alexametrics
25 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Masak Tanpa Minyak Goreng dengan Air Fryer

Cepat Matang dan Diklaim Lebih Sehat

Belakangan masyarakat terutama emak-emak dipusingkan dengan langkanya minyak goreng. Selain itu, harganya juga naik. Kini, ada alat pengganti penggorengan tanpa minyak bernama air fryer.

INDAH SUSANTI, Radar Kudus

MAKANAN dengan tekstur crunchy (garing) selalu menjadi favorit banyak orang. Tapi, jenis hidangan yang melewati proses memasak dengan minyak dalam suhu yang tinggi. Berbahaya untuk kesehatan, karena mengandung lemak jenuh.


Oleh karena itu, orang mencari alternatif lain untuk menggoreng. Apalagi sekarang ini harga minyak goreng melambung tinggi.

Saat ini, ada alat pengganti penggorengan tanpa minyak dan tanpa api. Alat bernama air fryer ini, selain bisa bisa digunakan untuk menggoreng, juga bisa untuk memanggang, maupun sekadar memanaskan makanan. Bisa digunakan untuk segala macam masakan. Selain praktis, juga diklaim rendah lemak, tapi rasa tetap enak. Sehingga diklaim menyehatkan.

Air FRYER merupakan alat memasak dengan metode uap panas. Yang menjadikan makanan matang merata. Produk yang terbuat dari perpaduan material aluminium, stainless steel, dan silikon ini, memiliki pemutar untuk menyesuaikan. Juga display LED yang berfungsi untuk memantau waktu.

Salah satu pengguna air fryer Faridatul Mufida mengaku, alat ini cocok untuk memasak dengan berburu waktu. Misalnya, menyiapkan bekal anak sekolah dengan menu naget dan sosis. Dia cukup mencolokkan kabel air fryer, memasukan bahan, kemudian memutar tombol waktu untuk menentukan tingkat kematangan.

”Ini ada petunjuk pengaturannya, kalau memasak naget cukup 20 menit. Hasilnya benar-benar crunchy. Berbeda dengan digoreng menggunakan minyak, nagetnya masih lembek. Pakai air fryer benar-benar kriuk… Anak-anak suka,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketertarikan membeli air fryer ini, karena ingin memasak cepat tanpa minyak goreng. Namun, dia tidak setiap hati memasak dengan air fryer. Hanya saat ingin cepat, karena kesibukannya sebagai perawat serta harus menyediakan makanan anak-anak dan suaminya.

Ia membeli air fryer, dua bulan lalu. Sudah pernah digunakan memasak udang krispi, naget, kentang, ikan, dan memanaskan gorengan yang sudah lembek menjadi kriuk lagi. Dia juga akan mencoba memasak ayam.

Selain itu, alat bertekanan udara ini, juga bisa untuk mengukus hingga memasak aneka makanan, seperti sayur, roti, dan brownies. ”Alat ini (air fryer, Red) bisa menggoreng, memanggang, dan memanaskan. Namun, waktu sampai matang berbeda-beda,” jelasnya.

Baca Juga :  Disambut Kalung Bunga di Arab Saudi, Pulang Bawa Kabar Baik

Ia juga bercerita cara membersihkannya yang cukup mudah. Kalau memasak kentang atau naget cukup dilap bagian saringannya, karena kering. Berbeda dengan ikan, saringan ada minyaknya yang keluar dari ikan. Jadi butuh dicuci dengan sabun.

Bentuk air fryer yang dilengkapi pengatur waktu dan layar LED pemantau waktu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Awal Penggunaan, Tegangan Listrik sampai 1.000 Watt

Air fryer menjadi alat yang serba guna, praktis, cepat matang, dan makanan lebih sehat, karena tanpa menggunakan minyak goreng. Namun di sisi lain, daya listrik yang dibuthkan cukup tinggi. Dengan begitu, sebagian orang masih pikir-pikir menggunakan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami Faridatul Mufida, salah satu pengguna air fryer, alat miliknya menggunakan daya 1.000 watt. Namun, tegangan tertinggi itu saat awal pemakainnya saja. Setelah memasak berjalan, tegangannya turun.

”Memang kalau melihat daya listriknya sangat tinggi. Tapi, hanya angkatan pertama saja,” katanya.

Ia membeli alat tersebut seharga Rp 700 ribu lewat pembelian online. Menurutnya, ada juga air fryer yang seharga Rp 500 ribu. Bahkan, saat diskon bisa hanya Rp 300 ribu. ”Harga segitu menurut saya standar lah. Karena kegunaannya cukup banyak,” ungkapnya.

Ditanya perawatan, dia mengaku cukup mudah. Komponennya aman dibersihkan menggunakan pencuci piring. Dengan begitu, waktu untuk bersih-bersih dapur dan alat masak semakin singkat. Ditambah lagi, bisa menghemat biaya belanja bulanan, karena tidak perlu beli minyak goreng dalam jumlah banyak.

Sebagai perbandingan, membutuhkan 750 mili liter minyak goreng untuk memasak secara manual. Sedangkan, untuk menggoreng dengan air fryer, hanya butuh 15 mili liter minyak goreng. Selain praktis dan hemat, bisa dibilang alat ini dapat mengurangi kadar kolestrol pada makanan. ”Untuk makanan tertentu (menggunakan air fryer) memang masih menggunakan minyak goreng. Seperti menggoreng ikan, agar tidak lengket,” ujarnya.

Dia menambahkan, air fryer sudah dilengkapi dengan termost yang dapat disetel dan memungkinkan untuk menyesuaikan suhu dengan tepat. Dengan begitu, memasak makanan jadi lebih efisien. ”Dengan alat ini, lebih aman karena tak khawatir lagi terciprat minyak goreng panas, seperti saat menggoreng manual,” imbuhnya. (*/lin)






Reporter: Indah Susanti

Belakangan masyarakat terutama emak-emak dipusingkan dengan langkanya minyak goreng. Selain itu, harganya juga naik. Kini, ada alat pengganti penggorengan tanpa minyak bernama air fryer.

