alexametrics
24.6 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Membuka Jalan Komunikasi, Perkuat Kolaborasi

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara 2021-2026 terpilih KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq dan Ketua Tanfidziyah PCNU terpilih KH. Charis Rohman silaturahmi dengan Bupati Jepara Dian Kristiandi kemarin. Pertemuan di ruang kerja bupati itu jadi awal komunikasi PCNU periode 2021-2026 dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

BUPATI Jepara Dian Kristinadi menerima kunjungan silaturahmi Rais Syuriah PCNU Jepara 2021-2026 terpilih KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq dan Ketua Tanfidziyah PCNU terpilih KH. Charis Rohman di ruang kerjanya kemarin.


Ia duduk di kursi menghadap selatan. Tepat di depannya KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq. Keduanya berhadapan. Hanya terpisah meja. Di samping Gus Yatun –sapaan KH. Hayatun Nufus Abdullah- ada KH. Charis Rohman. Sementara di sebelah kirinya secara berurutan Imronah Hanani dan Kepala Dinas Kesehatan Jepara Mudrikatun. Di sebelah kursi bupati, ada HM. Ulul Absor, Zakariya Anshori, dan Asisten I Setda Jepara Dwi Riyanto.

Tak seperti setelan khas kiai NU pada umumnya, Gus Yatun dan Kiai Charis tak memakai bawahan sarung. Melainkan celana hitam. Sementara Gus Yatun memakai baju model koko putih lengan pendek. Sedangkan Kiai Charis memakai batik lengan pendek. Tentu keduanya berpeci.

“Ini sebagai awal komunikasi ke depannya. Antara NU dengan Pemerintah Kabupaten Jepara,” kata Gus Yatun.

Sementara itu Kiai Charis berharap ke depan terjalin komunikasi dan memperkuat kolaborasi yang baik antara NU dengan Pemkab Jepara. Ia menyontohkan, pemkab bisa menggandeng NU yang memiliki basis pengajian untuk percepatan vaksinasi. “Kiainya nanti mengondisikan jamaahnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Menyisihkan Mahasiswa Lain dari Universitas se-Indonesia

Gus Yatun menimpali, NU memiliki banyak jenis pengajian sampai tingkat ranting. Jika pemkab memiliki sasaran warga lanjut usia, bisa menggandeng NU. “Semua itu bisa dikomunikasikan. Silaturahmi ini jadi kunci untuk memecahkan permasalahan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan pertemuan itu menjadi bukti jika antara dirinya dengan bupati tidak ada masalah apa-apa. Tidak seperti isu yang berkembang bahwa Gus Yatun dan bupati memiliki hubungan yang tidak harmonis. “Nyatanya ya tidak ada apa-apa,” kelakar Gus Yatun disambut tawa bupati dan yang hadir di ruangan itu.

Bupati Jepara Dian Kristiandi merasa senang dengan kehadiran petinggi-petinggi NU Jepara. Meskipun belum dilantik. Bahkan baru terpilih pada Konferensi Cabang PCNU Jepara di Pondok Pesantren Balekambang, Senin (15/11).

“Kula remen, remen sanget. (Saya senang, senang sekali) pertemuan ini. Ini jadi awal yang baik. Untuk ke depan lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Zakariya Anshori berharap terpilihnya Gus Yatun pada Konfercab 2021 bisa mengembalikan supremasi syuriah sebagai pengendali kebijakan. “Sedangkan ketua tanfidziyah bisa melaksanakan program kerja secara terencana dan terukur,” ujar sosok yang pernah menjadi Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU 2010-2015 itu.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara 2021-2026 terpilih KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq dan Ketua Tanfidziyah PCNU terpilih KH. Charis Rohman silaturahmi dengan Bupati Jepara Dian Kristiandi kemarin. Pertemuan di ruang kerja bupati itu jadi awal komunikasi PCNU periode 2021-2026 dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

BUPATI Jepara Dian Kristinadi menerima kunjungan silaturahmi Rais Syuriah PCNU Jepara 2021-2026 terpilih KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq dan Ketua Tanfidziyah PCNU terpilih KH. Charis Rohman di ruang kerjanya kemarin.

Ia duduk di kursi menghadap selatan. Tepat di depannya KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq. Keduanya berhadapan. Hanya terpisah meja. Di samping Gus Yatun –sapaan KH. Hayatun Nufus Abdullah- ada KH. Charis Rohman. Sementara di sebelah kirinya secara berurutan Imronah Hanani dan Kepala Dinas Kesehatan Jepara Mudrikatun. Di sebelah kursi bupati, ada HM. Ulul Absor, Zakariya Anshori, dan Asisten I Setda Jepara Dwi Riyanto.

Tak seperti setelan khas kiai NU pada umumnya, Gus Yatun dan Kiai Charis tak memakai bawahan sarung. Melainkan celana hitam. Sementara Gus Yatun memakai baju model koko putih lengan pendek. Sedangkan Kiai Charis memakai batik lengan pendek. Tentu keduanya berpeci.

“Ini sebagai awal komunikasi ke depannya. Antara NU dengan Pemerintah Kabupaten Jepara,” kata Gus Yatun.

Sementara itu Kiai Charis berharap ke depan terjalin komunikasi dan memperkuat kolaborasi yang baik antara NU dengan Pemkab Jepara. Ia menyontohkan, pemkab bisa menggandeng NU yang memiliki basis pengajian untuk percepatan vaksinasi. “Kiainya nanti mengondisikan jamaahnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Jepara Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana

Gus Yatun menimpali, NU memiliki banyak jenis pengajian sampai tingkat ranting. Jika pemkab memiliki sasaran warga lanjut usia, bisa menggandeng NU. “Semua itu bisa dikomunikasikan. Silaturahmi ini jadi kunci untuk memecahkan permasalahan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan pertemuan itu menjadi bukti jika antara dirinya dengan bupati tidak ada masalah apa-apa. Tidak seperti isu yang berkembang bahwa Gus Yatun dan bupati memiliki hubungan yang tidak harmonis. “Nyatanya ya tidak ada apa-apa,” kelakar Gus Yatun disambut tawa bupati dan yang hadir di ruangan itu.

Bupati Jepara Dian Kristiandi merasa senang dengan kehadiran petinggi-petinggi NU Jepara. Meskipun belum dilantik. Bahkan baru terpilih pada Konferensi Cabang PCNU Jepara di Pondok Pesantren Balekambang, Senin (15/11).

“Kula remen, remen sanget. (Saya senang, senang sekali) pertemuan ini. Ini jadi awal yang baik. Untuk ke depan lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Zakariya Anshori berharap terpilihnya Gus Yatun pada Konfercab 2021 bisa mengembalikan supremasi syuriah sebagai pengendali kebijakan. “Sedangkan ketua tanfidziyah bisa melaksanakan program kerja secara terencana dan terukur,” ujar sosok yang pernah menjadi Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU 2010-2015 itu.

Most Read

Artikel Terbaru

/