alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Duh! Bumil Divaksin, Selang Dua Hari Janin Meninggal

TOROH, – Harapan Antik untuk meminang bayi pupus. Setelah janin berusia delapan bulan yang dikandungnya meninggal. Hilangnya nyawa janin itu berselang dua hari setelah Antik divaksin. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengklaim peristiwa itu karena kondisi kesehatan Antik yang tak baik.

Sriyatmi, kerabat Antik menyebut, ibu dari janin itu divaksin pada Rabu (25/8) lalu di Puskesmas Toroh 1. Selang dua hari Antik merasa ada yang aneh dengan perutnya. Perutnya terasa ringan, tak seperti biasanya.

”Periksa ke dokter baru hari Minggu (29/8). Akhirnya diketahui meninggal. Kata dokter sudah tiga hari meninggalnya,” tuturnya kemarin.


Setelah serangkaian proses, janin baru berhasil dikeluarkan pada Senin (30/8) malam menjelang dini hari. Janin dikuburkan kemarin (31/8) diiringi doa keluarga. Sriyatmi menyatakan, sang ibu tidak memiliki riwayat penyakit apa pun. ”Tidak punya penyakit apa-apa. Tapi memang makannya sedikit, jarang makan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sambut Harlah, Muslimat NU Tanam Pohon untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

Dia menerangkan, kondisi Antik hingga kemarin baik-baik saja. Pihak keluarga pun tidak mengkambinghitamkan vaksinasi sebagai penyebab kematian sang janin. ”Kami tidak menyalahkan vaksin. Bukan karena vaksin. Itu vaksin karena kemauan sendiri. Kondisi orang kan beda-beda,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo menyatakan, hingga kemarin belum ada laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Dia mengklaim kematian si janin memang karena kondisi sang ibu.

”Ya itu mungkin karena penyakitnya. Sepertinya sangat jauh efeknya sampai seperti itu. Dari pokja KIPI juga tidak ada laporan,” paparnya.

TOROH, – Harapan Antik untuk meminang bayi pupus. Setelah janin berusia delapan bulan yang dikandungnya meninggal. Hilangnya nyawa janin itu berselang dua hari setelah Antik divaksin. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengklaim peristiwa itu karena kondisi kesehatan Antik yang tak baik.

Sriyatmi, kerabat Antik menyebut, ibu dari janin itu divaksin pada Rabu (25/8) lalu di Puskesmas Toroh 1. Selang dua hari Antik merasa ada yang aneh dengan perutnya. Perutnya terasa ringan, tak seperti biasanya.

”Periksa ke dokter baru hari Minggu (29/8). Akhirnya diketahui meninggal. Kata dokter sudah tiga hari meninggalnya,” tuturnya kemarin.

Setelah serangkaian proses, janin baru berhasil dikeluarkan pada Senin (30/8) malam menjelang dini hari. Janin dikuburkan kemarin (31/8) diiringi doa keluarga. Sriyatmi menyatakan, sang ibu tidak memiliki riwayat penyakit apa pun. ”Tidak punya penyakit apa-apa. Tapi memang makannya sedikit, jarang makan,” tambahnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Avansa vs KAI di Grobogan, 3 Penumpang Tewas Seketika

Dia menerangkan, kondisi Antik hingga kemarin baik-baik saja. Pihak keluarga pun tidak mengkambinghitamkan vaksinasi sebagai penyebab kematian sang janin. ”Kami tidak menyalahkan vaksin. Bukan karena vaksin. Itu vaksin karena kemauan sendiri. Kondisi orang kan beda-beda,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo menyatakan, hingga kemarin belum ada laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Dia mengklaim kematian si janin memang karena kondisi sang ibu.

”Ya itu mungkin karena penyakitnya. Sepertinya sangat jauh efeknya sampai seperti itu. Dari pokja KIPI juga tidak ada laporan,” paparnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/