alexametrics
26.3 C
Kudus
Monday, August 8, 2022

Cerita Koki Siapkan Makan Siang Presiden Jokowi

Pak Jokowi Sukanya Sup Iga dengan Cabai Utuh

Kabar kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Jepara disambut antusias restoran lokal. Meski orang nomor satu batal hadir, koki resto sempat gugup dan bangga siapkan sajian yang akhirnya disantap Moeldoko.

NIBROS HASSANI, Radar Kudus, Jepara

JUMAT (17/06) lalu, adalah hari yang mendebarkan bagi Resdiansyah. Kepala koki Resdiansyah mendapat kabar Presiden Jokowi akan datang di resto Rengkot Buyut untuk menikmati makan siang pada Minggu (19/6). Secara cepat, ia bersama timnya menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.


Setelah kabar itu, resto tempatnya bekerja itupun kerap didatangi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Bolak-balik. Hilir mudik. Resdi, panggilan akrabnya, mengatakan makanan yang ia buat untuk presiden juga akan diperiksa di laboratorium. Persiapan yang ia lakukan untuk presiden pun diawasi.

Resdi dan timnya diminta untuk menyiapkan menu-menu yang akan dihidangkan. Menu yang biasa disajikan tak mewah atau rumit. “Sebenarnya permintaan mereka sederhana, yang penting bersih,” cerita koki asal Bandung tersebut.

Ini menjadi kali pertama Resdi menyiapkan hidangan untuk orang nomor satu di Indonesia tersebut. Ia tidak terbiasa. Pusing dan gugup terus menggelayuti dirinya. Namun ia merasa senang dan bangga. Baginya, ini menjadi pengalaman yang berharga. “Dari sekian restoran yang ada di Jepara, yang terpilih di sini (Rengkot Buyut),” ungkap Resdi.

NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS

Merujuk sejarahnya, Rengkot Buyut memang kerap didatangi orang penting. Sebelumnya, resto yang berlokasi di Jalan Mangunsarkoro itu pernah didatangi mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain SBY, ada juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang makan dua kali.

Paspampres meminta Resdi menyiapkan enam menu yang juga akan dites. Menu-menu itu diantaranya sup iga, tumis daun papaya, udang jedir, lodeh nyerok, bebek asap, dan tempe tahu goreng. “Semuanya menu-menu di sini, sederhana. Menu andalannya lodeh nyerok,” kata Resdi.

Sementara untuk minum ada jeruk, wedang uwuh, es kelapa muda, beras kencur, kunir asem, dan air mineral.

Ada juga menu dari Pemerintahan Kabupaten Jepara yang ikut dihidangkan. Seperti pindang srani. Namun tidak dimasak di Rengkot Buyut.

Baca Juga :  Ndableg! Meski Sudah Dilarang, Pedagang Kambing di Jepara Tetap Ngeyel Jualan

Resdi mendapat kabar kedatangan presiden pada Jumat (17/06). Sementara, saat itu presiden dikatakan hadir pada Minggu (19/06). Ia dan timnya hanya memiliki waktu 48 jam untuk bersiap-siap. Awalnya ia gamang. Sebab kedatangan presiden ke Jepara belum pasti. Tapi, bagaimanapun juga, persiapan yang baik menjadi sangat penting.

Ada hal-hal yang baru diketahui oleh Resdi saat menyiapkan hidangan untuk presiden. Mulai dari makanan hingga penataan ruangan. Ia menunjuk satu mangkuk sup iga, tampak ada dua cabai rawit mengambang di permukaan sup. “Katanya Pak Presiden lebih suka cabai penuh begitu. Tidak dipotong. Katanya lebih bagus begitu,” kata Resdi.

Sementara, untuk ruangan, ia bercerita presiden tidak terlalu suka makan di ruangan yang terlalu tertutup. Sehingga yang dipilih bagian outdoor. Dengan settingan meja khusus.

Hingga tiba pada Sabtu (18/06). Sekitar pukul 21.00, ia mendapat kabar Jokowi tak jadi hadir. “Saya dan tim mendadak lemas. Kecewa pasti. Karena kami juga berharap bapak presiden akan datang,” ungkap pria kelahiran 1989 tersebut.

Malam itu juga, persiapan yang telah dilakukan ditinggalkan oleh Resdi dan timnya. Mereka merasa lelah. Saat itu jam menunjukkan sekitar pukul 23.00. Resdi dan tim meninggalkan resto. Hendak beristirahat ke rumah masing-masing.

Namun, rupanya persiapan Resdi dan tim tidak sia-sia. “Paginya saya diberitahu Pak Moeldoko datang, menggantikan Pak Jokowi. Menu yang ada jadi hidangan untuk Pak Moeldoko,” kata Resdi.

Siang harinya, Moeldoko benar datang. Bersama Pj Bupati Jepara dan jajaran polres. Mereka menggunakan ruang VVIP untuk makan. “Pak Moeldoko nggak suka pedas. Jadinya tadi udang jedirnya yang pedas nggak dimakan. Kalau minumnya tadi jeruk hangat” ujar Resdi lalu tersenyum.

Ia tidak mengetahui menu apa saja yang dimakan Moeldoko. Sebab ia tidak boleh masuk. Meski begitu, ia cukup merasa senang dan bangga dengan kedatangan Moeldoko di Rengkot Buyut. (*/him)

Kabar kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Jepara disambut antusias restoran lokal. Meski orang nomor satu batal hadir, koki resto sempat gugup dan bangga siapkan sajian yang akhirnya disantap Moeldoko.

NIBROS HASSANI, Radar Kudus, Jepara

JUMAT (17/06) lalu, adalah hari yang mendebarkan bagi Resdiansyah. Kepala koki Resdiansyah mendapat kabar Presiden Jokowi akan datang di resto Rengkot Buyut untuk menikmati makan siang pada Minggu (19/6). Secara cepat, ia bersama timnya menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.

Setelah kabar itu, resto tempatnya bekerja itupun kerap didatangi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Bolak-balik. Hilir mudik. Resdi, panggilan akrabnya, mengatakan makanan yang ia buat untuk presiden juga akan diperiksa di laboratorium. Persiapan yang ia lakukan untuk presiden pun diawasi.

Resdi dan timnya diminta untuk menyiapkan menu-menu yang akan dihidangkan. Menu yang biasa disajikan tak mewah atau rumit. “Sebenarnya permintaan mereka sederhana, yang penting bersih,” cerita koki asal Bandung tersebut.

Ini menjadi kali pertama Resdi menyiapkan hidangan untuk orang nomor satu di Indonesia tersebut. Ia tidak terbiasa. Pusing dan gugup terus menggelayuti dirinya. Namun ia merasa senang dan bangga. Baginya, ini menjadi pengalaman yang berharga. “Dari sekian restoran yang ada di Jepara, yang terpilih di sini (Rengkot Buyut),” ungkap Resdi.

NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS

Merujuk sejarahnya, Rengkot Buyut memang kerap didatangi orang penting. Sebelumnya, resto yang berlokasi di Jalan Mangunsarkoro itu pernah didatangi mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain SBY, ada juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang makan dua kali.

Paspampres meminta Resdi menyiapkan enam menu yang juga akan dites. Menu-menu itu diantaranya sup iga, tumis daun papaya, udang jedir, lodeh nyerok, bebek asap, dan tempe tahu goreng. “Semuanya menu-menu di sini, sederhana. Menu andalannya lodeh nyerok,” kata Resdi.

Sementara untuk minum ada jeruk, wedang uwuh, es kelapa muda, beras kencur, kunir asem, dan air mineral.

Ada juga menu dari Pemerintahan Kabupaten Jepara yang ikut dihidangkan. Seperti pindang srani. Namun tidak dimasak di Rengkot Buyut.

Baca Juga :  Dari Rotterdam sampai Lasem

Resdi mendapat kabar kedatangan presiden pada Jumat (17/06). Sementara, saat itu presiden dikatakan hadir pada Minggu (19/06). Ia dan timnya hanya memiliki waktu 48 jam untuk bersiap-siap. Awalnya ia gamang. Sebab kedatangan presiden ke Jepara belum pasti. Tapi, bagaimanapun juga, persiapan yang baik menjadi sangat penting.

Ada hal-hal yang baru diketahui oleh Resdi saat menyiapkan hidangan untuk presiden. Mulai dari makanan hingga penataan ruangan. Ia menunjuk satu mangkuk sup iga, tampak ada dua cabai rawit mengambang di permukaan sup. “Katanya Pak Presiden lebih suka cabai penuh begitu. Tidak dipotong. Katanya lebih bagus begitu,” kata Resdi.

Sementara, untuk ruangan, ia bercerita presiden tidak terlalu suka makan di ruangan yang terlalu tertutup. Sehingga yang dipilih bagian outdoor. Dengan settingan meja khusus.

Hingga tiba pada Sabtu (18/06). Sekitar pukul 21.00, ia mendapat kabar Jokowi tak jadi hadir. “Saya dan tim mendadak lemas. Kecewa pasti. Karena kami juga berharap bapak presiden akan datang,” ungkap pria kelahiran 1989 tersebut.

Malam itu juga, persiapan yang telah dilakukan ditinggalkan oleh Resdi dan timnya. Mereka merasa lelah. Saat itu jam menunjukkan sekitar pukul 23.00. Resdi dan tim meninggalkan resto. Hendak beristirahat ke rumah masing-masing.

Namun, rupanya persiapan Resdi dan tim tidak sia-sia. “Paginya saya diberitahu Pak Moeldoko datang, menggantikan Pak Jokowi. Menu yang ada jadi hidangan untuk Pak Moeldoko,” kata Resdi.

Siang harinya, Moeldoko benar datang. Bersama Pj Bupati Jepara dan jajaran polres. Mereka menggunakan ruang VVIP untuk makan. “Pak Moeldoko nggak suka pedas. Jadinya tadi udang jedirnya yang pedas nggak dimakan. Kalau minumnya tadi jeruk hangat” ujar Resdi lalu tersenyum.

Ia tidak mengetahui menu apa saja yang dimakan Moeldoko. Sebab ia tidak boleh masuk. Meski begitu, ia cukup merasa senang dan bangga dengan kedatangan Moeldoko di Rengkot Buyut. (*/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/