alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Jeannie Gabriel Samvero, Make Up Artist Special Effect Ajang Vokasiland 2022

Ubah Wajah Jadi Zombie hingga Suster Ngesot

Jeannie Gabriel Samvero memperlihatkan kemampuannya merias dengan teknik make up special effect ajang Vokasiland 2022 di Grand City, Surabaya.

INDAH SUSANTI, Kudus, Radar Kudus

WAJAH perempuan itu berubah. Salah satu matanya mengeluarkan darah. Bibirnya sobek dan menganga. Di area bibir dan hidung juga berdarah dan gosong seperti suster ngesot dalam film.


Bukan sulap bukan sirih. Perempuan itu berubah karena sentuhan make up dari  Jeannie Gabriel Samvero siswa SMK PGRI 1 Kudus. Teknik rias itu dinamakan spesial effect make up.

Teknik rias semacam ini bisa membuat wajah berbeda. Misalnya membuat efek  luka lebam, mata bengkak, luka bakar, darah menggumpal, hingga zombie.

Special effect make up ini biasanya digunakan untuk merias pemain teater atau pemain film. Contohnya dalam film Star Wars, Zombie, hingga serial Korea All of Us Are Dead.

Make up tak selalu difungsikan untuk membuat penampilan menjadi lebih cantik. Bisa juga membuat wajah orang terlihat berbeda dan unik. Caranya dengan menggunakan konsep karakter tertentu atau special effect seperti yang banyak digunakan di film untuk karakter tertentu.Berbekal pengalaman selama bertahun-tahun, Jeannie akhirnya ditunjuk gurunya mewakili sekolahnyauntuk mengikuti Vokasiland 2022 di Surabaya untuk mendemonstrasikan keahliannya dalam tata rias.

Jeannie memperlihatkan kemampuannya memoles wajah seseorang dengan special efek luka bakar di ajang Vokasiland 2022 di Grand City Surabaya pada Jumat (29/7) lalu.

FOTO BARENG: Jeannie Gabriel Samvero siswi SMK PGRI 1 Kudus foto bersama teman-teman dan model dari hasil make up Spescial Effect pada event Vokasiland 2022, di Surabaya baru-baru ini. (SMK PGRI 1 KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Dalam kesempatan itu, dia sempat grogi dan salah mengoleskan make up. Namun, dia bisa mengusai diri dan langsung memperbaiki riasannya.

“Waktu itu saya memberi blush on dengan warna terang. Begitu saya sadar langsung saya tumpuki dengan cat painting, sehingga bisa kembali normal. Saking groginya,” kata Jeannie.

Baca Juga :  Dari Kang Besi Jadi “Pengasuh” Red Claw

Baginya, make up special effect ini lebih sulit. Sebab harus bisa menimbulkan bentuk tiga dimensi dan mirip dengan keadaan sesungguhnya. “Saat di Surabaya, saya milih efek luka bakar. Soalnya lumayan mudah. Karena, waktu mendemonstrasikan hanya dua jam. Kalau make up monster butuh waktu lebih dari dua jam,” terangnya.

Sebelum masuk jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, dia menganggap tata rias hanya bikin wajha menjadi cantik. Namun setelah belajar, ternyata make up tidak hanya sebatas itu tapi juga bisa memberi perspektif baru, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan industri.

Dia mengatakan, di sekolah ada tutor untuk mengajarkan cara dan teknik membuat special effect make up. “Di sekolah saya banyak belajar teknik special effect make up,” kata siswa yang pernah mengikuti ajang lomba Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2022 sampai tingkat Jawa Tengah.

Sementara itu, Zahro, guru make up di SMK PGRI 1 Kudus bangga atas penampilan siswanya di ajang bergengsi itu. Melalui demo make up yang dilakukan Jeannie dalam ajang Vokasiland 2022 ini merupakan hasil dari Merdeka Belajar.

“Adanya Merdeka Belajar, siswa menjadi terdorong untuk bisa lebih kreatif. Karena belajar sesuai dengan bidang yang diminati bahkan dengan adanya Merdeka Belajar, SMK PGRI 1  Kudus bisa menghasilkan Mahakarya Vokasi yang dibutuhkan oleh industri,” ungkapnya.

