alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Tiga WNA Renang 90 Km Karimunjawa-Jepara

Tempuh 47 Jam; Lawan Arus Laut, Punguti Sampah, hingga Disengat Ubur-ubur

TIGA orang warga negara asing (WNA) berenang dari Karimunjawa ke Jepara dalam kampanye kebersihan lingkungan sejak Jumat (6/5) hingga kemarin. Mereka adalah Gentiel Gielen dan Lorenz Gielen, warga Swedia, serta Jan Khaled, warga Denmark. Jarak tempuh sekitar 90 kilometer itu mereka habiskan dalam 47 jam. Selama perjalanan, mereka tak hanya berenang, namun juga memunguti sampah plastik di lautan.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

RATUSAN orang berkumpul di tepi pantai Desa Tegalsambi, Jepara, kemarin sejak pukul 08.30. Mereka tengah menunggu tiga orang WNA yang mengampanyekan kebersihan lingkungan dengan berenang dari Karimunjawa hingg Jepara. Saat itu sekitar pukul 12.00, dari pantauan, tiga perenang itu masih berenang di kawasan Pulau Panjang.


Jarak dari daratan tersisa 1,5 mil lagi. Para hadirin yang menyaksikan masih bersabar menanti. Tiga perenang yang dinanti adalah Gentiel Gielen dan Lorenz Gielen, warga Swedia, serta Jan Khaled, warga Denmark. Ketiganya berenang melintas laut sepanjang 90 kilometer dengan cara estafet. Masing-masing berenang sejauh 5 kilometer secara bergantian. Sekitar pukul 12.50, ke tiganya sampai di Pantai Tegalsambi, Tahunan.

Setibanya di pantai, mereka langsung dikalungi bunga. ”Alhamdulillah. Sebenarnya masih kuat. Tapi 90 kilometer, luar biasa,” ungkap Jan Khaled sembari terengah-engah. Dari tiga orang tersebut, ia paling lancar berbahasa Indonesia.

Start renang mereka dimulai di Pulau Karimunjawa Jumat (6/5) lalu sekitar pukul 14.00. Tepatnya dari Pantai Bobby, Kecamatan Karimunjawa.

Selama perjalanan tiga hari dua malam itu, beragam cobaan dialami tiga perenang tersebut. Mulai dari arus laut yang kuat, serta banyak ubur-ubur, dan sampah. ”Kondisi cuaca juga berubah-ubah,” imbuh Khaled.

Baca Juga :  SMK Walisongo Kembangkan Kewirausahaan dan Kuatkan Pendidikan Karakter 
MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS

Meski begitu mereka mengaku enjoy dengan apa yang mereka jalani. Selama perjalanan dari Karimunjawa ke Jepara pun ada pengawas dan pelatih yang memantau menggunakan kapal kecil di belakang mereka. Sehingga, kegiatannya bisa terlaksana dengan sukses.

Persiapannya pun tak main-main. Lima bulan sejak awal tahun ini, mereka bertiga habiskan untuk berlatih. Setiap hari dua kali latihan. Latihannya renang setiap hari jarak jauh di laut untuk dapat fiiling-nya. Juga banyak yoga. Pola makan pun turut diatur. Serta memperbanyak sauna dan ice bath.

Motivasi mereka menggelar kegiatan tersebut untuk mengkampanyekan lingkungan yang bebas sampah plastik. Alasannya, mereka bertiga telah lama tinggal di Jepara. Setiap pagi, mereka sering menghabiskan waktu berenang di laut.

”Tapi kadang perasaannya tak enak saat berenang ada plastik, sepatu, atau bungkus mi. Kadang saat musim hujan, sampah penuh di pantai,” ujar Gentiel Gielen menimpali.

Oleh sebab itu, sebagai aksi nyata, mereka juga memunguti sampah di lautan saat dalam perjalanan dari Karimunjawa ke Jepara.

Kegiatan tersebut turut diapresiasi Ketua DPD Partai Nasdem Jepara Pratikno. ”Kami dan Partai Nasdem sangat concern terhadap kebersihan lingkungan, laut, dan pantai,” tegas Pratikno.

