alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Sunaryo, Kades Bangsri Sulap Lapangan Jadi RTH, Gagas Wisata Air

JEPARA – Semenjak menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Bangsri, Sunaryo langsung membuat gebrakan dengan menyulap lapangan desa menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) lengkap dengan fasilitas anak-anak. Tak hanya itu, ia pun menggagas wisata air untuk mendongkrak kesejahteraan warganya.

Salah satu gebrakan yang dibuat Sunaryo saat pertama dilantik adalah mengubah imej di lapangan itu. Agar tak lagi jadi tempat minum-minuman keras, maupun tempat berkumpulnya penyakit masyarakat.

Di sisi utara lapangan ada sembilan kios. Dulunya kios-kios itu sudah mangkrak sekitar 17 tahun. Saat ini ia hidupkan lagi. Ditata dan dibuatkan shelter. Penggunanya ditarif Rp 3 juta per tahun. ”Dulunya kios-kios itu jadi sarang anak-anak gelandangan atau anak punk,” terang Sunaryo.

TAMBAH RAMAI: Pemuda bermain sepakbola di lapangan Desa Bangsri. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Semak belukar yang sebelumnya menghiasi sisi barat lapangan dibersihkannya. Sebagai ganti, di tempat tersebut dipasangi berbagai wahana mainan anak. Seperti ayunan dan perosotan. Puluhan tempat duduk juga disediakan bagi orangtua yang menunggui anak-anaknya main.

Tak hanya untuk anak, di bagian itu juga dipasangi berbagai sarana olahraga. ”Semuanya itu gratis. Bisa dimanfaatkan masyarakat. Baik yang dari Bangsri, maupun dari luar Bangsri,” tegas Sunaryo.

Tujuannya mengubah itu adalah bentuk kepeduliannya terhadap keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat. Terutama ramah untuk anak, ramah untuk keluarga, dan ramah untuk kegiatan olahraga. ”Dulunya itu sering dibuat minum-minum. Sehingga kadang kalau ada yang olahraga digoda, jadi kurang ramah bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tergerak Lanjutkan Usaha Keluarga sejak Ayah Meninggal

Dengan beragam gebrakan itu, saat ini lapangan yang lokasinya berdampingan dengan balai desa Bangsri itu ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan sejak pagi hingga malam. Ada yang berolahraga, atau untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman. Itu salah satu misinya saat memimpin Bangsri menjadikan Bangsri bersih. Selain tujuan utamanya untuk memenuhi SDGs desa tanpa kemiskinan.

Ia menegaskan, jika di komplek tersebut masih dibuat kegiatan minum-minuman keras, tak segan ia siramkan minuman keras itu ke wajah peminum. Lantaran, hampir di tiap titik telah dipasangi himbauan dilarang minum-minuman keras di komplek lapangan tersebut. ”Kunci motornya saya sita, saya serahkan ke Polsek. Kami dengan pak Kapolsek juga saling sinergi,” tandas pria berkumis ini.

Saat ini Bangsri termasuk sebagai salah satu Desa Mandiri di Jepara.

Ke depan, akan diajukan untuk jadi desa wisata. Salah satu objek wisata yang saat ini masih dalam tahap pengembangan adalah komplek wisata Lembah Sumendung. Lokasinya juga berdampingan dengan lapangan desa. Tepatnya di sisi selatan lapangan. ”Nanti akan ada beragam wahana wisata, salah satunya wisata air,” imbuh Sunaryo. (ali)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Semenjak menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Bangsri, Sunaryo langsung membuat gebrakan dengan menyulap lapangan desa menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) lengkap dengan fasilitas anak-anak. Tak hanya itu, ia pun menggagas wisata air untuk mendongkrak kesejahteraan warganya.

Salah satu gebrakan yang dibuat Sunaryo saat pertama dilantik adalah mengubah imej di lapangan itu. Agar tak lagi jadi tempat minum-minuman keras, maupun tempat berkumpulnya penyakit masyarakat.

Di sisi utara lapangan ada sembilan kios. Dulunya kios-kios itu sudah mangkrak sekitar 17 tahun. Saat ini ia hidupkan lagi. Ditata dan dibuatkan shelter. Penggunanya ditarif Rp 3 juta per tahun. ”Dulunya kios-kios itu jadi sarang anak-anak gelandangan atau anak punk,” terang Sunaryo.

TAMBAH RAMAI: Pemuda bermain sepakbola di lapangan Desa Bangsri. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Semak belukar yang sebelumnya menghiasi sisi barat lapangan dibersihkannya. Sebagai ganti, di tempat tersebut dipasangi berbagai wahana mainan anak. Seperti ayunan dan perosotan. Puluhan tempat duduk juga disediakan bagi orangtua yang menunggui anak-anaknya main.

Tak hanya untuk anak, di bagian itu juga dipasangi berbagai sarana olahraga. ”Semuanya itu gratis. Bisa dimanfaatkan masyarakat. Baik yang dari Bangsri, maupun dari luar Bangsri,” tegas Sunaryo.

Tujuannya mengubah itu adalah bentuk kepeduliannya terhadap keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat. Terutama ramah untuk anak, ramah untuk keluarga, dan ramah untuk kegiatan olahraga. ”Dulunya itu sering dibuat minum-minum. Sehingga kadang kalau ada yang olahraga digoda, jadi kurang ramah bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Naik Transjateng Bayar dengan Uang Pas, Bisa Pantau Pakai Aplikasi

Dengan beragam gebrakan itu, saat ini lapangan yang lokasinya berdampingan dengan balai desa Bangsri itu ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan sejak pagi hingga malam. Ada yang berolahraga, atau untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman. Itu salah satu misinya saat memimpin Bangsri menjadikan Bangsri bersih. Selain tujuan utamanya untuk memenuhi SDGs desa tanpa kemiskinan.

Ia menegaskan, jika di komplek tersebut masih dibuat kegiatan minum-minuman keras, tak segan ia siramkan minuman keras itu ke wajah peminum. Lantaran, hampir di tiap titik telah dipasangi himbauan dilarang minum-minuman keras di komplek lapangan tersebut. ”Kunci motornya saya sita, saya serahkan ke Polsek. Kami dengan pak Kapolsek juga saling sinergi,” tandas pria berkumis ini.

Saat ini Bangsri termasuk sebagai salah satu Desa Mandiri di Jepara.

Ke depan, akan diajukan untuk jadi desa wisata. Salah satu objek wisata yang saat ini masih dalam tahap pengembangan adalah komplek wisata Lembah Sumendung. Lokasinya juga berdampingan dengan lapangan desa. Tepatnya di sisi selatan lapangan. ”Nanti akan ada beragam wahana wisata, salah satunya wisata air,” imbuh Sunaryo. (ali)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/