alexametrics
29.9 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Jumlah Pedagang Terompet di Grobogan Menurun jelang Tahun Baru

GROBOGAN – Biasanya setiap jelang perayaan tahun baru, sepanjang jalan di Grobogan diramaikan penjual terompet. Tahun ini, tak dinikmati oleh para pedagang terompet. Hingga malam pergantian tahun, hanya terpantau ada dua penjual terompet di sekitaran kota Purwodadi.

Penjual terompet di depan Pasar Purwodadi Muhammad Riski, 16, mengatakan, kondisi sepinya penjual yang mangkal di sekitaran kota malah menguntungkan penjualannya. Masih banyak pembeli yang mencari terompet yang ia jual dari Rp 5 ribu hingga Rp 35 ribu itu.

Terompet yang ia jual beraneka ragam. Mulai dari yang termurah dengan model kerucut. Kemudian bentuk naga yang menjadi favorit anak-anak. Hingga termahal Rp 35 ribu jenis terompet pompa mini.

Baca Juga :  Kejari Grobogan: Tersangka Pembelian Tanah Gudang Bulog segera Bertambah

”Masih ramai pembeli, karena jarang yang jualan. Hanya ada dua pedagang. Saya dan teman saya. Sama-sama mangkal di depan Pasar Purwodadi,” ungkapnya.

Menurutnya, menurunnya jumlah pedagang terompet dikarenakan hujan yang kerap mengguyur Kabupaten Grobogan. Sekaligus Covid-19 yang membuat anak-anak takut membeli terompet. ”Tapi saya masih bersyukur, ternyata selama berjualan sejak November, pembeli masih tetap banyak,” imbuhnya. (gal/int/lin)

 

GROBOGAN – Biasanya setiap jelang perayaan tahun baru, sepanjang jalan di Grobogan diramaikan penjual terompet. Tahun ini, tak dinikmati oleh para pedagang terompet. Hingga malam pergantian tahun, hanya terpantau ada dua penjual terompet di sekitaran kota Purwodadi.

Penjual terompet di depan Pasar Purwodadi Muhammad Riski, 16, mengatakan, kondisi sepinya penjual yang mangkal di sekitaran kota malah menguntungkan penjualannya. Masih banyak pembeli yang mencari terompet yang ia jual dari Rp 5 ribu hingga Rp 35 ribu itu.

Terompet yang ia jual beraneka ragam. Mulai dari yang termurah dengan model kerucut. Kemudian bentuk naga yang menjadi favorit anak-anak. Hingga termahal Rp 35 ribu jenis terompet pompa mini.

Baca Juga :  Survei Larva DBD, Dinkes Grobogan Temukan Vektor Malaria

”Masih ramai pembeli, karena jarang yang jualan. Hanya ada dua pedagang. Saya dan teman saya. Sama-sama mangkal di depan Pasar Purwodadi,” ungkapnya.

Menurutnya, menurunnya jumlah pedagang terompet dikarenakan hujan yang kerap mengguyur Kabupaten Grobogan. Sekaligus Covid-19 yang membuat anak-anak takut membeli terompet. ”Tapi saya masih bersyukur, ternyata selama berjualan sejak November, pembeli masih tetap banyak,” imbuhnya. (gal/int/lin)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/