alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Bupati Grobogan Beri Bantuan Sembako Keluarga Korban Ledakan Ponpes

GROBOGAN – Bantuan sembako diserahkan Bupati Grobogan Sri Sumarni kepada keluarga korban diterima Pengasuh Ponpes Darul Masryuh, Desa/Kecamatan Klambu KH Ali Mansur, Senin (31/1) kemarin. Penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk empati Bupati kepada korban ledakan yang terjadi pada Jumat (28/1) lalu.

”Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan membantu keluarga korban,” kata Bupati Sri Sumarni usai menyerahkan bantuan yang didampingi Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, Dandim 0717 Purwodadi dan Kepala Dinas Sosial Edi Santoso.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Korwilcam kecamatan Klambu dan Kepala Desa setempat. Total bantuan yang diserahkan ada 15 paket sembako. Kemudian ada pemberian bantuan uang tunai dari Bupati Grobogan secara langsung.


”Saya ikut prihatin atas kejadian ledakan yang terjadi. Tetapi saya berpesan kejadian serupa jangan terjadi lagi. Saya imbau warga jangan gunakan obat-obatan belerang yang bisa mengakibatkan ledakan,” pesanya.

Pengasuh Ponpes Darul Masryuh KH Ali Masur mengucapkan terima atas bantuan dan perhatian dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Setelah kejadian ledakan keadaan sudah kembali normal dan kegiatan belajar mengajar dan mengaji dimulai lagi.

”Alhamdulilah semua sudah normal dan santri bisa mengaji lagi,” ujarnya.

Sementara lokasi rumah yang terkena ledakan masih dipasang Police Line untuk penyelidikan.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, korban hari ini, Senin (31/1) sudah bisa kembali dari RSUD R Soedjati setelah menjalani perawatan lukan akibat terkena serpihan dari ledakan. Setelah pulang ke rumah dijadwalkan klarifikasi di Polres Grobogan. Barang bukti diamankan ada beberapa jenis dan apa masih nunggu labolatorium dari labfor Polda Jawa Tengah.

”Penjagaan masih dilakukan sampai proses penyelidikan selesai. Untuk ledakan masih  penyelidikan dan mudah-mudahan hanya ledakan dari belerang dan tidak ada motif lainya,” terang dia.

Baca Juga :  Lanjutan Kasus Mark up Tanah di Grobogan, Kasub Bulog 2018 akan Dipanggil

Sebelumnya, lokasi ledakan di rumah lantai dua bercat hijau lokasi Ponpes Darul Masyruh, Dusun Pesantren RT 3/RW 5 Desa/Kecamatan Klambu dijaga ketat polisi bersenjata lengkap. Anggota polisi dan TNI tersebut membawa senjata lengkap dan menjaga lokasi yang diberi police line tersebut.

Hal itu, untuk mengamankan lokasi yang menggemparkan warga sekitar. Lokasi rumah merupakan pengasuh dari Ponpes setempat Anis Kurlia. Sedangkan korbanya adalah putranya Ahmad Azka Musyafiha, 19. Kejadian ledakan pada Jumat siang pukul 14.00, (28/1).

Ketika itu, korban diduga menggunakan bubuk belerang di taruh di atas lantai dua. Namun, bubuk untuk mengusir kelelawar tersebut meledak. Hingga akhirnya mengakibatkan genteng, kaca dan beberapa bangunan rusak. Lokasinya berada di tengah lokasi ponpes. Dari sisi kirinya ada pondok pesantren putri dan lokasi utara ponpes putra.

Sementara ditengah lokasi pondok pesantren ada masjid Annur. Bersebelahan masjid ada makam keluarga pendiri Ponpes .  Jalan menuju ponpes hanya bisa dilewati  satu mobil. Jika ada satu mobil lewat maka harus bergantian.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari Labfor Polda Jawa Tengah dan Inavis Polda Jawa Tengah serta inavis Polres Grobogan masih pengecekan lebih lanjut. Dari tim sudah membawa beberapa barang bukti sudah dibawa dan dilakukan penjagaan di lokasi kejadian.

”Lokasi kejadian kami jaga 24 jam dan warga masyarakat tidak perlu kawatir lagi . Semua lokasi aman bisa aktivitas normal lagi,” kata Kapolres..

