alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Benarkah Si Tutul Bangkit dari Punah?

Keberadaan macan tutul di kawasan Pegunungan Lasem belakangan menjadi perhatian. Satwa liar itu diperkirakan masih ada. Indikasinya, kerap ditemukannya hewan buruan seperti babi hutan dan kijang serta landak.

SAAT itu, Koh Lam beserta kawan-kawannya sedang menjelajah kawasan Pegunungan Lasem. Sebagai pegiat komunitas sejarah, memang kegiatan seperti itu kerap ia lakukan. Telisak-telisik ke berbagai tempat. Namun langkahnya harus terhenti, saat dihadang babi hutan.

Ia bersama komunitas sedang melakukan jelajah ke Gunung Argo melalui jalur kalimancur. Selain babi hutan, ia juga pernah menjumpai kijang. “Saya sendiri pernah dihadang babi hutan di alas kemiri gunting. Siang pukul 11.00. Sekitar lima sampai enam,” katanya.


Ya, kawasan hutan di area Lasem memang masih dihuni beberapa satwa liar. Terkadang ada para pendaki yang ketemu babi hutan. Seperti pengalaman pendaki, Tia, saat hendak mendaki di jalur Gunung Argo. Saat itu, ia hendak menyusul rombongan. “Kami dalam perjalanan malam,” kenangnya.

Tiba-tiba langkahnya harus terhenti ketika melihat dua ekor babi hutan. Sebesar kambing. Jaraknya sekitar enam meter dari tempatnya berdiri.

Selain itu, Tia juga mendengar adanya habitat macan yang masih menghuni di kawasan hutan Lasem. Saat itu, kenang dia, ia bersama komunitas pendaki sedang melaksanakan cek lapangan untuk kegiatan pelatihan pecinta alam. Peppy, suami Tia, mendengar cerita bahwa masih ada habitat macan di tempat ini. “Ya ada cerita itu. Saya sendiri ya kurang tahu macan apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Tempat Ibadah Saling Berhadapan, Adik Pendiri Masjid Jadi Pendeta

Baru-baru ini, keberadaan macan di kawasan Lasem sedang mendapat perhatian. Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno menyampaikan, adanya kemungkinan macan tutul di Gunung Lasem. Saat ini sudah dipasang kamera trap di lima titik.

“Di Gunung Lasem. Kemungkinan di Pulau Jawa ini masih terjebak satwa-satwa di dalam hutan,” katanya.

Selain macan tutul, juga ada satwa-satwa lain seperti merak hijau dan burung elang laut. Setelah pemasangan kamera akan dipantau sebulan sekali. Sehingga apabila ada satwa melintas bisa terekam. “Dia (macan tutul, red) dilindungi. Tidak boleh diburu,” katanya.

Jika ada satwa seperti babi hutan, kemungkinan keberadaan macan tutul juga masih ada. Sebab ada bahan buruan untuk hewan karnivora itu. Didik Raharyono, dari Peduli Karnivor Jawa menyampaikan, pihaknya pernah mendapat laporan dari pemburu bajing yang melihat macan.

Sementara, di sekitar Gunung Butak, kata dia, ada sebuah penelitian disertasi yang mengatakan macan tutul sudah punah lokal. “Dalam riset untuk macan tutul di Jawa Tengah, daerah situ memang tidak terlaporkan ada macan tutul. Penelitiannya di atas 2010,” ujarnya.

Namun, jika mendengar laporan di lapangan, kemungkinan masih ada. Tersebar di kawasan Lasem hingga Tuban. Nanti akan menyambung di wilayah Blora. Pada 2017, di kawasan Cepu masih ditemukan jejak di cagar alam Cabak, Cepu. (him)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Keberadaan macan tutul di kawasan Pegunungan Lasem belakangan menjadi perhatian. Satwa liar itu diperkirakan masih ada. Indikasinya, kerap ditemukannya hewan buruan seperti babi hutan dan kijang serta landak.

SAAT itu, Koh Lam beserta kawan-kawannya sedang menjelajah kawasan Pegunungan Lasem. Sebagai pegiat komunitas sejarah, memang kegiatan seperti itu kerap ia lakukan. Telisak-telisik ke berbagai tempat. Namun langkahnya harus terhenti, saat dihadang babi hutan.

Ia bersama komunitas sedang melakukan jelajah ke Gunung Argo melalui jalur kalimancur. Selain babi hutan, ia juga pernah menjumpai kijang. “Saya sendiri pernah dihadang babi hutan di alas kemiri gunting. Siang pukul 11.00. Sekitar lima sampai enam,” katanya.

Ya, kawasan hutan di area Lasem memang masih dihuni beberapa satwa liar. Terkadang ada para pendaki yang ketemu babi hutan. Seperti pengalaman pendaki, Tia, saat hendak mendaki di jalur Gunung Argo. Saat itu, ia hendak menyusul rombongan. “Kami dalam perjalanan malam,” kenangnya.

Tiba-tiba langkahnya harus terhenti ketika melihat dua ekor babi hutan. Sebesar kambing. Jaraknya sekitar enam meter dari tempatnya berdiri.

Selain itu, Tia juga mendengar adanya habitat macan yang masih menghuni di kawasan hutan Lasem. Saat itu, kenang dia, ia bersama komunitas pendaki sedang melaksanakan cek lapangan untuk kegiatan pelatihan pecinta alam. Peppy, suami Tia, mendengar cerita bahwa masih ada habitat macan di tempat ini. “Ya ada cerita itu. Saya sendiri ya kurang tahu macan apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Tempat Ibadah Saling Berhadapan, Adik Pendiri Masjid Jadi Pendeta

Baru-baru ini, keberadaan macan di kawasan Lasem sedang mendapat perhatian. Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno menyampaikan, adanya kemungkinan macan tutul di Gunung Lasem. Saat ini sudah dipasang kamera trap di lima titik.

“Di Gunung Lasem. Kemungkinan di Pulau Jawa ini masih terjebak satwa-satwa di dalam hutan,” katanya.

Selain macan tutul, juga ada satwa-satwa lain seperti merak hijau dan burung elang laut. Setelah pemasangan kamera akan dipantau sebulan sekali. Sehingga apabila ada satwa melintas bisa terekam. “Dia (macan tutul, red) dilindungi. Tidak boleh diburu,” katanya.

Jika ada satwa seperti babi hutan, kemungkinan keberadaan macan tutul juga masih ada. Sebab ada bahan buruan untuk hewan karnivora itu. Didik Raharyono, dari Peduli Karnivor Jawa menyampaikan, pihaknya pernah mendapat laporan dari pemburu bajing yang melihat macan.

Sementara, di sekitar Gunung Butak, kata dia, ada sebuah penelitian disertasi yang mengatakan macan tutul sudah punah lokal. “Dalam riset untuk macan tutul di Jawa Tengah, daerah situ memang tidak terlaporkan ada macan tutul. Penelitiannya di atas 2010,” ujarnya.

Namun, jika mendengar laporan di lapangan, kemungkinan masih ada. Tersebar di kawasan Lasem hingga Tuban. Nanti akan menyambung di wilayah Blora. Pada 2017, di kawasan Cepu masih ditemukan jejak di cagar alam Cabak, Cepu. (him)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/