Vokasiland 2022 yang terlaksana dari 28-31 Juli 2022 merupakan rangkaian kegiatan pameran produk inovasi dan teknologi dari satuan pendidkan vokasi seluruh Indonesia yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidkan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). (*/mal)






Reporter: Indah Susanti

Jeannie Gabriel Samvero memperlihatkan kemampuannya merias dengan teknik make up special effect ajang Vokasiland 2022 di Grand City, Surabaya.

INDAH SUSANTI, Kudus, Radar Kudus

WAJAH perempuan itu berubah. Salah satu matanya mengeluarkan darah. Bibirnya sobek dan menganga. Di area bibir dan hidung juga berdarah dan gosong seperti suster ngesot dalam film.

Bukan sulap bukan sirih. Perempuan itu berubah karena sentuhan make up dari  Jeannie Gabriel Samvero siswa SMK PGRI 1 Kudus. Teknik rias itu dinamakan spesial effect make up.

Teknik rias semacam ini bisa membuat wajah berbeda. Misalnya membuat efek  luka lebam, mata bengkak, luka bakar, darah menggumpal, hingga zombie.

Special effect make up ini biasanya digunakan untuk merias pemain teater atau pemain film. Contohnya dalam film Star Wars, Zombie, hingga serial Korea All of Us Are Dead.

Make up tak selalu difungsikan untuk membuat penampilan menjadi lebih cantik. Bisa juga membuat wajah orang terlihat berbeda dan unik. Caranya dengan menggunakan konsep karakter tertentu atau special effect seperti yang banyak digunakan di film untuk karakter tertentu.Berbekal pengalaman selama bertahun-tahun, Jeannie akhirnya ditunjuk gurunya mewakili sekolahnyauntuk mengikuti Vokasiland 2022 di Surabaya untuk mendemonstrasikan keahliannya dalam tata rias.

Jeannie memperlihatkan kemampuannya memoles wajah seseorang dengan special efek luka bakar di ajang Vokasiland 2022 di Grand City Surabaya pada Jumat (29/7) lalu.

FOTO BARENG: Jeannie Gabriel Samvero siswi SMK PGRI 1 Kudus foto bersama teman-teman dan model dari hasil make up Spescial Effect pada event Vokasiland 2022, di Surabaya baru-baru ini. (SMK PGRI 1 KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Dalam kesempatan itu, dia sempat grogi dan salah mengoleskan make up. Namun, dia bisa mengusai diri dan langsung memperbaiki riasannya.

“Waktu itu saya memberi blush on dengan warna terang. Begitu saya sadar langsung saya tumpuki dengan cat painting, sehingga bisa kembali normal. Saking groginya,” kata Jeannie.

Baca Juga :  Dari Kang Besi Jadi “Pengasuh” Red Claw

Baginya, make up special effect ini lebih sulit. Sebab harus bisa menimbulkan bentuk tiga dimensi dan mirip dengan keadaan sesungguhnya. “Saat di Surabaya, saya milih efek luka bakar. Soalnya lumayan mudah. Karena, waktu mendemonstrasikan hanya dua jam. Kalau make up monster butuh waktu lebih dari dua jam,” terangnya.

Sebelum masuk jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, dia menganggap tata rias hanya bikin wajha menjadi cantik. Namun setelah belajar, ternyata make up tidak hanya sebatas itu tapi juga bisa memberi perspektif baru, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan industri.

Dia mengatakan, di sekolah ada tutor untuk mengajarkan cara dan teknik membuat special effect make up. “Di sekolah saya banyak belajar teknik special effect make up,” kata siswa yang pernah mengikuti ajang lomba Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2022 sampai tingkat Jawa Tengah.

Sementara itu, Zahro, guru make up di SMK PGRI 1 Kudus bangga atas penampilan siswanya di ajang bergengsi itu. Melalui demo make up yang dilakukan Jeannie dalam ajang Vokasiland 2022 ini merupakan hasil dari Merdeka Belajar.

“Adanya Merdeka Belajar, siswa menjadi terdorong untuk bisa lebih kreatif. Karena belajar sesuai dengan bidang yang diminati bahkan dengan adanya Merdeka Belajar, SMK PGRI 1  Kudus bisa menghasilkan Mahakarya Vokasi yang dibutuhkan oleh industri,” ungkapnya.

Vokasiland 2022 yang terlaksana dari 28-31 Juli 2022 merupakan rangkaian kegiatan pameran produk inovasi dan teknologi dari satuan pendidkan vokasi seluruh Indonesia yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidkan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). (*/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru