alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Mobil Listrik Kecepatan Maksimal 40 Km per Jam, Menanjak No Problem

SMK Roudlotul Mubtadiin Pondok Pesantren Balekambang di Desa Gemiring Lor, Nalumsari, Jepara, Oktober me-launching mobil listrik belum lama ini. Kendaraan itu mampu menanjak, sebagaimana kendaraan umumnya.

MOBIL berwarna hijau itu dibangun sebagai prototype dan masih terus dikembangkan lagi. Wartawan koran ini sempat mencoba mengendarai mobil karya siswa SMK tersebut. Di bagian kemudi, ada beberapa tombol. Satu tombol di bawah kemudi untuk mengubah arah antara maju atau mundur. Juga ada tombol untuk lampu utama, dan lampu sein mobil.

Mobil ini berpenggerak roda belakang. Body mobil beratap terbuka dengan bahan dasar dari fiber dan triplek yang menempel di rangka besi. Kecepatan maksimum yang dihasilkan sekitar 40 kilometer per jam. Sementara jarak tempuhnya mencapai 100 hingga 112 kilometer.


Bentuk mobil itu mirip Tesla Cyber Truk versi minimalis itu bisa dinaiki dua orag. Menggunakan transmisi matic tanpa gearbox, dengan tenaga listrik yang dihasilkan dari baterai berkekuatan 4,2 KWH. Lama pengisian baterainya butuh waktu sekitar 7 jam.

Komponen intinya terdiri dari motor brushless direct current (BLDC) yang diimpor dari Tiongkok sekitar Rp 24 juta. Sementara sasis atau rangka adalah ladder frame dengan menggunakan roda berukuran R13. Dalam merakitnya, butuh waktu sekitar dua bulan sejak Agustus. Selama membangun mobil tersebut, ada beberapa kendala yang dihadapi. Bahkan, sempat mengubah desain hingga empat kali.

Meski batas kecepatannya hanya 40 kilometer per jam, mobil karya para siswa SMK Ponpes Balekambang ini masih cukup bandel. Saat wartawan ini mencoba di jalan menanjak, mobil berjalan lancar biasa saja. Tanpa ada kendala.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Ganti Aspal Jalan Nalumsari-Daren dengan Beton

Bahkan, dari penuturan Nuris Shoumi, kepala laboratorium jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, mobil itu sempat dicoba hingga area Politeknik Ponpes Balekambang. Menuju ke sana, dan kembali dari sana, terdapat satu tanjakan dengan kemiringan sekitar 30 derajat dan panjangnya sekitar 50 meter. Semuanya lancar.

Pengembangan mobil tersebut merupakan kerja sama antara Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan Ponpes Balekambang. ”Saat itu, kebetulan ada PPL dari Unnes yang membantu pengerjaannya,” ujar Kepala SMK Roudlotul Mubtadiin Pondok Pesantren Balekambang Arif Munzaki.

Arif Munzaki menerangkan ide mengembangkan kendaraan listrik itu telah ada sejak tahun 2016 lalu. Itu dibuktikan dengan pembelian motornya di tahun itu. Namun karena pengetahuan yang masih terbatas, proyek tersebut belum berhasil. ”Lah saat ini, melihat perkembangan zaman. Mungkin, lima atau sepuluh tahun mendatang mobil manual sudah tidak ada, dan digantikan mobil listrik. Dibuktikan dengan kian banyaknya produksi mobil listrik di pasaran,” terangnya.

Sebab itu, dirinya memiliki keinginan agar bisa membekali anak didiknya terkait keilmuan dalam mengembangkan mobil listrik. ”Kalau sudah punya bekal itu, sudah tahu sistemnya. Syukur-syukur diterima di perusahaan yang sesuai dengan ilmu yang dibidanginya,” papar Arif menambahkan.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

SMK Roudlotul Mubtadiin Pondok Pesantren Balekambang di Desa Gemiring Lor, Nalumsari, Jepara, Oktober me-launching mobil listrik belum lama ini. Kendaraan itu mampu menanjak, sebagaimana kendaraan umumnya.

MOBIL berwarna hijau itu dibangun sebagai prototype dan masih terus dikembangkan lagi. Wartawan koran ini sempat mencoba mengendarai mobil karya siswa SMK tersebut. Di bagian kemudi, ada beberapa tombol. Satu tombol di bawah kemudi untuk mengubah arah antara maju atau mundur. Juga ada tombol untuk lampu utama, dan lampu sein mobil.

Mobil ini berpenggerak roda belakang. Body mobil beratap terbuka dengan bahan dasar dari fiber dan triplek yang menempel di rangka besi. Kecepatan maksimum yang dihasilkan sekitar 40 kilometer per jam. Sementara jarak tempuhnya mencapai 100 hingga 112 kilometer.

Bentuk mobil itu mirip Tesla Cyber Truk versi minimalis itu bisa dinaiki dua orag. Menggunakan transmisi matic tanpa gearbox, dengan tenaga listrik yang dihasilkan dari baterai berkekuatan 4,2 KWH. Lama pengisian baterainya butuh waktu sekitar 7 jam.

Komponen intinya terdiri dari motor brushless direct current (BLDC) yang diimpor dari Tiongkok sekitar Rp 24 juta. Sementara sasis atau rangka adalah ladder frame dengan menggunakan roda berukuran R13. Dalam merakitnya, butuh waktu sekitar dua bulan sejak Agustus. Selama membangun mobil tersebut, ada beberapa kendala yang dihadapi. Bahkan, sempat mengubah desain hingga empat kali.

Meski batas kecepatannya hanya 40 kilometer per jam, mobil karya para siswa SMK Ponpes Balekambang ini masih cukup bandel. Saat wartawan ini mencoba di jalan menanjak, mobil berjalan lancar biasa saja. Tanpa ada kendala.

Baca Juga :  Tim CCU DLH Jepara Kewalahan Atasi Sampah Laut

Bahkan, dari penuturan Nuris Shoumi, kepala laboratorium jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, mobil itu sempat dicoba hingga area Politeknik Ponpes Balekambang. Menuju ke sana, dan kembali dari sana, terdapat satu tanjakan dengan kemiringan sekitar 30 derajat dan panjangnya sekitar 50 meter. Semuanya lancar.

Pengembangan mobil tersebut merupakan kerja sama antara Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan Ponpes Balekambang. ”Saat itu, kebetulan ada PPL dari Unnes yang membantu pengerjaannya,” ujar Kepala SMK Roudlotul Mubtadiin Pondok Pesantren Balekambang Arif Munzaki.

Arif Munzaki menerangkan ide mengembangkan kendaraan listrik itu telah ada sejak tahun 2016 lalu. Itu dibuktikan dengan pembelian motornya di tahun itu. Namun karena pengetahuan yang masih terbatas, proyek tersebut belum berhasil. ”Lah saat ini, melihat perkembangan zaman. Mungkin, lima atau sepuluh tahun mendatang mobil manual sudah tidak ada, dan digantikan mobil listrik. Dibuktikan dengan kian banyaknya produksi mobil listrik di pasaran,” terangnya.

Sebab itu, dirinya memiliki keinginan agar bisa membekali anak didiknya terkait keilmuan dalam mengembangkan mobil listrik. ”Kalau sudah punya bekal itu, sudah tahu sistemnya. Syukur-syukur diterima di perusahaan yang sesuai dengan ilmu yang dibidanginya,” papar Arif menambahkan.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/