alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Kabar Serda Dwi Nugroho Kru KRI Nanggala-402

REMBANG – Kapal Selam KRI Nanggala-402 berstatus on enternal patrol (sedang berpatroli selamanya). Serda Dwi Nugroho, salah satu warga Rembang juga berada di dalamnya. Keluarga di rumah masih menunggu kabar. Apapun keadaannya, ayahanda tetap bangga, anaknya menjalankan tugas Negara.

”ADA kabar baik ?,” ucap Sudiyanto, ayah Serda Dwi Nugroho, salah satu kru KRI Nanggala-402 saat menyambut wartawan koran ini di kediamannya Desa Sumbergirang, Lasem kemarin. Kapal selam yang dijuluki monster laut itu sudah hilang kontak sejak 21/4 kemarin.

Dalam perkembangan sebagaimana yang diberitakan Jawa Pos, hingga 25/4, Kapal Selam buatan Jerman itu dipastikan masuk fase subsunk (tenggelam). Nasib awak kapal masih belum diketahui.


Di Rembang, Sudiyanto masih menunggu kabar. Dia mengetahui kabar tersebut dari berita di televisi bahwa KRI Nanggala 402 hilang kontak. Sudiyanto memang tahu bahwa anaknya merupakan salah satu kru KRI Nanggala.

Serda Dwi Nugroho sendiri mengikuti pendidikan militer sekitar 2001 silam. Ia sempat bertugas di Ambon. Dan, pada 2007 mulai bergabung menjadi kru kapal selam. Foto Serda Dwi saat menjadi calon awak Kapal Selam masih terpajang di ruang tamu. Tampil bersama rekan-rekan lainnya yang berpakaian seragam putih.

Baca Juga :  Bertarung Bersama Cidera Tulang: Medali Perak Tarung Derajat di PON Papua

Menjadi prajurit TNI, kata Sudiyanto, memang sudah menjadi cita-cita Serda Dwi Nugroho. Ugik –sapaan akrab Dwi Nugroho di kampung-, sempat mengikuti beberapa kali seleksi masuk tentara. Pernah juga gagal. Namun itu tak memutuskan semangatnya. Hingga ia diterima sebagai angkatan laut.

Setelah Ugik menjadi prajurit TNI, pihak keluarga sudah siap dengan segala risiko dalam mengabdi kepada negara. ”Memang cita-citanya begitu (menjadi TNI,Red),” katanya.

Setiap berlayar sampai luar Jawa, Ugik selalu mengabari orang tua. Namun, ketika hendak latihan di KRI Nanggala Sudiyanto belum mendapatkan kabar. Ia terakhir bertemu dengan anak keduanya itu ketika Hari Raya Idul Adha lalu. Dan kontak terakhir sekitar sebulan lalu melalui telepon.

Ia berharap, KRI Nanggala bisa segera ditemukan bersama dengan kru di dalamnya. ”Kalau bisa terselamatkan. Tuhan yang menentukan,” imbuhnya. Apabila ada kehendak lain dari Yang Maha Kuasa, Sudiyanto tetap bangga terhadap anaknya yang sedang menjalankan tugas sebagai prajurit.

Selain Serda Dwi Nugroho, di Rembang juga ada Letda Munawir, warga Desa Pacar Rembang yang juga menjadi salah satu kru Kapal Selam KRI Nanggala 402. (*)

REMBANG – Kapal Selam KRI Nanggala-402 berstatus on enternal patrol (sedang berpatroli selamanya). Serda Dwi Nugroho, salah satu warga Rembang juga berada di dalamnya. Keluarga di rumah masih menunggu kabar. Apapun keadaannya, ayahanda tetap bangga, anaknya menjalankan tugas Negara.

”ADA kabar baik ?,” ucap Sudiyanto, ayah Serda Dwi Nugroho, salah satu kru KRI Nanggala-402 saat menyambut wartawan koran ini di kediamannya Desa Sumbergirang, Lasem kemarin. Kapal selam yang dijuluki monster laut itu sudah hilang kontak sejak 21/4 kemarin.

Dalam perkembangan sebagaimana yang diberitakan Jawa Pos, hingga 25/4, Kapal Selam buatan Jerman itu dipastikan masuk fase subsunk (tenggelam). Nasib awak kapal masih belum diketahui.

Di Rembang, Sudiyanto masih menunggu kabar. Dia mengetahui kabar tersebut dari berita di televisi bahwa KRI Nanggala 402 hilang kontak. Sudiyanto memang tahu bahwa anaknya merupakan salah satu kru KRI Nanggala.

Serda Dwi Nugroho sendiri mengikuti pendidikan militer sekitar 2001 silam. Ia sempat bertugas di Ambon. Dan, pada 2007 mulai bergabung menjadi kru kapal selam. Foto Serda Dwi saat menjadi calon awak Kapal Selam masih terpajang di ruang tamu. Tampil bersama rekan-rekan lainnya yang berpakaian seragam putih.

Baca Juga :  Main Keroncong di Tiga Negara, Pulang Lahirkan Tiga Album

Menjadi prajurit TNI, kata Sudiyanto, memang sudah menjadi cita-cita Serda Dwi Nugroho. Ugik –sapaan akrab Dwi Nugroho di kampung-, sempat mengikuti beberapa kali seleksi masuk tentara. Pernah juga gagal. Namun itu tak memutuskan semangatnya. Hingga ia diterima sebagai angkatan laut.

Setelah Ugik menjadi prajurit TNI, pihak keluarga sudah siap dengan segala risiko dalam mengabdi kepada negara. ”Memang cita-citanya begitu (menjadi TNI,Red),” katanya.

Setiap berlayar sampai luar Jawa, Ugik selalu mengabari orang tua. Namun, ketika hendak latihan di KRI Nanggala Sudiyanto belum mendapatkan kabar. Ia terakhir bertemu dengan anak keduanya itu ketika Hari Raya Idul Adha lalu. Dan kontak terakhir sekitar sebulan lalu melalui telepon.

Ia berharap, KRI Nanggala bisa segera ditemukan bersama dengan kru di dalamnya. ”Kalau bisa terselamatkan. Tuhan yang menentukan,” imbuhnya. Apabila ada kehendak lain dari Yang Maha Kuasa, Sudiyanto tetap bangga terhadap anaknya yang sedang menjalankan tugas sebagai prajurit.

Selain Serda Dwi Nugroho, di Rembang juga ada Letda Munawir, warga Desa Pacar Rembang yang juga menjadi salah satu kru Kapal Selam KRI Nanggala 402. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/