alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Jadi Biang Kecelakaan, Tujuh Jembatan di Geyer Grobogan Tak Kunjung Diperbaiki Permanen

GROBOGAN – Tujuh jembatan di Desa jambangan, Geyer, memprihatinkan. Jembatan kayu dengan pembatas besi kerap menimbulkan kecelakaan. Seminggu lalu, truk pengangkut pasir terperosok di salah satu jembatan di dusun Galeh-Glagah, Jambangan.

Baca Juga : Cemburu Istri Selingkuh, Suami di Grobogan Nekat Bakar Honda Jazz Selingkuhan

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, tepatnya di Jalan penghubung Desa Jambangan-Ngerandu terdapat empat jembatan yang masih terbuat dari kayu. Satu di antaranya berada di Dusun Galeh. Ada beberapa titik lubang akibat kayu yang lapuk. Sehingga pengendara yang melintas berhati-hati.


Selain beberapa kayu lapuk dan patah sehingga memunculkan lubang, pembatas jembatan besi juga nyaris roboh. Tak hanya itu jembatan dengan lebar 2,5 meter itu juga mengakibatkan kendaraan yang melintas harus bergantian.

Kepala Desa Jambangan Karyadi menjelaskan total di desanya ada tujuh jembatan yang masih berbahan kayu dengan kondisi yang sama memprihantinkannya. Pihaknya menyebut hal itu sudah dikeluhkan warga. Sebab kerap menimbulkan kecelakaan.

“Ada roda dua yang melintas jatuh. Karena licin pas waktu hujan. Yakni di Jembatan penghubung Dusun Kuncen ke Bandungharjo. Ini parah karena tak ada pembatas samping,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Sri Berhasil Bangun Desa Wisata di Grobogan

Sementara jembatan kayu lainnya tersebar di beberapa titik. Yakni, di Dusun Galeh Glagah, dan Sengon. Di lokasi-lokasi tersebut kondisinya sama parahnya.

Ia mencontohkan untuk jembatan kayu yang menjadi penghubung  dusun Galeh Glagah, seminggu lalu baru saja memakan korban. Truk pengangkut pasir terperosok. Kejadian bermula kala truk melintas, dan tiba-tiba, beberapa papan jembatan itu patah. Sehingga membuat roda truk masuk.

“Sejauh ini perbaikannya hanya tambal sulam. Mengganti kayunya. Belum ada perbaikan secara permanen,” tambahnya.

Sementara upaya pemerintah desa untuk memperbaiki secara permanen dengan mengecor jembatan itu kesulitan. Sebab beberapa jembatan berada di bawah wewenang Dinas PUPR.

“Misalnya untuk Jalan penghubung Desa Jambangan-Ngerandu, ada empat jembatan yang masih kayu. Yakni berada di Dusun Galeh dan Glagah. Nah itu tak bisa kami perbaiki. Karena status jalannya masuk Pemkab,” paparnya. (tos/ali)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Tujuh jembatan di Desa jambangan, Geyer, memprihatinkan. Jembatan kayu dengan pembatas besi kerap menimbulkan kecelakaan. Seminggu lalu, truk pengangkut pasir terperosok di salah satu jembatan di dusun Galeh-Glagah, Jambangan.

Baca Juga : Cemburu Istri Selingkuh, Suami di Grobogan Nekat Bakar Honda Jazz Selingkuhan

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, tepatnya di Jalan penghubung Desa Jambangan-Ngerandu terdapat empat jembatan yang masih terbuat dari kayu. Satu di antaranya berada di Dusun Galeh. Ada beberapa titik lubang akibat kayu yang lapuk. Sehingga pengendara yang melintas berhati-hati.

Selain beberapa kayu lapuk dan patah sehingga memunculkan lubang, pembatas jembatan besi juga nyaris roboh. Tak hanya itu jembatan dengan lebar 2,5 meter itu juga mengakibatkan kendaraan yang melintas harus bergantian.

Kepala Desa Jambangan Karyadi menjelaskan total di desanya ada tujuh jembatan yang masih berbahan kayu dengan kondisi yang sama memprihantinkannya. Pihaknya menyebut hal itu sudah dikeluhkan warga. Sebab kerap menimbulkan kecelakaan.

“Ada roda dua yang melintas jatuh. Karena licin pas waktu hujan. Yakni di Jembatan penghubung Dusun Kuncen ke Bandungharjo. Ini parah karena tak ada pembatas samping,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Sri Sumarni Ajak Pelaku UMKM Bisa Ikut Asuransi Usaha

Sementara jembatan kayu lainnya tersebar di beberapa titik. Yakni, di Dusun Galeh Glagah, dan Sengon. Di lokasi-lokasi tersebut kondisinya sama parahnya.

Ia mencontohkan untuk jembatan kayu yang menjadi penghubung  dusun Galeh Glagah, seminggu lalu baru saja memakan korban. Truk pengangkut pasir terperosok. Kejadian bermula kala truk melintas, dan tiba-tiba, beberapa papan jembatan itu patah. Sehingga membuat roda truk masuk.

“Sejauh ini perbaikannya hanya tambal sulam. Mengganti kayunya. Belum ada perbaikan secara permanen,” tambahnya.

Sementara upaya pemerintah desa untuk memperbaiki secara permanen dengan mengecor jembatan itu kesulitan. Sebab beberapa jembatan berada di bawah wewenang Dinas PUPR.

“Misalnya untuk Jalan penghubung Desa Jambangan-Ngerandu, ada empat jembatan yang masih kayu. Yakni berada di Dusun Galeh dan Glagah. Nah itu tak bisa kami perbaiki. Karena status jalannya masuk Pemkab,” paparnya. (tos/ali)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/