alexametrics
25.7 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Pudik Harto, Kades Nglobo, Blora

Sempat Diremehkan, Angkat Desa Jadi Juara 2 Nasional

Perjuangan Pudik Harto, Kades Desa Nglobo, Kecamatan Jiken Blora untuk mengangkat desa wisata di Desanya patut dicungi jempol. Berkat kerja kerasnya bersama warganya tersebut akhirnya bisa membawa desanya menjadi juara 2 tingkat nasional. Bahkan seorang menteri sampai kepencut dengan desanya tersebut.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Desa Nglobo, Kecamatan Jiken Blora bakal jadi juara 2 tingkat nasional dalam ajang acara Gebyar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XXII di Kementerian Desa dan PDTT. Bahkan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar kepincut langsung di desanya tersebut. Ini berkat perjuanggannya dalam menjadikan Desa Nglobo menjadi desa wisata.

Pudik Harto mengaku, dia hanya berniat untuk mengabdi kepada masyarakat. Untuk itu, melihat desanya yang tidak memiliki bengkok, dia berfikir keras agar warga desanya dan perangkat bisa seperti desa lainnya. Ekonomi maju dan desanya bisa berkembang. Masyarakt juga senang. Ekonomi berputar dan terus didatangi wisatawan.


Kesempatan itu akhirnya muncul. Tahun 2019 dia cuti dari ASN untuk mencalonkan diri jadi Kades. Gayung bersambut dan terpilih jadi Kepala Desa. Kesepakatan itupun dimanfaatkan degan sangat baik.

“Saat itu saya memiliki visi misi menjadikan Desa Nglobo jadi desa wisata. Karena ada di tengah-tengah hutan. Notabennya tidak punya tanah bengkok dan lainnya. Karena pendapatan asli desa yang kecil, jadi saya berfikir bagiamana caranya menaikkan PAD. Alhamdulillah terkabul,” terangnya bahagia.

Bersama dengan warga dan rekan-rekannya, pria kelahiran 1979 ini mulai membuka medos soal desa rintisan. Diapun terus belajar dan mengasah wawasannya tersbut. Sehingga terbesit untuk mengubah desanya jadi desa wisata.

“Idealnya jadi desa wisata itu 3 tahun. Ini 2 tahun sudah bisa juara tingkat nasional. Motivasi awalnya agar bisa menaikkan PAD Desa dan membangkitkan perekonomian warga. Sebab perangkat selama ini hanya dapat insentif tak seberapa. Dengan Adanya desa wisata ini, sedikit demi sedikit perekonomian jalan,” tambahnya.

Meski begitu, perjuangannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk merubah maindsade warga, pertama-tama dia mengajak RT membuat taman kecil. Hanya di Rt-nya saja. Sempat  juga diwelehke (diejek, red). Namun terus dilakukan.

Setelah jadi, kemudian taman itu di buat selfy. Hasilnya luar biasa. Berbagai pujian datang. Melihat respon positif masyarakat, selanjutnya dia minta setiap RT membuat taman dan berlomba-lomba dengan kreasi masing-masing. Bahkan terus menjalar sampai meluas sepanjang jalan desa. Sejak saat itu, masyarakat termotivasi dan mulai membuat sport yang lebih besar.

Baca Juga :  Airlangga: Pengembangan Desa Wisata Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

“Sekarang masyarakat sadar. Memang perjuangan kita menyakinkan masyarakat butuh proses dan kegighan. Sekarang, setiap perlombaan pasti ikut. Untuk mengangkat Nglobo. Soal juara urusan belakang,” jelas alumni DIV Keperawatan Poltikes Semarang ini.

Laki-laki yang tinggal di Desa Nglobo Rt 02/Rw 02 Desa Nglobo, Jiken ini juga membuat Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna “Wadah Karya Lestari”. Sudah jalan. Akhirnya menciptakan sport menarik di desa. Ada taman soting, assesoris bahan bekas, pemandian air hangat dan hasil karya dari limbah-limbah yang ada. Ada fas bunga, batok kelapa, aquarium mini, penghias meja yang ada kaca, ada becermin dari bahan bekas, tas dari sisa bungkus kopi, taplak, tempat tisu dan masih banyak lagi.

