alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Yes, Wisata Grobogan Dibuka, Seniman Boleh Pentas

PURWODADI, – Pemkab Grobogan berencana menggelar simulasi pembukaan pariwisata secara terbatas usai Grobogan masuk PPKM Level 2. Meski hingga kemarin sore pukul 17.00 instruksi bupati belum muncul, namun pembukaan wisata secara terbatas akan dilakukan. Sebab, pemkab akan mengacu instruksi Kemendagri.

Sekda Grobogan Moh. Sumarsono menyebut, pihak Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Grobogan akan mengajukan izin kepada bupati terkait simulasi pembukaan tempat wisata. Hasil simulasi nantinya akan dikaji.

“Kami mengacu instruksi Mendagri. Simulasi pembukaan wisata nanti akan dilakukan dengan prokes ketat,” tuturnya.


Wacana dibukanya wisata itu mendapat sambutan baik. Apalagi, selama ini sudah ada sejumlah desa yang membuka wisata secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dilakukan demi menutupi biaya operasional yang harus terus dibayarkan.

Baca Juga :  Sukses Bisnis di Masa Pandemi, Bisa Buat Rumah Megah

“Kasihan sekali itu (pemilik wisata). Banyak yang rusak fasilitasnya dan tidak terawat,” terang Kasi Pariwisata pada Dinporabudpar Grobogan Purwanti Widyaningrum.

Tidak hanya wisata, sektor kesenian juga diwacanakan bakal diperbolehkan dengan prokes ketat. Hal itu diungkapkan Ketua Forkapi (Forum Komunikasi Pegian Seni) Grobogan Hardono. Setelah mengetahui rapat koordinasi perkembangan penanganan Covid-19 di Grobogan, pihaknya mengurungkan niatnya untuk menyurati bupati.

“Sesuai dengan aturan inmendagri, bahwa level 2 untuk pentas seni dibolehkan 50 persen. Diharapkan nanti dalam penanganan prokes di hajatan dan pentas seni ada kolaborasi antara satgas desa maupun kecamatan dengan pelaku seni,” harapnya.

PURWODADI, – Pemkab Grobogan berencana menggelar simulasi pembukaan pariwisata secara terbatas usai Grobogan masuk PPKM Level 2. Meski hingga kemarin sore pukul 17.00 instruksi bupati belum muncul, namun pembukaan wisata secara terbatas akan dilakukan. Sebab, pemkab akan mengacu instruksi Kemendagri.

Sekda Grobogan Moh. Sumarsono menyebut, pihak Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Grobogan akan mengajukan izin kepada bupati terkait simulasi pembukaan tempat wisata. Hasil simulasi nantinya akan dikaji.

“Kami mengacu instruksi Mendagri. Simulasi pembukaan wisata nanti akan dilakukan dengan prokes ketat,” tuturnya.

Wacana dibukanya wisata itu mendapat sambutan baik. Apalagi, selama ini sudah ada sejumlah desa yang membuka wisata secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dilakukan demi menutupi biaya operasional yang harus terus dibayarkan.

Baca Juga :  Catat! Warga Grobogan Belum Vaksin Dilarang Terima Bansos

“Kasihan sekali itu (pemilik wisata). Banyak yang rusak fasilitasnya dan tidak terawat,” terang Kasi Pariwisata pada Dinporabudpar Grobogan Purwanti Widyaningrum.

Tidak hanya wisata, sektor kesenian juga diwacanakan bakal diperbolehkan dengan prokes ketat. Hal itu diungkapkan Ketua Forkapi (Forum Komunikasi Pegian Seni) Grobogan Hardono. Setelah mengetahui rapat koordinasi perkembangan penanganan Covid-19 di Grobogan, pihaknya mengurungkan niatnya untuk menyurati bupati.

“Sesuai dengan aturan inmendagri, bahwa level 2 untuk pentas seni dibolehkan 50 persen. Diharapkan nanti dalam penanganan prokes di hajatan dan pentas seni ada kolaborasi antara satgas desa maupun kecamatan dengan pelaku seni,” harapnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/