alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

Erika Ayu Amelia, Mahasiswa Berprestasi Unisnu

Prestasi Ini untuk Ayah yang Sudah di Keabadian

Erika Ayu Amelia mahasiswa Unisnu Jepara yang sarat berprestasi. Ia baru saja lulus denga predikat cum laude. Di luar kampus juga memenangi sejumlah kompetisi internasional.

NIBROS HASSANI, Jepara, Radar Kudus

NAMA gadis itu dipanggil  melalui mikrofon oleh pembawa acara. “Erika Ayu Amelia, Mahasiswi Terbaik dari Program Studi Manajemen,”. Tak lama, tepuk tangan terdengar riuh membahana.  Prok prok prok prokk…


Erika Ayu Amelia, gadis yang disebut itu, sontak tersenyum. Dengan mengenakan kebaya berwarna hijau keabuan, ia mantab melangkah ke depan panggung. Badannya tegap meski terlihat sedikit gugup.

Ia dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan dari rektor Unisnu. Sebab gadis yang beralamat, Desa Kelet, Kecamatan Keling, Jepara, itu berhasil meraih beragam prestasi akademik maupun dari berbagai ajang lomba baik level nasional maupun internasional.

Gadis yang akrab disapa Erika menyelesaikan masa waktu kuliah dalam tiga tahun lebih tujuh bulan. Dan pengagum penyair Chairil Anwar itu mampu meraih IPK 3,87.

Soal rencana kedepan, ia ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Setelah ini mau persiapan dulu,” jelasnya.

Erika selain kuliah menambah soft skill dengan aktif berorganisasi. Tepatnya Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) manajemen.

Di luar kampus ia juga mampu membuktikan prestasi. Erika bersama timnya pada 2020, berhasil menggondol medali perak ajang pada ajang Innovatife social science di Indonesia yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Medali itu mereka peroleh karena mengembangkan sebuah aplikasi yang bisa memuat curhatan para penggunanya. “Kami gabungkan e-commerce dengan fasilitas konsultasi,” ungkapnya.

Lalu tahun berikutnya (2021), ia berhasil mendapatkan medali emas pada ajang yang. Namun bedanya acara itu dihelat di Malaysia. ”Kami menyempurnakan aplikasi  tersebut dan diikutkan lagi. Hasilnya kami bisa gold medal,” kata Erika yang baru lulus dari jurusan managemen itu.

Baca Juga :  Program SG Cerdas Berikan Beasiswa untuk Puluhan Mahasiswa Berprestasi

Erika sebenarnya pernah belajar di jurusan software engineering saat masih sekolah menengah kejuruan (SMK). Lalu saat kuliah, ia memilih jurusan manajemen. Karena, menurutnya jurusan itu dapat dipelajari siapa saja.

Ia bercerita, sebelumnya, nyaris mengurungkan niat untuk kuliah. Ia merasa tidak semangat ketika itu. Akhirnya, melalui program bidikmisi akhirnya memutuskan untuk berkuliah.

Di balik prestasi yang diraih ada keluarga yang selalu mendukung. Meski tanpa kehadiran seorang ayah yang sudah tiada, ada ibunya, Wahyuningsih, selalu membersamai dirinya. Termasuk saat mengikuti berbagai lomba sejak kecil. ”Kalau ikut lomba-lomba, ibu yang ngantar. Jadinya ibu punya dua peran,” jelasnya.

Sejak ayahnya, Alvin Saat Utomo dipanggil Tuhan saat ia masih SMP, praktis sekolah diurus ibunya. Sang ibu berwirausaha sebagai make up artist (MUA) meski ayahnya pernah berbisnis mebel. Bahkan kini ia memanageri bisnis MUA yang dijalani ibunya itu.

Meski sudah lama pergi, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku masih merasa kehilangan ayahnya. “Orang orang bilang kalau kita kehilangan seseorang, rasa kangennya bisa hilang lama kelamaan. Tapi kok aku malah semakin kangen (dengan ayah),” curhat Erika.