Tahun 2020, sempat tejadi pandemi. Banyak tenaga kerja di PHK. Dia terus berfikir bagaimana memanfaatkan potensi desa yang ada dan membuat sesuatu yang bernilai tinggi. Menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bisa mengangkat ekonomi desa.

Pihkanya juga terus berusaha membuka jaringan supaya mengangkat karya warganya. Gayung bersambut, akhirnya mendapat pendampingan dari tenaga ahli PMD. Setelah itu memacu semangat dan terus berkarya.

“Kami sadar desa wisata harus jaga kebersihan. 2021 ikut seleksi tingkat jateng dan lolos. Dengan dibantu kreator, akhirnya sampai ke Nasional dan jadi juara 2 Nasional,” jelas suami dari Denok Sriwahyuni .

Saat ini, perekonomian masyarakat mulai tertata. Masyarakat mau usaha kecil-kecilan. Dengan adanya tempat wisata, muncul warung-warung. “Dilokasi Wisata sekarang ada belasan warung. Impian saya bisa menunjang mereka akhirnya tercapai. Bahkan setiap akhir pekan, pengunjung bisa sampai 100-an. Harian bisa 50-an pengunjung,” tambahnya.

Untuk Wisata unggulan sendiri saat ini pemandian air panas. “Itu dulu untuk terapi penyakit kulit, pegel danlainnya. Wisatawan yang masuk juga tidak bayar. Baru sukarela. Sebab baru pengembangan,” jelasnya.

Anak ke 4 dari 6 bersaudara ini berharap desa wisata yang ia dan warga rintis bisa terus berkembang. Wisatawan juga terus berdatangan. Bisa membawa nama Desa Nglobo dikenal masayrakat luas dengan keindahan dan keunggulannya. (*)






Reporter: Subekan

Perjuangan Pudik Harto, Kades Desa Nglobo, Kecamatan Jiken Blora untuk mengangkat desa wisata di Desanya patut dicungi jempol. Berkat kerja kerasnya bersama warganya tersebut akhirnya bisa membawa desanya menjadi juara 2 tingkat nasional. Bahkan seorang menteri sampai kepencut dengan desanya tersebut.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Desa Nglobo, Kecamatan Jiken Blora bakal jadi juara 2 tingkat nasional dalam ajang acara Gebyar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XXII di Kementerian Desa dan PDTT. Bahkan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar kepincut langsung di desanya tersebut. Ini berkat perjuanggannya dalam menjadikan Desa Nglobo menjadi desa wisata.

Pudik Harto mengaku, dia hanya berniat untuk mengabdi kepada masyarakat. Untuk itu, melihat desanya yang tidak memiliki bengkok, dia berfikir keras agar warga desanya dan perangkat bisa seperti desa lainnya. Ekonomi maju dan desanya bisa berkembang. Masyarakt juga senang. Ekonomi berputar dan terus didatangi wisatawan.

Kesempatan itu akhirnya muncul. Tahun 2019 dia cuti dari ASN untuk mencalonkan diri jadi Kades. Gayung bersambut dan terpilih jadi Kepala Desa. Kesepakatan itupun dimanfaatkan degan sangat baik.

“Saat itu saya memiliki visi misi menjadikan Desa Nglobo jadi desa wisata. Karena ada di tengah-tengah hutan. Notabennya tidak punya tanah bengkok dan lainnya. Karena pendapatan asli desa yang kecil, jadi saya berfikir bagiamana caranya menaikkan PAD. Alhamdulillah terkabul,” terangnya bahagia.

Bersama dengan warga dan rekan-rekannya, pria kelahiran 1979 ini mulai membuka medos soal desa rintisan. Diapun terus belajar dan mengasah wawasannya tersbut. Sehingga terbesit untuk mengubah desanya jadi desa wisata.