Barang bukti diamankan, lanjut Kapolres masih dirahasiakan. Hanya ada bahan belerang yang dimusnahkan di lapangan Kecamatan Klambu setelah olah TKP pukul 23.00 WIB. Sedangkan olah TKP dimulai sore hari sampai malam pukul 22.00 WIB. (mun/him)

 






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Bantuan sembako diserahkan Bupati Grobogan Sri Sumarni kepada keluarga korban diterima Pengasuh Ponpes Darul Masryuh, Desa/Kecamatan Klambu KH Ali Mansur, Senin (31/1) kemarin. Penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk empati Bupati kepada korban ledakan yang terjadi pada Jumat (28/1) lalu.

”Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan membantu keluarga korban,” kata Bupati Sri Sumarni usai menyerahkan bantuan yang didampingi Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, Dandim 0717 Purwodadi dan Kepala Dinas Sosial Edi Santoso.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Korwilcam kecamatan Klambu dan Kepala Desa setempat. Total bantuan yang diserahkan ada 15 paket sembako. Kemudian ada pemberian bantuan uang tunai dari Bupati Grobogan secara langsung.

”Saya ikut prihatin atas kejadian ledakan yang terjadi. Tetapi saya berpesan kejadian serupa jangan terjadi lagi. Saya imbau warga jangan gunakan obat-obatan belerang yang bisa mengakibatkan ledakan,” pesanya.

Pengasuh Ponpes Darul Masryuh KH Ali Masur mengucapkan terima atas bantuan dan perhatian dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Setelah kejadian ledakan keadaan sudah kembali normal dan kegiatan belajar mengajar dan mengaji dimulai lagi.

”Alhamdulilah semua sudah normal dan santri bisa mengaji lagi,” ujarnya.

Sementara lokasi rumah yang terkena ledakan masih dipasang Police Line untuk penyelidikan.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, korban hari ini, Senin (31/1) sudah bisa kembali dari RSUD R Soedjati setelah menjalani perawatan lukan akibat terkena serpihan dari ledakan. Setelah pulang ke rumah dijadwalkan klarifikasi di Polres Grobogan. Barang bukti diamankan ada beberapa jenis dan apa masih nunggu labolatorium dari labfor Polda Jawa Tengah.

”Penjagaan masih dilakukan sampai proses penyelidikan selesai. Untuk ledakan masih  penyelidikan dan mudah-mudahan hanya ledakan dari belerang dan tidak ada motif lainya,” terang dia.

Baca Juga :  Disperindag Grobogan Ramaikan Pasar Burung dengan Berbagai Event

Sebelumnya, lokasi ledakan di rumah lantai dua bercat hijau lokasi Ponpes Darul Masyruh, Dusun Pesantren RT 3/RW 5 Desa/Kecamatan Klambu dijaga ketat polisi bersenjata lengkap. Anggota polisi dan TNI tersebut membawa senjata lengkap dan menjaga lokasi yang diberi police line tersebut.

Hal itu, untuk mengamankan lokasi yang menggemparkan warga sekitar. Lokasi rumah merupakan pengasuh dari Ponpes setempat Anis Kurlia. Sedangkan korbanya adalah putranya Ahmad Azka Musyafiha, 19. Kejadian ledakan pada Jumat siang pukul 14.00, (28/1).

Ketika itu, korban diduga menggunakan bubuk belerang di taruh di atas lantai dua. Namun, bubuk untuk mengusir kelelawar tersebut meledak. Hingga akhirnya mengakibatkan genteng, kaca dan beberapa bangunan rusak. Lokasinya berada di tengah lokasi ponpes. Dari sisi kirinya ada pondok pesantren putri dan lokasi utara ponpes putra.

Sementara ditengah lokasi pondok pesantren ada masjid Annur. Bersebelahan masjid ada makam keluarga pendiri Ponpes .  Jalan menuju ponpes hanya bisa dilewati  satu mobil. Jika ada satu mobil lewat maka harus bergantian.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari Labfor Polda Jawa Tengah dan Inavis Polda Jawa Tengah serta inavis Polres Grobogan masih pengecekan lebih lanjut. Dari tim sudah membawa beberapa barang bukti sudah dibawa dan dilakukan penjagaan di lokasi kejadian.

”Lokasi kejadian kami jaga 24 jam dan warga masyarakat tidak perlu kawatir lagi . Semua lokasi aman bisa aktivitas normal lagi,” kata Kapolres..

Barang bukti diamankan, lanjut Kapolres masih dirahasiakan. Hanya ada bahan belerang yang dimusnahkan di lapangan Kecamatan Klambu setelah olah TKP pukul 23.00 WIB. Sedangkan olah TKP dimulai sore hari sampai malam pukul 22.00 WIB. (mun/him)

 






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/