alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Sosok Pratama Arhan di Mata Ibunda

Pesan Ibunda untuk Pratama Arhan usai Cetak Gol Spektakuler

Pratama Arhan Alif Rifai ikut andil dalam kemenangan Indonesia (4-1) saat menghadapi Malaysia di fase grup Piala AFF 2021 di Singapura Minggu (19/12). Senin (20/12) pemain asal Blora itu genap berusia 20 tahun. Ibunya menyiapkan tumpeng. Tiap hari dia selalu telepon ibunya, Surati.

SUBEKAN, Radar Kudus

KELUARGA, saudara, dan tetangga berkumpul di rumah orang tua Pratama Arhan Alif Rifai Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, Minggu (19/12) malam. Lewat saluran televisi ukuran 21 inch mereka menyaksikan pertandingan fase grup Piala AFF 2021 di Stadion Nasional, Kallang, Singapura, Minggu (19/12).


Ketegangan terlihat di wajah mereka pada menit ke 43, ketika Arhan mencoba memasukkan bola ke gawang Malaysia. Dia gagal cetak gol karena sepakan bolanya berhasil dihadang bek Malaysia. Walaupun akhirnya berhasil di-finishing baik oleh Irfan Jaya.

Kesempatan untuk cetak gol datang pada lima menit di babak kedua. Arhan berhasil menjebol gawang Malaysia dengan tendangan lambungnya.

Keluarga, saudara, dan tetangga yang melihat momen itu yang awalnya duduk tenang-tegang langsung meloncat kegirangan. Bersorak sorai. Bertepuk tangan. Berjabat tangan, mengacungkan jempol, dan memberi lambang cinta lewat tangan. Saudara perempuan juga tak henti-hentinya memberikan ciuman jauh ke Arhan.

Saat Jawa Pos Radar Kudus datang ke rumah orang tua Arhan di Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, tampak sederhana. Lantainya tanah. Dindingnya terbuat kayu bercat hijau. Perabotan rumah juga tak ada barang yang mewah. Televisi berukuran 21 inch. Di atasnya terpasang baner tertulis best young player. Di samping kanan dan kiri televisi, piala Arhan berjajar. Lampu terpasang juga tak terlalu terang 15 watt.

SEDERHANA: Rumah Arhan di Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, tampak sangat sederhana kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Senin (20/12) Arhan berusia 20 tahun. Surati, ibu Pratama Arhan Alif Rifai mengaku, meski anaknya tidak dirumah, namun tiap tahun dia selalu menyiakan tumpengan di rumah. “Walaupun tidak dirumah, kami selalu buat tumpengan untuknya. Isinya nasi kuning, lauk pauk, panggang ayam dan lainnya,” terangnya kemarin.

Baca Juga :  Ketahuan Open BO, Suami Minggat

Dia berpesan, agar anaknya tetap jadi anak yang baik dan saleh. ”Walaupun sudah sukses, jangan pernah lupa dengan asal-usulnya. Tetap rendah hati. Jangan lupa ibadah,” pesannya kemarin.

Perempuan yang istiqomah puasa Senin-Kamis ini menceritakan, anaknya memang suka sepak bola sejak masih SD. Bahkan sering main sepak bola menggunakan bola plastik di depan rumah tetangga yang memiliki lahan luas.

Selanjutnya, saat kelas IV SD dia ikut kakaknya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Mustika Blora. Saat itu usianya 11 tahun (2012-2015). Lulus sekolah, kemudian pindah ke Terang Bangsa hingga lulus SMA (2015-2018). Berikutnya bergabung ke PSIS Semarang pada 2018.

Setelah dua tahun di tim junior PSIS, anaknya dipromosikan ke tim utama pada 2020 hingga ke Timnas Indonesia seperti saat ini. ”Sudah pernah main di Tailand, Singapura, Krowasiya, dan Spanyol. Saya belum diajak. Mungkin suatu saat kita terbang ke sana. Insya allah,” terangnya.

Dia mengaku atas prestasi itu, keluarga bahagia dan bangga. Permainannya sangat bagus sekali. Semua campur aduk. Tidak menyangka bisa jadi seperti itu. Habis main langsung ngabari. ”Puji syukur alhamdulillah menang. Ibu berpesan ya jangan puas dulu. Tetap berjuang,” tambahnya.