“Idealnya jadi desa wisata itu 3 tahun. Ini 2 tahun sudah bisa juara tingkat nasional. Motivasi awalnya agar bisa menaikkan PAD Desa dan membangkitkan perekonomian warga. Sebab perangkat selama ini hanya dapat insentif tak seberapa. Dengan Adanya desa wisata ini, sedikit demi sedikit perekonomian jalan,” tambahnya.

Meski begitu, perjuangannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk merubah maindsade warga, pertama-tama dia mengajak RT membuat taman kecil. Hanya di Rt-nya saja. Sempat  juga diwelehke (diejek, red). Namun terus dilakukan.

Setelah jadi, kemudian taman itu di buat selfy. Hasilnya luar biasa. Berbagai pujian datang. Melihat respon positif masyarakat, selanjutnya dia minta setiap RT membuat taman dan berlomba-lomba dengan kreasi masing-masing. Bahkan terus menjalar sampai meluas sepanjang jalan desa. Sejak saat itu, masyarakat termotivasi dan mulai membuat sport yang lebih besar.

Baca Juga :  Kenalkan Produk Ramah Lingkungan ke Luar Negeri

“Sekarang masyarakat sadar. Memang perjuangan kita menyakinkan masyarakat butuh proses dan kegighan. Sekarang, setiap perlombaan pasti ikut. Untuk mengangkat Nglobo. Soal juara urusan belakang,” jelas alumni DIV Keperawatan Poltikes Semarang ini.

Laki-laki yang tinggal di Desa Nglobo Rt 02/Rw 02 Desa Nglobo, Jiken ini juga membuat Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna “Wadah Karya Lestari”. Sudah jalan. Akhirnya menciptakan sport menarik di desa. Ada taman soting, assesoris bahan bekas, pemandian air hangat dan hasil karya dari limbah-limbah yang ada. Ada fas bunga, batok kelapa, aquarium mini, penghias meja yang ada kaca, ada becermin dari bahan bekas, tas dari sisa bungkus kopi, taplak, tempat tisu dan masih banyak lagi.

Tahun 2020, sempat tejadi pandemi. Banyak tenaga kerja di PHK. Dia terus berfikir bagaimana memanfaatkan potensi desa yang ada dan membuat sesuatu yang bernilai tinggi. Menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bisa mengangkat ekonomi desa.

Pihkanya juga terus berusaha membuka jaringan supaya mengangkat karya warganya. Gayung bersambut, akhirnya mendapat pendampingan dari tenaga ahli PMD. Setelah itu memacu semangat dan terus berkarya.

“Kami sadar desa wisata harus jaga kebersihan. 2021 ikut seleksi tingkat jateng dan lolos. Dengan dibantu kreator, akhirnya sampai ke Nasional dan jadi juara 2 Nasional,” jelas suami dari Denok Sriwahyuni .

Saat ini, perekonomian masyarakat mulai tertata. Masyarakat mau usaha kecil-kecilan. Dengan adanya tempat wisata, muncul warung-warung. “Dilokasi Wisata sekarang ada belasan warung. Impian saya bisa menunjang mereka akhirnya tercapai. Bahkan setiap akhir pekan, pengunjung bisa sampai 100-an. Harian bisa 50-an pengunjung,” tambahnya.

Untuk Wisata unggulan sendiri saat ini pemandian air panas. “Itu dulu untuk terapi penyakit kulit, pegel danlainnya. Wisatawan yang masuk juga tidak bayar. Baru sukarela. Sebab baru pengembangan,” jelasnya.

Anak ke 4 dari 6 bersaudara ini berharap desa wisata yang ia dan warga rintis bisa terus berkembang. Wisatawan juga terus berdatangan. Bisa membawa nama Desa Nglobo dikenal masayrakat luas dengan keindahan dan keunggulannya. (*)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/