IPAL ini juga meningkatkan proses pengolahan menjadi lebih cepat.

”Sekaligus meniadakan bau yang mungkin timbul akibat proses anaerob,” jelasnya.

Sehingga jet pump aerator ini bekerja dengan memompa udara yang dimasukkan ke kolam melalui instalasi IPAL yang sudah ada. ”Kami membuat tiga unit untuk tiga kolam fakultatif ini. Kolam fakultatif ini berfungsi mengurai bahan organik secara aerob dan anaerob,” paparnya.

Baca Juga :  BIN Jateng Gencar Vaksinasi di Grobogan Sekaligus Bagikan Sembako

Setelah dilakukan pemasangan, diharapkan lindi yang keluar dari kolam memiliki bentuk fisik yang jernih dan tidak kecokelatan kembali. Sehingga pencemaran pada sungai yang dekat persawahan warga itu tak mengganggu aktivitas petani, terlebih saat musim penghujan seperti saat ini.

”Saat ini memang baru tiga kolam yang bisa dikerjakan. Tiga kolam sisanya belum bisa dioptimalkan. Tetapi setidaknya sudah mampu mengurangi tingkat pencemaran dari lindi,” tegasnya. (int/zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan mulai memasang jet pump aerator di tiga kolam instalasi pengolahan air lindi (IPAL) TPA Desa Ngembak, Purwodadi. Sehingga pencemaran bisa diminimalisasikan.

Kasi Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman mengungkapkan pemasangan diawali dengan pengurasan di keenam kolam. Sedangkan tiga kolam fakultatif dipasangi saluran instalansi untuk menyalurkan jet pump aerator tersebut.

”Fungsi utama aerasi ini untuk melarutkan oksigen ke dalam air,” jelasnya.

Tujuannya untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. Serta membantu pengadukan air. Penambahan oksigen dalam IPAL ini juga meningkatkan proses pengolahan menjadi lebih cepat.

”Sekaligus meniadakan bau yang mungkin timbul akibat proses anaerob,” jelasnya.

Sehingga jet pump aerator ini bekerja dengan memompa udara yang dimasukkan ke kolam melalui instalasi IPAL yang sudah ada. ”Kami membuat tiga unit untuk tiga kolam fakultatif ini. Kolam fakultatif ini berfungsi mengurai bahan organik secara aerob dan anaerob,” paparnya.

Baca Juga :  Dinkes Grobogan Siapkan Transisi Pandemi ke Endemi

Setelah dilakukan pemasangan, diharapkan lindi yang keluar dari kolam memiliki bentuk fisik yang jernih dan tidak kecokelatan kembali. Sehingga pencemaran pada sungai yang dekat persawahan warga itu tak mengganggu aktivitas petani, terlebih saat musim penghujan seperti saat ini.

”Saat ini memang baru tiga kolam yang bisa dikerjakan. Tiga kolam sisanya belum bisa dioptimalkan. Tetapi setidaknya sudah mampu mengurangi tingkat pencemaran dari lindi,” tegasnya. (int/zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/