alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Kerugian Peternak Geyer Grobogan Akibat PMK Tembus Ratusan Juta

GROBOGAN – Kerugian matinya 30-an sapi warga di Desa Jambangan, Geyer, ditaksir mencapai ratusan juta. Sebab untuk seekor sapi anakan saja harganya Rp 7 jutaan. Sementara indukan harganya sampai Rp 21-jutaan.

Sumarmi, 41 warga RT 1/RW 1 mengaku sapinya mati sekitar seminggu lalu kala mengandung sembilan bulan. Bila dijual, harganya mencapai Rp 21 juta. “Saya beli sapi itu pada Januari lalu dengan harga Rp 15 juta. Dalam kondisi sudah bunting tiga bulan,” jelasnya.

Sebelum mati, sapi tersebut sempat sakit di bagian mulut terus berlendir dan lidahnya sariawan. Selain itu kakinya lemas, dan kerap gemetar. Ia menduga hewan ternaknya telah tertular Virus Penyakit Mata Dan Kuku (Pmk).


Ia sempat melapor ke dokter hewan. Bahkan telah dilakukan pengobatan. Mulai dari semprot hingga ramuan. Serta suntik. Namun empat hari setelah disuntik sapi tersebut justru mati.

“Matinya malam usai saya Salat Isya. Mungkin sekitar jam 8. Padahal rencana paginya mau disuntik lagi buat pengobatan, justru keburu mati,” katanya.

Usai mati, sapi tersebut dikubur di sungai. Dipikul para tetangganya. Terpaksa dikubur karena takut virus menyebar dan berdampak ke ternak lain.

Serupa, warga lainnya Parno juga merasa dirugikan dengan kematian satu sapinya. Sapinya itu baru berumur 13 hari. Itu merupakan anak dari induk sapi miliknya.

Baca Juga :  Grobogan Bisa Ikut Vaksinasi Usia 6-11 Tahun

“Induknya sebenarnya tidak sakit. Tapi tidak tahu kenapa anaknya lahir malah mati. Sebenarnya sudah diperiksa dokter hewan,” jelasnya.

Kepala Desa Jambangan Karyadi menjelaskan total kerugia n yang dialami warganya mencapai ratusan juta. Sebab secara keseluruhan ada 30 sapi mati. Mayoritas indukan yang sedang bunting. Dengan kisaran harga jual Rp 10-20 juta. Sementara sisanya anakkan.

“Kalau satu sapi puluhan sampai belasan juta, maka ya ada ratusan juta warga rugi. Soalnya sapi ini kan aset warga sini. Hampir semua KK punya. Kami berharap ada perhatian dinas terkait agar kejadian itu tak meluas,” paparnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Riyanto membantah jika kasus matinya sapi-sapi akibat PMK di Desa Jambangan jumlah hingga puluhan. Menurut data terakhir yang terekap hanya ada delapan sapi mati. Soal jumlahnya yang hingga puluhan, kemungkinan warga tak melapor.

“Dari laporan dokter hewan di wilayah tersebut hanya ada tiga induk sapi dan anakan yang mati. Tetapi setelah kami cek ke desa memang benar. Ada data by name by addres,” ujarnya. (tos/ali)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Kerugian matinya 30-an sapi warga di Desa Jambangan, Geyer, ditaksir mencapai ratusan juta. Sebab untuk seekor sapi anakan saja harganya Rp 7 jutaan. Sementara indukan harganya sampai Rp 21-jutaan.

Sumarmi, 41 warga RT 1/RW 1 mengaku sapinya mati sekitar seminggu lalu kala mengandung sembilan bulan. Bila dijual, harganya mencapai Rp 21 juta. “Saya beli sapi itu pada Januari lalu dengan harga Rp 15 juta. Dalam kondisi sudah bunting tiga bulan,” jelasnya.

Sebelum mati, sapi tersebut sempat sakit di bagian mulut terus berlendir dan lidahnya sariawan. Selain itu kakinya lemas, dan kerap gemetar. Ia menduga hewan ternaknya telah tertular Virus Penyakit Mata Dan Kuku (Pmk).

Ia sempat melapor ke dokter hewan. Bahkan telah dilakukan pengobatan. Mulai dari semprot hingga ramuan. Serta suntik. Namun empat hari setelah disuntik sapi tersebut justru mati.

“Matinya malam usai saya Salat Isya. Mungkin sekitar jam 8. Padahal rencana paginya mau disuntik lagi buat pengobatan, justru keburu mati,” katanya.

Usai mati, sapi tersebut dikubur di sungai. Dipikul para tetangganya. Terpaksa dikubur karena takut virus menyebar dan berdampak ke ternak lain.

Serupa, warga lainnya Parno juga merasa dirugikan dengan kematian satu sapinya. Sapinya itu baru berumur 13 hari. Itu merupakan anak dari induk sapi miliknya.

Baca Juga :  BLK Grobogan Setahun Dijatah 18 Paket Pelatihan

“Induknya sebenarnya tidak sakit. Tapi tidak tahu kenapa anaknya lahir malah mati. Sebenarnya sudah diperiksa dokter hewan,” jelasnya.

Kepala Desa Jambangan Karyadi menjelaskan total kerugia n yang dialami warganya mencapai ratusan juta. Sebab secara keseluruhan ada 30 sapi mati. Mayoritas indukan yang sedang bunting. Dengan kisaran harga jual Rp 10-20 juta. Sementara sisanya anakkan.

“Kalau satu sapi puluhan sampai belasan juta, maka ya ada ratusan juta warga rugi. Soalnya sapi ini kan aset warga sini. Hampir semua KK punya. Kami berharap ada perhatian dinas terkait agar kejadian itu tak meluas,” paparnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Riyanto membantah jika kasus matinya sapi-sapi akibat PMK di Desa Jambangan jumlah hingga puluhan. Menurut data terakhir yang terekap hanya ada delapan sapi mati. Soal jumlahnya yang hingga puluhan, kemungkinan warga tak melapor.

“Dari laporan dokter hewan di wilayah tersebut hanya ada tiga induk sapi dan anakan yang mati. Tetapi setelah kami cek ke desa memang benar. Ada data by name by addres,” ujarnya. (tos/ali)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/