Wisuda ini, kata Erika, adalah persembahan untuk ayahnya yang sudah berada di alam keabadian. “Ayah, anakmu sudah sarjana,” kata Erika kepada sang ayah bilasaja masih hidup. (*/him)

Erika Ayu Amelia mahasiswa Unisnu Jepara yang sarat berprestasi. Ia baru saja lulus denga predikat cum laude. Di luar kampus juga memenangi sejumlah kompetisi internasional.

NIBROS HASSANI, Jepara, Radar Kudus

NAMA gadis itu dipanggil  melalui mikrofon oleh pembawa acara. “Erika Ayu Amelia, Mahasiswi Terbaik dari Program Studi Manajemen,”. Tak lama, tepuk tangan terdengar riuh membahana.  Prok prok prok prokk…

Erika Ayu Amelia, gadis yang disebut itu, sontak tersenyum. Dengan mengenakan kebaya berwarna hijau keabuan, ia mantab melangkah ke depan panggung. Badannya tegap meski terlihat sedikit gugup.

Ia dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan dari rektor Unisnu. Sebab gadis yang beralamat, Desa Kelet, Kecamatan Keling, Jepara, itu berhasil meraih beragam prestasi akademik maupun dari berbagai ajang lomba baik level nasional maupun internasional.

Gadis yang akrab disapa Erika menyelesaikan masa waktu kuliah dalam tiga tahun lebih tujuh bulan. Dan pengagum penyair Chairil Anwar itu mampu meraih IPK 3,87.

Soal rencana kedepan, ia ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Setelah ini mau persiapan dulu,” jelasnya.

Erika selain kuliah menambah soft skill dengan aktif berorganisasi. Tepatnya Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) manajemen.

Di luar kampus ia juga mampu membuktikan prestasi. Erika bersama timnya pada 2020, berhasil menggondol medali perak ajang pada ajang Innovatife social science di Indonesia yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Medali itu mereka peroleh karena mengembangkan sebuah aplikasi yang bisa memuat curhatan para penggunanya. “Kami gabungkan e-commerce dengan fasilitas konsultasi,” ungkapnya.

Lalu tahun berikutnya (2021), ia berhasil mendapatkan medali emas pada ajang yang. Namun bedanya acara itu dihelat di Malaysia. ”Kami menyempurnakan aplikasi  tersebut dan diikutkan lagi. Hasilnya kami bisa gold medal,” kata Erika yang baru lulus dari jurusan managemen itu.

Baca Juga :  Unisnu Jepara Peringati Harlah ke-33 dengan Tanam 4.500 Bibit Ketapang

Erika sebenarnya pernah belajar di jurusan software engineering saat masih sekolah menengah kejuruan (SMK). Lalu saat kuliah, ia memilih jurusan manajemen. Karena, menurutnya jurusan itu dapat dipelajari siapa saja.

Ia bercerita, sebelumnya, nyaris mengurungkan niat untuk kuliah. Ia merasa tidak semangat ketika itu. Akhirnya, melalui program bidikmisi akhirnya memutuskan untuk berkuliah.

Di balik prestasi yang diraih ada keluarga yang selalu mendukung. Meski tanpa kehadiran seorang ayah yang sudah tiada, ada ibunya, Wahyuningsih, selalu membersamai dirinya. Termasuk saat mengikuti berbagai lomba sejak kecil. ”Kalau ikut lomba-lomba, ibu yang ngantar. Jadinya ibu punya dua peran,” jelasnya.

Sejak ayahnya, Alvin Saat Utomo dipanggil Tuhan saat ia masih SMP, praktis sekolah diurus ibunya. Sang ibu berwirausaha sebagai make up artist (MUA) meski ayahnya pernah berbisnis mebel. Bahkan kini ia memanageri bisnis MUA yang dijalani ibunya itu.

Meski sudah lama pergi, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku masih merasa kehilangan ayahnya. “Orang orang bilang kalau kita kehilangan seseorang, rasa kangennya bisa hilang lama kelamaan. Tapi kok aku malah semakin kangen (dengan ayah),” curhat Erika.

Wisuda ini, kata Erika, adalah persembahan untuk ayahnya yang sudah berada di alam keabadian. “Ayah, anakmu sudah sarjana,” kata Erika kepada sang ayah bilasaja masih hidup. (*/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/