alexametrics
25.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Agus Suwarno, Pegiat Anti Narkoba dari Jepara

Jalan Kaki ke Jakarta, Usul Dirikan Gedung Rehablitasi Narkotika

Jepara hingga kini mendapat predikat kota pengedar narkoba tinggi di Jateng. Kondisi itu membuat prihatin Agus Suwarno. Purnawirawan TNI itu mengekspresikan dengan jalan kaki bertemu badan narkotika nasioanl (BNN) dan Presiden RI Jokowi. Mengusulkan kantor khusus rehabilitasi narkotika.

NIBROS HASSANI, Radar Kudus

JUMAT (18/3) pagi itu suasana depan ruang rapat vidcon bupati Jepara masih sepi. Padahal sudah menjelang pukul delapan. Saat wartawan koran ini melintas, nampak sesosok bapak membawa caping dan spanduk kampanye anti narkoba.


”Apa kabar pak? Ada apa ini ke kantor,” tanya wartawan.

Bapak ini langsung menjawab dengan tegas. Menjelaskan bahwa ia ingin bertemu bupati.

Hari itu rencananya ia akan melanjutkan perjalanan jalan kakinya ke Jakarta.

Pagi itu juga seorang petugas protokoler mendatangi Agus. Meminta maaf karena bupati tidak bisa menemuinya. Namun, petugas protokol itu meminta kepada Agus untuk terus menghubunginya di manapun ia sampai. Ia juga memastikan Agus sudah membawa perlengkapan yang lengkap untuk perjalanan. Termasuk obat.

KALI KEDUA: Agus Suwarno berfoto di BNN Kendal belum lama ini dengan mengenakan kostum khasnya. (NIBROS HASSANI/RADAR KUDUS)

Agus adalah pria kelahiran 1943. Ia bukan warga asli Jepara namun memiliki istri orang Jepara. Sebelumnya pernah juga ditemui bupati karena berjalan kaki sampai Jakarta. Ia juga pernah terkenal di kalangan BNN pusat dan sempat diganjar medali pahlawan karena aksi uniknya itu.

Kata Agus, kali ini ia ingin menuju ke Jakarta lagi dengan berjalan kaki untuk bertemu dengan pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kata Agus, kalau bisa nanti ia juga ingin bertemu presiden. Ia ingin mengusulkan adanya kantor khusus rehabilitasi narkotika di Jepara. Atau apapun itu yang berkaitan dengan pencegahan narkotika.

Baca Juga :  Aktor Film Pendek Muhamad Iqbal: Dilirik Media Mainstream Nasional

”Saya prihatin dengan warga Jepara yang banyak kasus narkobanya,” jelasnya.

Pensiun ini ia ingin mendedikasikan umurnya untuk memperjuangkan hal itu.

Tak banyak yang mengira bapak yang sudah berumur ini sudah berkeliling Indonesia.

”Ke Bali saya pernah, tapi ya nggak jalan kaki, waktu itu naik kapal,” ungkapnya yang juga merupakan seorang pensiunan militer Koramil 01 di Tanjung Priok, Jakarta.

Selama melakukan perjalanan jalan kaki ini, ia mengaku tidak pernah menghadapi kesulitan. Selalu diberikan keamanan dan kelancaran.

Menariknya, setiap tiba di kantor BNN daerah atau kantor polisi, ia selalu meminta tandatangan dan cap kantor terkait. Kata Agus, itu menjadi bukti perjalanannya. Saat ditemui wartawan, ia juga memerlihatkan kumpulan tandatangan itu dalam sebuah buku tulis. Tampak ada berbagai tanda tangan dan cap.

Ia juga bercerita, sering saat menemui pimpinan BNN di kantor, tak jarang ia memarahi dan mengkritik pimpinan di kantor tersebut.

”Pernah itu di salah satu kantor. Saya marahi habis habisan. Kok Jepara bisa banyak pengguna narkoba,” jelasnya.

Sampai tulisan ini dibuat, Agus masih sering mengontak wartawan sampai di mana ia berada. Pada tanggal 14 Maret, ia mengirim foto berfoto bersama petugas BNN di Kendal. ”Saya sudah sampai Kendal,” tulisnya melalui WhatsApp. (*/zen)

Jepara hingga kini mendapat predikat kota pengedar narkoba tinggi di Jateng. Kondisi itu membuat prihatin Agus Suwarno. Purnawirawan TNI itu mengekspresikan dengan jalan kaki bertemu badan narkotika nasioanl (BNN) dan Presiden RI Jokowi. Mengusulkan kantor khusus rehabilitasi narkotika.

NIBROS HASSANI, Radar Kudus

JUMAT (18/3) pagi itu suasana depan ruang rapat vidcon bupati Jepara masih sepi. Padahal sudah menjelang pukul delapan. Saat wartawan koran ini melintas, nampak sesosok bapak membawa caping dan spanduk kampanye anti narkoba.

”Apa kabar pak? Ada apa ini ke kantor,” tanya wartawan.

Bapak ini langsung menjawab dengan tegas. Menjelaskan bahwa ia ingin bertemu bupati.

Hari itu rencananya ia akan melanjutkan perjalanan jalan kakinya ke Jakarta.

Pagi itu juga seorang petugas protokoler mendatangi Agus. Meminta maaf karena bupati tidak bisa menemuinya. Namun, petugas protokol itu meminta kepada Agus untuk terus menghubunginya di manapun ia sampai. Ia juga memastikan Agus sudah membawa perlengkapan yang lengkap untuk perjalanan. Termasuk obat.

KALI KEDUA: Agus Suwarno berfoto di BNN Kendal belum lama ini dengan mengenakan kostum khasnya. (NIBROS HASSANI/RADAR KUDUS)

Agus adalah pria kelahiran 1943. Ia bukan warga asli Jepara namun memiliki istri orang Jepara. Sebelumnya pernah juga ditemui bupati karena berjalan kaki sampai Jakarta. Ia juga pernah terkenal di kalangan BNN pusat dan sempat diganjar medali pahlawan karena aksi uniknya itu.

Kata Agus, kali ini ia ingin menuju ke Jakarta lagi dengan berjalan kaki untuk bertemu dengan pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kata Agus, kalau bisa nanti ia juga ingin bertemu presiden. Ia ingin mengusulkan adanya kantor khusus rehabilitasi narkotika di Jepara. Atau apapun itu yang berkaitan dengan pencegahan narkotika.

Baca Juga :  Maulidan di Joglo Radar Kudus, Nguri-uri Golok-Golok Menthok

”Saya prihatin dengan warga Jepara yang banyak kasus narkobanya,” jelasnya.

Pensiun ini ia ingin mendedikasikan umurnya untuk memperjuangkan hal itu.

Tak banyak yang mengira bapak yang sudah berumur ini sudah berkeliling Indonesia.

”Ke Bali saya pernah, tapi ya nggak jalan kaki, waktu itu naik kapal,” ungkapnya yang juga merupakan seorang pensiunan militer Koramil 01 di Tanjung Priok, Jakarta.

Selama melakukan perjalanan jalan kaki ini, ia mengaku tidak pernah menghadapi kesulitan. Selalu diberikan keamanan dan kelancaran.

Menariknya, setiap tiba di kantor BNN daerah atau kantor polisi, ia selalu meminta tandatangan dan cap kantor terkait. Kata Agus, itu menjadi bukti perjalanannya. Saat ditemui wartawan, ia juga memerlihatkan kumpulan tandatangan itu dalam sebuah buku tulis. Tampak ada berbagai tanda tangan dan cap.

Ia juga bercerita, sering saat menemui pimpinan BNN di kantor, tak jarang ia memarahi dan mengkritik pimpinan di kantor tersebut.

”Pernah itu di salah satu kantor. Saya marahi habis habisan. Kok Jepara bisa banyak pengguna narkoba,” jelasnya.

Sampai tulisan ini dibuat, Agus masih sering mengontak wartawan sampai di mana ia berada. Pada tanggal 14 Maret, ia mengirim foto berfoto bersama petugas BNN di Kendal. ”Saya sudah sampai Kendal,” tulisnya melalui WhatsApp. (*/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/