alexametrics
29.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Sering Kecelakaan, Warga Grobogan Perbaiki Jalan Gunakan Uang Sendiri

GROBOGAN – Warga Desa Karangasem, Wirosari, rela merogok kocek sendiri untuk membangun bahu jalan Kabupaten. Mereka kecewa pada pemerintah kabupaten (pemkab) yang tak kunjung memperbaiki jalan itu.

Warga sudah berkali-kali mengajukan pembangunan bahu jalan, tapi tak ada respon dari pemkab. Meski jalan yang dibangun statusnya jalan kabupaten. Pembangunan bahu jalan dilakukan karena jalan penghubung Desa Tambak Selo dengan Desa Karangasem sempit. Lebarnya empat meter.

Akibatnya, sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Saat persimpangan sering terjadi serempetan atau tabrakan. Lalu lintas jalan tersebut setiap hari dilewati ribuan truk dan mobil. Apalagi Desa Karangasem merupakan sentra pembuat genting, batu bata, batako, loster, dan paving.


Pembangunan bahu jalan dimulai kemarin. Warga melakukan pengecoran dengan cara manual. Yaitu dengan menambah cor di kanan dan kiri jalan. Tambahan lebar jalan 40 sentimeter. Dengan bertambahnya lebar jalan itu, maka dua kendaraan bisa bersimpangan.

Wandi, warga Desa Karangasem mengatakan, pelebaran jalan ini karena lebar jalan hanya empat meter. Padahal dilewati truk dan sering simpangan dengan truk lain. Jika persimpangan truk dengan truk lain tidak muat, sehingga sering terjadi serempetan.

”Pembangunan bahu jalan sudah saya ajukan berkali-kali (ke Pemkab Grobogan). Tetapi tidak keluar dananya. Warga Desa Karangasem akhirnya berinisiatif, khususnya sopir dengan mengumpulkan dana sendiri untuk membangun,” kata Wandi yang merupakan ketua pengumpulan dana untuk pembangunan bahu jalan.

Baca Juga :  DP3AKB Grobogan Sebut Kekerasan Seksual Masih Mendominasi

Dari hasil iuran para sopir truk dan mobil itu, terkumpul dana Rp 80 juta. Dana tersebut, digunakan membangunan bahu jalan untuk sisi utara. Panjangnya tiga kilometer. Untuk sisi selatan belum bisa dibangun, karena dana masih kurang. ”Dari hitungan kami membutuhkan dana Rp 80 juta lagi. Jadi, total membutuhkan dana Rp 160 juta untuk utara dan selatan,” ujarnya.

Dia berharap, Bupati Grobogan Sri Sumarni bisa membangun jalan tersebut. ”Harapan kami pemkab bisa membangun jalan ini. Kami sudah berkali-kali ajukan tetapi tidak terealisasi,” terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Suparmin, warga Dusun Sarip, Desa Karangasem. Dia yang juga sopir mengaku, ikut iuran Rp 200 ribu.

Langkah membangun bahu jalan tersebut, mendapatkan apresiasi dari anggota Fraksi PDIP Grobogan Subandriyo. Pemkab Grobogan tak kunjung  membangun jalan itu, karena memang keterbatasan dana. ”Usulan untuk pembangunan (jalan) sudah saya sampaikan. Tetapi, pemkab belum memberi. Saya berharap pembangunanya bisa dilanjutkan pemkab,” harapnya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Warga Desa Karangasem, Wirosari, rela merogok kocek sendiri untuk membangun bahu jalan Kabupaten. Mereka kecewa pada pemerintah kabupaten (pemkab) yang tak kunjung memperbaiki jalan itu.

Warga sudah berkali-kali mengajukan pembangunan bahu jalan, tapi tak ada respon dari pemkab. Meski jalan yang dibangun statusnya jalan kabupaten. Pembangunan bahu jalan dilakukan karena jalan penghubung Desa Tambak Selo dengan Desa Karangasem sempit. Lebarnya empat meter.

Akibatnya, sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Saat persimpangan sering terjadi serempetan atau tabrakan. Lalu lintas jalan tersebut setiap hari dilewati ribuan truk dan mobil. Apalagi Desa Karangasem merupakan sentra pembuat genting, batu bata, batako, loster, dan paving.

Pembangunan bahu jalan dimulai kemarin. Warga melakukan pengecoran dengan cara manual. Yaitu dengan menambah cor di kanan dan kiri jalan. Tambahan lebar jalan 40 sentimeter. Dengan bertambahnya lebar jalan itu, maka dua kendaraan bisa bersimpangan.

Wandi, warga Desa Karangasem mengatakan, pelebaran jalan ini karena lebar jalan hanya empat meter. Padahal dilewati truk dan sering simpangan dengan truk lain. Jika persimpangan truk dengan truk lain tidak muat, sehingga sering terjadi serempetan.

”Pembangunan bahu jalan sudah saya ajukan berkali-kali (ke Pemkab Grobogan). Tetapi tidak keluar dananya. Warga Desa Karangasem akhirnya berinisiatif, khususnya sopir dengan mengumpulkan dana sendiri untuk membangun,” kata Wandi yang merupakan ketua pengumpulan dana untuk pembangunan bahu jalan.

Baca Juga :  Sadis! Bocah 16 Tahun di Grobogan Tega Pukul Neneknya Sendiri hingga Tewas

Dari hasil iuran para sopir truk dan mobil itu, terkumpul dana Rp 80 juta. Dana tersebut, digunakan membangunan bahu jalan untuk sisi utara. Panjangnya tiga kilometer. Untuk sisi selatan belum bisa dibangun, karena dana masih kurang. ”Dari hitungan kami membutuhkan dana Rp 80 juta lagi. Jadi, total membutuhkan dana Rp 160 juta untuk utara dan selatan,” ujarnya.

Dia berharap, Bupati Grobogan Sri Sumarni bisa membangun jalan tersebut. ”Harapan kami pemkab bisa membangun jalan ini. Kami sudah berkali-kali ajukan tetapi tidak terealisasi,” terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Suparmin, warga Dusun Sarip, Desa Karangasem. Dia yang juga sopir mengaku, ikut iuran Rp 200 ribu.

Langkah membangun bahu jalan tersebut, mendapatkan apresiasi dari anggota Fraksi PDIP Grobogan Subandriyo. Pemkab Grobogan tak kunjung  membangun jalan itu, karena memang keterbatasan dana. ”Usulan untuk pembangunan (jalan) sudah saya sampaikan. Tetapi, pemkab belum memberi. Saya berharap pembangunanya bisa dilanjutkan pemkab,” harapnya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/