alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Klarifikasi Sang Cucu Soal Video Viral Kakek Disuruh Ngemis di Grobogan, Hanya Diminta Minum Kopi

GROBOGAN – Video viral seorang cucu yang dinarasikan menyuruh kakeknya mengemis diklarifikasi. Cucu Supardjo yang masih duduk di kelas 6 SD berinisial S ,11, itu ternyata hanya menyuruh kakeknya minum kopi. Sayang, kakeknya itu tidak mendengar. Sehingga, ia menggunakan sapu untuk memberi penjelasan.

Baca Juga : Masuki Babak Baru, Kasus Dugaan Perzinahan Kades Pulutan Grobogan Tunggu Hasil Lab Forensik

Menurut keterangan S, kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama. Saat itu, ia membuatkan kopi untuk kakeknya dan sudah jadi. Namun, saat dipanggil-panggil, kakeknya tidak mendengar karena tuna rungu.


“Saya colek pakai sapu, kalau hanya dipanggil gak dengar,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan harian ia yang memasak. Terutama, ketika ada bahan makanan. Bahan-bahan makanan biasanya beli atau diberi para tetangga.

Baca Juga :  Polres Grobogan Amankan Dua Tersangka Illegal Loging

Kepala Dinas Sosial Edy Santoso menyebut, adanya ketidaksesuaian apa yang beredar di masyarakat dengan fakta dalam video dikhawatirkan meganggu psikis anak. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan bersama pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut, Edy menambahkan, untuk rencana jangka panjang sebelumnya memang ada wacana untuk membantu keluarga tersebut. S, sebenarnya akan dipondokkan. Namun terkendala. Sebab saat ini sedang kelas 6 dan secara administrasi sulit dilakukan perpindahan.

“Perlu juga dipertimbangkan nanti kemauan saudara-saudaranya seperti apa. Apakah cucu dan kakek ini nantinya mau dispisahkan atau tidak,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Kropak Sukinah menjelaskan, benar bahwa S hanya tinggal bersama Supardjo. Kondisi ekonomi keluarga tersebut memang perlu dibantu. Terlebih, semenjak sepeninggal istri Supardjo.






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Video viral seorang cucu yang dinarasikan menyuruh kakeknya mengemis diklarifikasi. Cucu Supardjo yang masih duduk di kelas 6 SD berinisial S ,11, itu ternyata hanya menyuruh kakeknya minum kopi. Sayang, kakeknya itu tidak mendengar. Sehingga, ia menggunakan sapu untuk memberi penjelasan.

Baca Juga : Masuki Babak Baru, Kasus Dugaan Perzinahan Kades Pulutan Grobogan Tunggu Hasil Lab Forensik

Menurut keterangan S, kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama. Saat itu, ia membuatkan kopi untuk kakeknya dan sudah jadi. Namun, saat dipanggil-panggil, kakeknya tidak mendengar karena tuna rungu.

“Saya colek pakai sapu, kalau hanya dipanggil gak dengar,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan harian ia yang memasak. Terutama, ketika ada bahan makanan. Bahan-bahan makanan biasanya beli atau diberi para tetangga.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Usulkan Pasar Nglejok Bersertifikat SNI, Ini Alasannya

Kepala Dinas Sosial Edy Santoso menyebut, adanya ketidaksesuaian apa yang beredar di masyarakat dengan fakta dalam video dikhawatirkan meganggu psikis anak. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan bersama pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut, Edy menambahkan, untuk rencana jangka panjang sebelumnya memang ada wacana untuk membantu keluarga tersebut. S, sebenarnya akan dipondokkan. Namun terkendala. Sebab saat ini sedang kelas 6 dan secara administrasi sulit dilakukan perpindahan.

“Perlu juga dipertimbangkan nanti kemauan saudara-saudaranya seperti apa. Apakah cucu dan kakek ini nantinya mau dispisahkan atau tidak,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Kropak Sukinah menjelaskan, benar bahwa S hanya tinggal bersama Supardjo. Kondisi ekonomi keluarga tersebut memang perlu dibantu. Terlebih, semenjak sepeninggal istri Supardjo.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru