28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Melihat Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Kampung Samin, Blora

”Untuk Kemerdekaan, Kerja Bakti Kami Berangkat Duluan”

Sedulur Sikep di Desa Sambongrejo, Sambong, Blora, merayakan HUT Kemerdekaan dengan ”memeriahkan” kampung. Menghias gang-gang dengan suasana kampung yang bersih dan rapi.

AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF, Blora, Radar Kudus

HARI Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dirayakan rakyat Indonesia. Tak terkecuali Sedulur Sikep di Desa Sambongrejo, Sambong, Blora. Mereka merayakan dengan sederhana. Kerja bakti untuk kebersihan desa dan mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di kecamatan setempat.


Saat wartawan koran ini berkunjung di Kampung Samin Sambongrejo menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, sejak dari Jalan Blora-Cepu, tampak papan bertuliskan petunjuk arah menuju Desa Wisata Sambongrejo. Jalan paving yang bersih seakan menyambut pengunjung yang datang ke Kampung Samin itu.

Permukiman penduduk mulai tampak setelah menempuh perjalanan 300 meteran dari pinggir Jalan Blora-Cepu. Namun, untuk menuju Pendapa Paguyuban Sedulur Sikep, butuh menempuh sekitar 1 kilometer.

Saat mendekati lokasi, wartawan disambut dengan patung Samin Surosentiko sebelum jembatan menuju Pendapa Sedulur Sikep. Bendera merah putih dan umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan menunjukkan antusiasme dan semangat mereka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Caping yang dipasang di atas gang lorong menuju pendapa menambah kemeriahan itu.

”Kalau di zaman Belanda dulu, kami memberontak dengan jalur pembangkangan. Disuruh jaga pos ronda, nggak mau. Disuruh kerja bakti, nggak mau. Ya dihukum. Tapi nggak papa,” kata Mbah Pram, ketua Paguyuban Kerukunan Sedulur Sikep Sambongrejo.

Baca Juga :  Kekeringan, Enam Kecamatan Di Blora Di-Dropping Air, Mana Saja?
KEBERSIHAN DESA: Jalan menuju pendapa Sedulur Sikep Desa Sambongrejo, Sambong, Blora, diwarnai gantungan caping khas petani, bendera merah putih, dan umbul-umbul meramaikan HUT Kemerdekaan ke-77 RI. (AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF/RADAR KUDUS)

Dia melanjutkan, untuk perkara bangsa dan negara, pihaknya siap maju yang terdepan. Kekompakan Sedulur Sikep siap dibandingkan dengan lainnya. ”Untuk kemerdekaan, kerja bakti kami berangkat duluan. Jaga ronda jadi paling aman. Bayar pajak lunas duluan. Karena kanggo negarane dewe, sing mimpin ya bangsane dewe (karena untuk negara sendiri, yang mimpin ya bangsa sendiri),” tegasnya.

Hal itu dilakukan mereka karena menyangkut kemajuan dan pembangunan negara. ”Duit untuk pajak, kembalinya ke negara. Kalau dulu untuk Belanda, ya dikasihkan ke bedigal-bedigal itu. Sebagian lain dibawa ke Belanda. Iya kan?,” lanjutnya.

Untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, pihaknya mengaku memilih untuk menjaga dan merawat apa yang sudah ada. Dengan kerja bakti bersih-bersih desa.

”Mengenai lomba-lomba, kami ikut ke program desa. Kalau upacara besok (hari ini, Red) ikutnya di kecamatan. Menggunakan pakaian adat Samin,” ucap Mbah Pram.

Pria yang juga ketua RW di desa setempat itu, juga mengajak sedulur semua untuk menjaga kebersamaan dan kerukunan dalam bermasyarakat. Hal itu dianggapnya dapat menjaga kesatuan bangsa dan negara. (*/lin)

Sedulur Sikep di Desa Sambongrejo, Sambong, Blora, merayakan HUT Kemerdekaan dengan ”memeriahkan” kampung. Menghias gang-gang dengan suasana kampung yang bersih dan rapi.

AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF, Blora, Radar Kudus

HARI Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dirayakan rakyat Indonesia. Tak terkecuali Sedulur Sikep di Desa Sambongrejo, Sambong, Blora. Mereka merayakan dengan sederhana. Kerja bakti untuk kebersihan desa dan mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di kecamatan setempat.

Saat wartawan koran ini berkunjung di Kampung Samin Sambongrejo menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, sejak dari Jalan Blora-Cepu, tampak papan bertuliskan petunjuk arah menuju Desa Wisata Sambongrejo. Jalan paving yang bersih seakan menyambut pengunjung yang datang ke Kampung Samin itu.

Permukiman penduduk mulai tampak setelah menempuh perjalanan 300 meteran dari pinggir Jalan Blora-Cepu. Namun, untuk menuju Pendapa Paguyuban Sedulur Sikep, butuh menempuh sekitar 1 kilometer.

Saat mendekati lokasi, wartawan disambut dengan patung Samin Surosentiko sebelum jembatan menuju Pendapa Sedulur Sikep. Bendera merah putih dan umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan menunjukkan antusiasme dan semangat mereka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Caping yang dipasang di atas gang lorong menuju pendapa menambah kemeriahan itu.

”Kalau di zaman Belanda dulu, kami memberontak dengan jalur pembangkangan. Disuruh jaga pos ronda, nggak mau. Disuruh kerja bakti, nggak mau. Ya dihukum. Tapi nggak papa,” kata Mbah Pram, ketua Paguyuban Kerukunan Sedulur Sikep Sambongrejo.

Baca Juga :  Wibu Tak Selalu Nolep, Santai Aja...
KEBERSIHAN DESA: Jalan menuju pendapa Sedulur Sikep Desa Sambongrejo, Sambong, Blora, diwarnai gantungan caping khas petani, bendera merah putih, dan umbul-umbul meramaikan HUT Kemerdekaan ke-77 RI. (AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF/RADAR KUDUS)

Dia melanjutkan, untuk perkara bangsa dan negara, pihaknya siap maju yang terdepan. Kekompakan Sedulur Sikep siap dibandingkan dengan lainnya. ”Untuk kemerdekaan, kerja bakti kami berangkat duluan. Jaga ronda jadi paling aman. Bayar pajak lunas duluan. Karena kanggo negarane dewe, sing mimpin ya bangsane dewe (karena untuk negara sendiri, yang mimpin ya bangsa sendiri),” tegasnya.

Hal itu dilakukan mereka karena menyangkut kemajuan dan pembangunan negara. ”Duit untuk pajak, kembalinya ke negara. Kalau dulu untuk Belanda, ya dikasihkan ke bedigal-bedigal itu. Sebagian lain dibawa ke Belanda. Iya kan?,” lanjutnya.

Untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, pihaknya mengaku memilih untuk menjaga dan merawat apa yang sudah ada. Dengan kerja bakti bersih-bersih desa.

”Mengenai lomba-lomba, kami ikut ke program desa. Kalau upacara besok (hari ini, Red) ikutnya di kecamatan. Menggunakan pakaian adat Samin,” ucap Mbah Pram.

Pria yang juga ketua RW di desa setempat itu, juga mengajak sedulur semua untuk menjaga kebersamaan dan kerukunan dalam bermasyarakat. Hal itu dianggapnya dapat menjaga kesatuan bangsa dan negara. (*/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/