alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Imel Ayu Oktaviani, Paskibraka Provinsi Jawa Tengah Asal Grobogan

Latihan Tiap Hari, Sepekan Sekali Ngegym

Sebelum terpilih menjadi Paskibraka Jawa Tengah, Imel Ayu Oktaviani rutin latihan tiap pagi dan fitnes tiap pekan. Bahkan dia juga berlatih menari.

EKO SANTOSO, Grobogan, Radar Kudus

PAGI itu Imel Ayu Oktaviani sedang olahraga di sekitar rumah. Kadang sit up. Kadang back up. Sesekali dia memilih lari hingga ngegym.


Rutinitas itu dia lakukan nyaris setiap hari. Tak hanya itu, asupan makanan juga diperhatikan. Caranya dengan memperbanyak sayur dan minum air putih.

Dengan usaha itu, Imel Ayu Oktaviani, siswi kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Wirosari, Grobogan, itu terpilih menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Jawa Tengah. Kini Imel sudah mengikuti pemusatan di Semarang sejak 4 Agustus 2022 dan baru pulang usai 17 Agustus 2022.

Guru Pembina Paskibra SMAN 1 Wirosari Suko Windarti mengungkapkan Imel berlatih keras sebelum akhirnya lolos seleksi. Selain rutin olahraga setiap pagi, setiap sepekan sekali dia juga ke gym milik sekolah.

“Setiap pagi itu lari, sit up, push up, dan satu pekan sekali gym di sekolah. Setiap hari Selasa juga latihan fisik di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  DLH Grobogan Sebut TPA Ngembak Terancam Kolaps karena Alasan Ini
PAKAI KEBAYA: Imel Ayu Oktaviani saat memakai kebaya. (SUKO WINDARTI FOR RADAR KUDUS)

Suko memaparkan, berdasarkan hasil penyaringan di tingkat kabupaten, hanya dua orang yang dinyatakan lolos. Yakni Imel dan seorang siswa laki-laki asal SMAN 1 Purwodadi.

Setelah lolos itu, masing-masing dilatih Disporabudpar dan PPI (Purna Paskibraka Indonesia) selama satu bulan sebelum di-screening langsung di provinsi.

“Meski sempat minder, namun Imel tampil lebih percaya diri. Termasuk juga saat tampil menari sebagai salah satu keterampilan untuk maju ke Jateng. Dia sampai meminta bantuan guru tari hingga mengajarkan memakai pakaian tari agar bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

Suko menyebut muridnya yang cantik itu sebenarnya bukan penari. Namun dia mau belajar. Imel sendiri sebanranya hanya mengikuti ekstrakurikuler Kops Pengibar Bendera (Kopasbara), pramuka dan basket.

Suko mengatakan, pihaknya tidak membebani Imel agar terpilih. Dia meminta Imel untuk pasrah. Sebab yang terpenting sudah berlatih dan berjuang. (*/mal)






Reporter: Eko Santoso

Sebelum terpilih menjadi Paskibraka Jawa Tengah, Imel Ayu Oktaviani rutin latihan tiap pagi dan fitnes tiap pekan. Bahkan dia juga berlatih menari.

EKO SANTOSO, Grobogan, Radar Kudus

PAGI itu Imel Ayu Oktaviani sedang olahraga di sekitar rumah. Kadang sit up. Kadang back up. Sesekali dia memilih lari hingga ngegym.

Rutinitas itu dia lakukan nyaris setiap hari. Tak hanya itu, asupan makanan juga diperhatikan. Caranya dengan memperbanyak sayur dan minum air putih.

Dengan usaha itu, Imel Ayu Oktaviani, siswi kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Wirosari, Grobogan, itu terpilih menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Jawa Tengah. Kini Imel sudah mengikuti pemusatan di Semarang sejak 4 Agustus 2022 dan baru pulang usai 17 Agustus 2022.

Guru Pembina Paskibra SMAN 1 Wirosari Suko Windarti mengungkapkan Imel berlatih keras sebelum akhirnya lolos seleksi. Selain rutin olahraga setiap pagi, setiap sepekan sekali dia juga ke gym milik sekolah.

“Setiap pagi itu lari, sit up, push up, dan satu pekan sekali gym di sekolah. Setiap hari Selasa juga latihan fisik di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kerugian Peternak Geyer Grobogan Akibat PMK Tembus Ratusan Juta
PAKAI KEBAYA: Imel Ayu Oktaviani saat memakai kebaya. (SUKO WINDARTI FOR RADAR KUDUS)

Suko memaparkan, berdasarkan hasil penyaringan di tingkat kabupaten, hanya dua orang yang dinyatakan lolos. Yakni Imel dan seorang siswa laki-laki asal SMAN 1 Purwodadi.

Setelah lolos itu, masing-masing dilatih Disporabudpar dan PPI (Purna Paskibraka Indonesia) selama satu bulan sebelum di-screening langsung di provinsi.

“Meski sempat minder, namun Imel tampil lebih percaya diri. Termasuk juga saat tampil menari sebagai salah satu keterampilan untuk maju ke Jateng. Dia sampai meminta bantuan guru tari hingga mengajarkan memakai pakaian tari agar bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

Suko menyebut muridnya yang cantik itu sebenarnya bukan penari. Namun dia mau belajar. Imel sendiri sebanranya hanya mengikuti ekstrakurikuler Kops Pengibar Bendera (Kopasbara), pramuka dan basket.

Suko mengatakan, pihaknya tidak membebani Imel agar terpilih. Dia meminta Imel untuk pasrah. Sebab yang terpenting sudah berlatih dan berjuang. (*/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru