alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Hadroh Diwanul Musthofa, Juara I Lomba Hadroh Jepara

Jadikan Koreografi Jadi Identitas

Grup hadroh Diwanul Musthofa dibentuk 2004 lalu oleh Ustadz Sholihul Muslim Alhafidzi. Dia tak lain pengasuh Ponpes Istima`ul Quran Al-Mubin, Bugo, Welahan, Jepara. Grup ini jadi juara I lomba hadroh tingkat Kabupaten Jepara akhir tahun kemarin. Ciri khas grup ini menampilkan koreografi setiap kali tampil.

Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus

SABTU (26/2) malam sekitar pukul 20.00 para personel grup hadroh Diwanul Musthofa tengah berkumpul di masjid Ponpes Istima`ul Quran Al-Mubin, Bugo, Welahan, Kedung. Ada sekitar sepuluh orang. Mereka menata beberapa perlengkapan. Beberapa terbang dan rebana.


Maklum, malam itu kelompok grup ini akan tampil di salah satu rumah warga di dekat pesantren. ”Ada undangan ngisi acara walimatul khitan. Jam setengah sembilan baru berangkat,” terang Ahmad Muhib, 32, salah satu personel grup hadroh ini. Dia juga jadi salah satu personel paling senior.

Maklum, grup ini sudah punya tiga generasi hingga saat ini. Dan Muhib, salah satu personel lintas generasi. Grup ini pertama kali dibentuk 2004 lalu. Diiniasi pengasuh pesantren Ustadz Sholihul Muslim Alhafidzi.

BERSAMA: Para personel grup hadroh Diwanul Musthofa asal Welahan, Jepara, di halaman kantor Bupati Jepara usai jadi juara I lomba hadroh akhir tahun kemarin. (DIWANUL MUSTHOFA FOR RADAR KUDUS)

Pembentukan grup ini sebagai salah satu wadah menampung kreativitas santrinya. Saat pertama kali dibentuk, ia mengaku permainan yang ditampilkan santrinya cenderung monoton. Tak ada kapasitas yang ditonjolkan dalam setiap penampilannya.

Baca Juga :  Lomba Mancing Berhadiah Rp 25 Juta Digelar di Karimunjawa

Maka, untuk memotivasi mereka grup hadroh bentukannya sering ia ikutkan kejuaraan maupun festival. ”Supaya mereka termotivasi dan bisa melihat permainan atau kreativitas dari grup lain,” ungkap Muslim.

Kejuaraan maupun festival itu tak hanya sekali. Namun hingga beberapa kali. Mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Dan terbaru, 2021 baru saja juara lomba hadroh tingkat Kabupaten Jepara. Saat itu mewakili Kecamatan Welahan.

Dari beragam festival itu pulalah yang membuka anak asuhnya paham terkait hadroh. ”Mereka terbuka pikirannya,” gurau Muslim saat ditemui di pesantrennya Sabtu (26/2) lalu.

Itulah yang menegaskannya kepada anak asuhnya. Dalam penampilan hadroh, harus ditonjolkan pula kreativitasnya. Dari situ, ia menitikberatkan penampilan anak asuhnya harus ada seni yang mengiringi. Agar, apa yang ditampilkan turut dirasakan para penikmatnya.

Dan salah satu yang menjadi ciri khas grup ini adalah adanya koreografi saat tampil dalam festival. Sehingga pemainnya atraktif. Tak sekadar duduk dan bermain alat musik. Ditambah, agar pas permainannya, maka lagu yang dipilih tak sembarangan. Kadangkala mengaransemen sendiri. Agar tiap lantunan dan ketukan, bisa dipadukan. ”Kami juga memadukan dengan alat musik lain. Seperti gamelan atau akustik. Sehingga, yang punya potensi di pesantren itu saling melengkapi,” tandas Muslim. (*/zen)

 

Grup hadroh Diwanul Musthofa dibentuk 2004 lalu oleh Ustadz Sholihul Muslim Alhafidzi. Dia tak lain pengasuh Ponpes Istima`ul Quran Al-Mubin, Bugo, Welahan, Jepara. Grup ini jadi juara I lomba hadroh tingkat Kabupaten Jepara akhir tahun kemarin. Ciri khas grup ini menampilkan koreografi setiap kali tampil.

Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus

SABTU (26/2) malam sekitar pukul 20.00 para personel grup hadroh Diwanul Musthofa tengah berkumpul di masjid Ponpes Istima`ul Quran Al-Mubin, Bugo, Welahan, Kedung. Ada sekitar sepuluh orang. Mereka menata beberapa perlengkapan. Beberapa terbang dan rebana.

Maklum, malam itu kelompok grup ini akan tampil di salah satu rumah warga di dekat pesantren. ”Ada undangan ngisi acara walimatul khitan. Jam setengah sembilan baru berangkat,” terang Ahmad Muhib, 32, salah satu personel grup hadroh ini. Dia juga jadi salah satu personel paling senior.

Maklum, grup ini sudah punya tiga generasi hingga saat ini. Dan Muhib, salah satu personel lintas generasi. Grup ini pertama kali dibentuk 2004 lalu. Diiniasi pengasuh pesantren Ustadz Sholihul Muslim Alhafidzi.

BERSAMA: Para personel grup hadroh Diwanul Musthofa asal Welahan, Jepara, di halaman kantor Bupati Jepara usai jadi juara I lomba hadroh akhir tahun kemarin. (DIWANUL MUSTHOFA FOR RADAR KUDUS)

Pembentukan grup ini sebagai salah satu wadah menampung kreativitas santrinya. Saat pertama kali dibentuk, ia mengaku permainan yang ditampilkan santrinya cenderung monoton. Tak ada kapasitas yang ditonjolkan dalam setiap penampilannya.

Baca Juga :  Sewakan Rusunawa, Rela di Kolong Jembatan

Maka, untuk memotivasi mereka grup hadroh bentukannya sering ia ikutkan kejuaraan maupun festival. ”Supaya mereka termotivasi dan bisa melihat permainan atau kreativitas dari grup lain,” ungkap Muslim.

Kejuaraan maupun festival itu tak hanya sekali. Namun hingga beberapa kali. Mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Dan terbaru, 2021 baru saja juara lomba hadroh tingkat Kabupaten Jepara. Saat itu mewakili Kecamatan Welahan.

Dari beragam festival itu pulalah yang membuka anak asuhnya paham terkait hadroh. ”Mereka terbuka pikirannya,” gurau Muslim saat ditemui di pesantrennya Sabtu (26/2) lalu.

Itulah yang menegaskannya kepada anak asuhnya. Dalam penampilan hadroh, harus ditonjolkan pula kreativitasnya. Dari situ, ia menitikberatkan penampilan anak asuhnya harus ada seni yang mengiringi. Agar, apa yang ditampilkan turut dirasakan para penikmatnya.

Dan salah satu yang menjadi ciri khas grup ini adalah adanya koreografi saat tampil dalam festival. Sehingga pemainnya atraktif. Tak sekadar duduk dan bermain alat musik. Ditambah, agar pas permainannya, maka lagu yang dipilih tak sembarangan. Kadangkala mengaransemen sendiri. Agar tiap lantunan dan ketukan, bisa dipadukan. ”Kami juga memadukan dengan alat musik lain. Seperti gamelan atau akustik. Sehingga, yang punya potensi di pesantren itu saling melengkapi,” tandas Muslim. (*/zen)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/