Menurutnya kegiatan tersebut bisa memiliki dua makna. Yaitu edukasi terhadap kebersihan lingkungan dan daya tarik wisata. Sebab itu ia berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan rutin tiap tahunnya. (*/zen)

TIGA orang warga negara asing (WNA) berenang dari Karimunjawa ke Jepara dalam kampanye kebersihan lingkungan sejak Jumat (6/5) hingga kemarin. Mereka adalah Gentiel Gielen dan Lorenz Gielen, warga Swedia, serta Jan Khaled, warga Denmark. Jarak tempuh sekitar 90 kilometer itu mereka habiskan dalam 47 jam. Selama perjalanan, mereka tak hanya berenang, namun juga memunguti sampah plastik di lautan.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

RATUSAN orang berkumpul di tepi pantai Desa Tegalsambi, Jepara, kemarin sejak pukul 08.30. Mereka tengah menunggu tiga orang WNA yang mengampanyekan kebersihan lingkungan dengan berenang dari Karimunjawa hingg Jepara. Saat itu sekitar pukul 12.00, dari pantauan, tiga perenang itu masih berenang di kawasan Pulau Panjang.

Jarak dari daratan tersisa 1,5 mil lagi. Para hadirin yang menyaksikan masih bersabar menanti. Tiga perenang yang dinanti adalah Gentiel Gielen dan Lorenz Gielen, warga Swedia, serta Jan Khaled, warga Denmark. Ketiganya berenang melintas laut sepanjang 90 kilometer dengan cara estafet. Masing-masing berenang sejauh 5 kilometer secara bergantian. Sekitar pukul 12.50, ke tiganya sampai di Pantai Tegalsambi, Tahunan.

Setibanya di pantai, mereka langsung dikalungi bunga. ”Alhamdulillah. Sebenarnya masih kuat. Tapi 90 kilometer, luar biasa,” ungkap Jan Khaled sembari terengah-engah. Dari tiga orang tersebut, ia paling lancar berbahasa Indonesia.

Start renang mereka dimulai di Pulau Karimunjawa Jumat (6/5) lalu sekitar pukul 14.00. Tepatnya dari Pantai Bobby, Kecamatan Karimunjawa.

Selama perjalanan tiga hari dua malam itu, beragam cobaan dialami tiga perenang tersebut. Mulai dari arus laut yang kuat, serta banyak ubur-ubur, dan sampah. ”Kondisi cuaca juga berubah-ubah,” imbuh Khaled.

Baca Juga :  Ciptakan Berbahan Kuningan, Pamerkan di Ajang Internasional
MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS

Meski begitu mereka mengaku enjoy dengan apa yang mereka jalani. Selama perjalanan dari Karimunjawa ke Jepara pun ada pengawas dan pelatih yang memantau menggunakan kapal kecil di belakang mereka. Sehingga, kegiatannya bisa terlaksana dengan sukses.

Persiapannya pun tak main-main. Lima bulan sejak awal tahun ini, mereka bertiga habiskan untuk berlatih. Setiap hari dua kali latihan. Latihannya renang setiap hari jarak jauh di laut untuk dapat fiiling-nya. Juga banyak yoga. Pola makan pun turut diatur. Serta memperbanyak sauna dan ice bath.

Motivasi mereka menggelar kegiatan tersebut untuk mengkampanyekan lingkungan yang bebas sampah plastik. Alasannya, mereka bertiga telah lama tinggal di Jepara. Setiap pagi, mereka sering menghabiskan waktu berenang di laut.

”Tapi kadang perasaannya tak enak saat berenang ada plastik, sepatu, atau bungkus mi. Kadang saat musim hujan, sampah penuh di pantai,” ujar Gentiel Gielen menimpali.

Oleh sebab itu, sebagai aksi nyata, mereka juga memunguti sampah di lautan saat dalam perjalanan dari Karimunjawa ke Jepara.

Kegiatan tersebut turut diapresiasi Ketua DPD Partai Nasdem Jepara Pratikno. ”Kami dan Partai Nasdem sangat concern terhadap kebersihan lingkungan, laut, dan pantai,” tegas Pratikno.

Menurutnya kegiatan tersebut bisa memiliki dua makna. Yaitu edukasi terhadap kebersihan lingkungan dan daya tarik wisata. Sebab itu ia berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan rutin tiap tahunnya. (*/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/