alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Toleransi di Natal GITJ Kedungmulyo, Jepara

Umat Muslim Jadi Tim Pengaman Perayaan

Di Dukuh Kedungmulyo, Desa Karanggondang, Mlonggo, Jepara, ada gereja yang bersebelahan dengan musala. Namanya Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Kedungmulyo. Selama pelaksanaan Natal umat muslim  turut jadi bagian keamanan di perayaan gereja itu. Begitu juga sebaliknya ketika Idul Fitri atau kegiatan keagamaan lainnya.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

TEMPAT cuci tangan terpasang di depan GITJ Kedungmulyo, Karanggodang, Mlonggo, Jepara. Lengkap dengan tempat sabun.


Di samping gereja itu tampak musala. Suara azan Dhuhur dari musala terdengar. Hal itu tak jadi masalah bagi masyarakat di situ yang 70 persen Kristen.

Masyarakat Kristen dan Muslim di lokasi itu sudah terbiasa saling mendukung di tiap perayaan besar umat muslim atau nasrani.

Natal tahun ini, umat muslim di lokasi itu ikut menjaga keamaan. Itu kesepakatan bersama antara masyrakat muslim dan Kristen setempat.

”Di Desa Karanggondang ini, antara umat Islam dan Kristen saling berdampingan,” ujar Bupati Dian Kristiandi saat memantau protokol kesehatan dan kesiapan Natal dan tahun baru belum lama ini.

Baca Juga :  Latihan Tatap Muka Sekali Juara III Lomba Baca Maulid Internasional

Setelah dari gereja, Andi mengunjungi musala yang letaknya berdampingan dengan gereja tersebut.

Pendeta GITJ Kedungmulyo Theofilus Weko Hadi mengaku selama berlangsung kegiatan agama, ada Pamsimas yang bertugas menjaga keamanan kegiatan. Isinya terdiri dari masyarakat beragama Islam dan Kristen.

”Selama Natal, biasanya yang menjaga dari saudara kami yang muslim. Sehingga kami dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” terang Theofilus Weko Hadi.

Oleh sebab itu, selama perayaan natal, tak jarang umat Islam membantu pengamanan perayaan umat Kristiani.

Andi menuturkan di Desa Karanggondang penduduknya mayoritas beragama Islam. Sekitar 60 persen. Namun, sisanya beragama Kristen.

”Harapan saya, khusus di Jepara, Jawa Tengah, bahkan Indonesia, bisa sama-sama menciptakan terjalinnya persatuan, kesatuan, gotong royong, dan semangat untuk menjaga NKRI,” tandasnya. (*/zen)

Di Dukuh Kedungmulyo, Desa Karanggondang, Mlonggo, Jepara, ada gereja yang bersebelahan dengan musala. Namanya Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Kedungmulyo. Selama pelaksanaan Natal umat muslim  turut jadi bagian keamanan di perayaan gereja itu. Begitu juga sebaliknya ketika Idul Fitri atau kegiatan keagamaan lainnya.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

TEMPAT cuci tangan terpasang di depan GITJ Kedungmulyo, Karanggodang, Mlonggo, Jepara. Lengkap dengan tempat sabun.

Di samping gereja itu tampak musala. Suara azan Dhuhur dari musala terdengar. Hal itu tak jadi masalah bagi masyarakat di situ yang 70 persen Kristen.

Masyarakat Kristen dan Muslim di lokasi itu sudah terbiasa saling mendukung di tiap perayaan besar umat muslim atau nasrani.

Natal tahun ini, umat muslim di lokasi itu ikut menjaga keamaan. Itu kesepakatan bersama antara masyrakat muslim dan Kristen setempat.

”Di Desa Karanggondang ini, antara umat Islam dan Kristen saling berdampingan,” ujar Bupati Dian Kristiandi saat memantau protokol kesehatan dan kesiapan Natal dan tahun baru belum lama ini.

Baca Juga :  Miniatur Truk, Hanya Dijual saat Dandangan dan Kupatan

Setelah dari gereja, Andi mengunjungi musala yang letaknya berdampingan dengan gereja tersebut.

Pendeta GITJ Kedungmulyo Theofilus Weko Hadi mengaku selama berlangsung kegiatan agama, ada Pamsimas yang bertugas menjaga keamanan kegiatan. Isinya terdiri dari masyarakat beragama Islam dan Kristen.

”Selama Natal, biasanya yang menjaga dari saudara kami yang muslim. Sehingga kami dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” terang Theofilus Weko Hadi.

Oleh sebab itu, selama perayaan natal, tak jarang umat Islam membantu pengamanan perayaan umat Kristiani.

Andi menuturkan di Desa Karanggondang penduduknya mayoritas beragama Islam. Sekitar 60 persen. Namun, sisanya beragama Kristen.

”Harapan saya, khusus di Jepara, Jawa Tengah, bahkan Indonesia, bisa sama-sama menciptakan terjalinnya persatuan, kesatuan, gotong royong, dan semangat untuk menjaga NKRI,” tandasnya. (*/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/