Menurutnya, sang anak memiliki kebiasaan vedeo call tiap hari. Minta doa restu. ”Ya didoakan semoga lancar pertandingannya. Semoga kita selalu beruntung berjaya dan sukses dan memang di piala AFF,” imbuhnya. (*/zen)

Pratama Arhan Alif Rifai ikut andil dalam kemenangan Indonesia (4-1) saat menghadapi Malaysia di fase grup Piala AFF 2021 di Singapura Minggu (19/12). Senin (20/12) pemain asal Blora itu genap berusia 20 tahun. Ibunya menyiapkan tumpeng. Tiap hari dia selalu telepon ibunya, Surati.

SUBEKAN, Radar Kudus

KELUARGA, saudara, dan tetangga berkumpul di rumah orang tua Pratama Arhan Alif Rifai Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, Minggu (19/12) malam. Lewat saluran televisi ukuran 21 inch mereka menyaksikan pertandingan fase grup Piala AFF 2021 di Stadion Nasional, Kallang, Singapura, Minggu (19/12).

Ketegangan terlihat di wajah mereka pada menit ke 43, ketika Arhan mencoba memasukkan bola ke gawang Malaysia. Dia gagal cetak gol karena sepakan bolanya berhasil dihadang bek Malaysia. Walaupun akhirnya berhasil di-finishing baik oleh Irfan Jaya.

Kesempatan untuk cetak gol datang pada lima menit di babak kedua. Arhan berhasil menjebol gawang Malaysia dengan tendangan lambungnya.

Keluarga, saudara, dan tetangga yang melihat momen itu yang awalnya duduk tenang-tegang langsung meloncat kegirangan. Bersorak sorai. Bertepuk tangan. Berjabat tangan, mengacungkan jempol, dan memberi lambang cinta lewat tangan. Saudara perempuan juga tak henti-hentinya memberikan ciuman jauh ke Arhan.

Saat Jawa Pos Radar Kudus datang ke rumah orang tua Arhan di Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, tampak sederhana. Lantainya tanah. Dindingnya terbuat kayu bercat hijau. Perabotan rumah juga tak ada barang yang mewah. Televisi berukuran 21 inch. Di atasnya terpasang baner tertulis best young player. Di samping kanan dan kiri televisi, piala Arhan berjajar. Lampu terpasang juga tak terlalu terang 15 watt.

SEDERHANA: Rumah Arhan di Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, tampak sangat sederhana kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Senin (20/12) Arhan berusia 20 tahun. Surati, ibu Pratama Arhan Alif Rifai mengaku, meski anaknya tidak dirumah, namun tiap tahun dia selalu menyiakan tumpengan di rumah. “Walaupun tidak dirumah, kami selalu buat tumpengan untuknya. Isinya nasi kuning, lauk pauk, panggang ayam dan lainnya,” terangnya kemarin.

Baca Juga :  Ketahuan Open BO, Suami Minggat

Dia berpesan, agar anaknya tetap jadi anak yang baik dan saleh. ”Walaupun sudah sukses, jangan pernah lupa dengan asal-usulnya. Tetap rendah hati. Jangan lupa ibadah,” pesannya kemarin.

Perempuan yang istiqomah puasa Senin-Kamis ini menceritakan, anaknya memang suka sepak bola sejak masih SD. Bahkan sering main sepak bola menggunakan bola plastik di depan rumah tetangga yang memiliki lahan luas.

Selanjutnya, saat kelas IV SD dia ikut kakaknya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Mustika Blora. Saat itu usianya 11 tahun (2012-2015). Lulus sekolah, kemudian pindah ke Terang Bangsa hingga lulus SMA (2015-2018). Berikutnya bergabung ke PSIS Semarang pada 2018.

Setelah dua tahun di tim junior PSIS, anaknya dipromosikan ke tim utama pada 2020 hingga ke Timnas Indonesia seperti saat ini. ”Sudah pernah main di Tailand, Singapura, Krowasiya, dan Spanyol. Saya belum diajak. Mungkin suatu saat kita terbang ke sana. Insya allah,” terangnya.

Dia mengaku atas prestasi itu, keluarga bahagia dan bangga. Permainannya sangat bagus sekali. Semua campur aduk. Tidak menyangka bisa jadi seperti itu. Habis main langsung ngabari. ”Puji syukur alhamdulillah menang. Ibu berpesan ya jangan puas dulu. Tetap berjuang,” tambahnya.

Menurutnya, sang anak memiliki kebiasaan vedeo call tiap hari. Minta doa restu. ”Ya didoakan semoga lancar pertandingannya. Semoga kita selalu beruntung berjaya dan sukses dan memang di piala AFF,” imbuhnya. (*/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/