alexametrics
22.6 C
Kudus
Monday, August 8, 2022

Special Achievement Radar Kudus Award 2022, Bukhori Wiryo Satmoko

Bukhori, Pelestari Batik yang Jadi Sumber Ilmu dari Perajin Batik Tulis Pati

Kelestarian batik tulis Bakaran tak lepas dari kiprah Bukhori Wiryo Satmoko. Kiprahnya itu, mendapat special achievement Radar Kudus Award 2022 sebagai Tokoh Pelestari Batik Bakaran Pati.

ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus, Pati

NAMA lengkapnya Bukhori Wiryo Satmoko. Biasa dipanggil Mbah Bukhari. Dia sesepuh batik tulis Bakaran yang merupakan batik asli Kabupaten Pati. Nama Bukhori tidak bisa lepas dari batik tulis Bakaran hingga bisa seterkenal hari ini.


Batik ini, memiliki kekhasan dengan ciri khas warna yang gelap dan adanya remekan. Dengan motif-motif yang khas seperti gandrung, bergat ireng, kedelai kecer, gringsing, blebak urang, dan lainnya.

Bukhori merupakan sosok yang cukup berjasa terhadap eksistensi batik tulis Bakaran. Konon pada 1975, batik yang disebut sebagai warisan budaya kerajaan Majapahit ini, nyaris punah dari peredaran pasar. Lantaran minimnya penerus. Karena itu, Bukhori yang mewarisi kemampuan membatik dari leluhurnya, berusaha keras menjadikan batik tulis Bakaran kembali hidup.

Baca Juga :  Lapisi Emas untuk Menarik Pembeli

Bukhori sendiri, generasi kelima pembatik Bakaran. Baginya, melestarikan batik tulis Bakaran menjadi hal yang wajib. ”Ini merupakan warisan budaya leluhur. Harus dilestarikan sampai anak cucu. Batik tulis Bakaran memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kami bersyukur hari ini banyak yang telah mengenal dan menyukai batik ini (barik Bakaran, Red). Selain menjaga warisan budaya, melalui batik ini, juga bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar,” kata Bukhori.

APRESIASI: Bukhori Wiryo Satmoko (kanan) menerima anugerah Jawa Pos Radar Kudus Award 2022. (M. ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Kiprah Bukhori dalam melestarikan batik bakaran telah banyak diakui perajin batik lain. Pria yang memiliki usaha batik dengan merek Tojkro ini, tidak pelit membagi ilmu tentang membatik. Bahkan, motif ciptaannya seperti Mina Tani juga diwakafkan kepada seluruh perajin batik tulis bakaran untuk diproduksi.

Hal itu diakui salah seorang pengrajin batik tulis Bakaran Andreas Agus Wibawa. Dirinya mengaku sangat mengenal dan dekat dengan sosok yang pernah meraih penghargaan Upakarti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2006 tersebut.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Kelestarian batik tulis Bakaran tak lepas dari kiprah Bukhori Wiryo Satmoko. Kiprahnya itu, mendapat special achievement Radar Kudus Award 2022 sebagai Tokoh Pelestari Batik Bakaran Pati.

ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus, Pati

NAMA lengkapnya Bukhori Wiryo Satmoko. Biasa dipanggil Mbah Bukhari. Dia sesepuh batik tulis Bakaran yang merupakan batik asli Kabupaten Pati. Nama Bukhori tidak bisa lepas dari batik tulis Bakaran hingga bisa seterkenal hari ini.

Batik ini, memiliki kekhasan dengan ciri khas warna yang gelap dan adanya remekan. Dengan motif-motif yang khas seperti gandrung, bergat ireng, kedelai kecer, gringsing, blebak urang, dan lainnya.

Bukhori merupakan sosok yang cukup berjasa terhadap eksistensi batik tulis Bakaran. Konon pada 1975, batik yang disebut sebagai warisan budaya kerajaan Majapahit ini, nyaris punah dari peredaran pasar. Lantaran minimnya penerus. Karena itu, Bukhori yang mewarisi kemampuan membatik dari leluhurnya, berusaha keras menjadikan batik tulis Bakaran kembali hidup.

Baca Juga :  Lapisi Emas untuk Menarik Pembeli

Bukhori sendiri, generasi kelima pembatik Bakaran. Baginya, melestarikan batik tulis Bakaran menjadi hal yang wajib. ”Ini merupakan warisan budaya leluhur. Harus dilestarikan sampai anak cucu. Batik tulis Bakaran memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kami bersyukur hari ini banyak yang telah mengenal dan menyukai batik ini (barik Bakaran, Red). Selain menjaga warisan budaya, melalui batik ini, juga bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar,” kata Bukhori.

APRESIASI: Bukhori Wiryo Satmoko (kanan) menerima anugerah Jawa Pos Radar Kudus Award 2022. (M. ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Kiprah Bukhori dalam melestarikan batik bakaran telah banyak diakui perajin batik lain. Pria yang memiliki usaha batik dengan merek Tojkro ini, tidak pelit membagi ilmu tentang membatik. Bahkan, motif ciptaannya seperti Mina Tani juga diwakafkan kepada seluruh perajin batik tulis bakaran untuk diproduksi.

Hal itu diakui salah seorang pengrajin batik tulis Bakaran Andreas Agus Wibawa. Dirinya mengaku sangat mengenal dan dekat dengan sosok yang pernah meraih penghargaan Upakarti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2006 tersebut.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/