INDAH SUSANTI, Radar Kudus

MAKANAN dengan tekstur crunchy (garing) selalu menjadi favorit banyak orang. Tapi, jenis hidangan yang melewati proses memasak dengan minyak dalam suhu yang tinggi. Berbahaya untuk kesehatan, karena mengandung lemak jenuh.

Oleh karena itu, orang mencari alternatif lain untuk menggoreng. Apalagi sekarang ini harga minyak goreng melambung tinggi.

Saat ini, ada alat pengganti penggorengan tanpa minyak dan tanpa api. Alat bernama air fryer ini, selain bisa bisa digunakan untuk menggoreng, juga bisa untuk memanggang, maupun sekadar memanaskan makanan. Bisa digunakan untuk segala macam masakan. Selain praktis, juga diklaim rendah lemak, tapi rasa tetap enak. Sehingga diklaim menyehatkan.

Air FRYER merupakan alat memasak dengan metode uap panas. Yang menjadikan makanan matang merata. Produk yang terbuat dari perpaduan material aluminium, stainless steel, dan silikon ini, memiliki pemutar untuk menyesuaikan. Juga display LED yang berfungsi untuk memantau waktu.

Salah satu pengguna air fryer Faridatul Mufida mengaku, alat ini cocok untuk memasak dengan berburu waktu. Misalnya, menyiapkan bekal anak sekolah dengan menu naget dan sosis. Dia cukup mencolokkan kabel air fryer, memasukan bahan, kemudian memutar tombol waktu untuk menentukan tingkat kematangan.

”Ini ada petunjuk pengaturannya, kalau memasak naget cukup 20 menit. Hasilnya benar-benar crunchy. Berbeda dengan digoreng menggunakan minyak, nagetnya masih lembek. Pakai air fryer benar-benar kriuk… Anak-anak suka,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketertarikan membeli air fryer ini, karena ingin memasak cepat tanpa minyak goreng. Namun, dia tidak setiap hati memasak dengan air fryer. Hanya saat ingin cepat, karena kesibukannya sebagai perawat serta harus menyediakan makanan anak-anak dan suaminya.

Ia membeli air fryer, dua bulan lalu. Sudah pernah digunakan memasak udang krispi, naget, kentang, ikan, dan memanaskan gorengan yang sudah lembek menjadi kriuk lagi. Dia juga akan mencoba memasak ayam.

Selain itu, alat bertekanan udara ini, juga bisa untuk mengukus hingga memasak aneka makanan, seperti sayur, roti, dan brownies. ”Alat ini (air fryer, Red) bisa menggoreng, memanggang, dan memanaskan. Namun, waktu sampai matang berbeda-beda,” jelasnya.

Baca Juga :  Ternyata! Ramadan di Penjara Ada yang Nobar Bola, Ada yang Zikir Semalaman

Ia juga bercerita cara membersihkannya yang cukup mudah. Kalau memasak kentang atau naget cukup dilap bagian saringannya, karena kering. Berbeda dengan ikan, saringan ada minyaknya yang keluar dari ikan. Jadi butuh dicuci dengan sabun.

Bentuk air fryer yang dilengkapi pengatur waktu dan layar LED pemantau waktu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Awal Penggunaan, Tegangan Listrik sampai 1.000 Watt

Air fryer menjadi alat yang serba guna, praktis, cepat matang, dan makanan lebih sehat, karena tanpa menggunakan minyak goreng. Namun di sisi lain, daya listrik yang dibuthkan cukup tinggi. Dengan begitu, sebagian orang masih pikir-pikir menggunakan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami Faridatul Mufida, salah satu pengguna air fryer, alat miliknya menggunakan daya 1.000 watt. Namun, tegangan tertinggi itu saat awal pemakainnya saja. Setelah memasak berjalan, tegangannya turun.

”Memang kalau melihat daya listriknya sangat tinggi. Tapi, hanya angkatan pertama saja,” katanya.

Ia membeli alat tersebut seharga Rp 700 ribu lewat pembelian online. Menurutnya, ada juga air fryer yang seharga Rp 500 ribu. Bahkan, saat diskon bisa hanya Rp 300 ribu. ”Harga segitu menurut saya standar lah. Karena kegunaannya cukup banyak,” ungkapnya.

Ditanya perawatan, dia mengaku cukup mudah. Komponennya aman dibersihkan menggunakan pencuci piring. Dengan begitu, waktu untuk bersih-bersih dapur dan alat masak semakin singkat. Ditambah lagi, bisa menghemat biaya belanja bulanan, karena tidak perlu beli minyak goreng dalam jumlah banyak.

Sebagai perbandingan, membutuhkan 750 mili liter minyak goreng untuk memasak secara manual. Sedangkan, untuk menggoreng dengan air fryer, hanya butuh 15 mili liter minyak goreng. Selain praktis dan hemat, bisa dibilang alat ini dapat mengurangi kadar kolestrol pada makanan. ”Untuk makanan tertentu (menggunakan air fryer) memang masih menggunakan minyak goreng. Seperti menggoreng ikan, agar tidak lengket,” ujarnya.

Dia menambahkan, air fryer sudah dilengkapi dengan termost yang dapat disetel dan memungkinkan untuk menyesuaikan suhu dengan tepat. Dengan begitu, memasak makanan jadi lebih efisien. ”Dengan alat ini, lebih aman karena tak khawatir lagi terciprat minyak goreng panas, seperti saat menggoreng manual,” imbuhnya. (*/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/