alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Cerita Serda Jahari, Mantri Kesehatan Militer

Obati Batuk Pilek hingga Bantu Sunatan Anak Yatim

Meskipun berpenampilan sangar, prajurit TNI Angkatan Darat ini selalu dicari warga yang sedang kesusahan. Utamanya, mereka yang sedang mengalami kendala kesehatan. Babinsa Desa Tegalombo Serda Jahari dikenal sebagai tukang suntik bagi warga sekitar.

ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus

JAHARI sedang melakoni tugas kesehariannya sebagai seorang babinsa. Ia melakukan kunjungan dari satu tempat ke tempat lain. Menyapa warga dan ikut berbaur dalam aktivitas sehari-hari warga binaannya di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti.


Rampung mengunjungi aktivitas warga, Jahari bergegas pulang ke rumah. Dia mendapat telefon ada yang butuh pengobatan ringan. Selain Babinsa Serda Jahari dikenal sebagai tukang suntik di kalangan masyarakat sekitar Dukuhseti hingga Tayu.

Selain membantu warga, keahliannya ini juga membantunya dalam bertugas sehari-hari. Memiliki latar belakang pendidikan kesehatan militer membuat tugas tentara yang berpangkat Serda ini semakin mudah sebagai anggota Babinsa Koramil Dukuhseti. Serda Jahari merupakan Babinsa Desa Tegalombo. Dia menjadi lebih dekat dengan masyarakat binaannya.

“Sebagai personel pertahanan wilayah, tentu dengan latar belakang (kesehatan) ini saya menjadi lebih mudah dekat dengan masyarakat. Sehingga komunikasi berjalan lebih baik,” terang pria kelahiran Pati, 28 September 1976 ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

BANTU WARGA: Serda Jahari mengobati warga Desa Tegalombo, Dukuhseti yang terluka. (DOKUMEN PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Sebelum menjadi babinsa, Serda Jahari berdinas di Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Kodim 0718/Pati. Namun sejak 2014 Serda Jahari pindah tugas menjadi Babinsa di Desa Tegalombo, Kecataman Dukuhseti.

Baca Juga :  Mobil Listrik Kecepatan Maksimal 40 Km per Jam, Menanjak No Problem

“Karena memilik basic kesehatan dan pernah dinas di DKT, oleh masyarakat saya dikenal sebagai mantri kesehatan tentara. Banyak masyarakat yang datang untuk berobat. Mayoritas memang pengobatan ringan untuk pertolongan pertama. Ya seperti keluhan sakit batuk, pilek. Selain itu saya juga praktik sunat atau khitan. Sering membantu ketika ada kegiatan sunatan massal,” terang Serda Jahari.

Tidak jarang, Serda Jahari juga membantu masyarakat yang kurang mampu saat hendak khitan. Misalnya khitan untuk anak yatim.

Menurutnya hal itu menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya selama berdinas. Karena bisa membantu masyarakat. “Bisa membantu masyarakat bisa lebih dekat dengan mereka,” paparnya.

Saat bertugas, Serda Jahari juga aktif melakukan penyuluhan kesehatan. Meskipun hal ini adalah tugas utama puskesmas. Pihaknya mengaku hanya membantu. Terlebih selama masa pandemi Covid-19 ini, penyuluhan kesehatan lebih banyak dilakukannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar paham. (*/him)

Meskipun berpenampilan sangar, prajurit TNI Angkatan Darat ini selalu dicari warga yang sedang kesusahan. Utamanya, mereka yang sedang mengalami kendala kesehatan. Babinsa Desa Tegalombo Serda Jahari dikenal sebagai tukang suntik bagi warga sekitar.

ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus

JAHARI sedang melakoni tugas kesehariannya sebagai seorang babinsa. Ia melakukan kunjungan dari satu tempat ke tempat lain. Menyapa warga dan ikut berbaur dalam aktivitas sehari-hari warga binaannya di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti.

Rampung mengunjungi aktivitas warga, Jahari bergegas pulang ke rumah. Dia mendapat telefon ada yang butuh pengobatan ringan. Selain Babinsa Serda Jahari dikenal sebagai tukang suntik di kalangan masyarakat sekitar Dukuhseti hingga Tayu.

Selain membantu warga, keahliannya ini juga membantunya dalam bertugas sehari-hari. Memiliki latar belakang pendidikan kesehatan militer membuat tugas tentara yang berpangkat Serda ini semakin mudah sebagai anggota Babinsa Koramil Dukuhseti. Serda Jahari merupakan Babinsa Desa Tegalombo. Dia menjadi lebih dekat dengan masyarakat binaannya.

“Sebagai personel pertahanan wilayah, tentu dengan latar belakang (kesehatan) ini saya menjadi lebih mudah dekat dengan masyarakat. Sehingga komunikasi berjalan lebih baik,” terang pria kelahiran Pati, 28 September 1976 ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

BANTU WARGA: Serda Jahari mengobati warga Desa Tegalombo, Dukuhseti yang terluka. (DOKUMEN PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Sebelum menjadi babinsa, Serda Jahari berdinas di Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Kodim 0718/Pati. Namun sejak 2014 Serda Jahari pindah tugas menjadi Babinsa di Desa Tegalombo, Kecataman Dukuhseti.

Baca Juga :  Kodim Pati Bersama Relawan ACT Bagikan Ratusan Nasi Kotak ke Warga

“Karena memilik basic kesehatan dan pernah dinas di DKT, oleh masyarakat saya dikenal sebagai mantri kesehatan tentara. Banyak masyarakat yang datang untuk berobat. Mayoritas memang pengobatan ringan untuk pertolongan pertama. Ya seperti keluhan sakit batuk, pilek. Selain itu saya juga praktik sunat atau khitan. Sering membantu ketika ada kegiatan sunatan massal,” terang Serda Jahari.

Tidak jarang, Serda Jahari juga membantu masyarakat yang kurang mampu saat hendak khitan. Misalnya khitan untuk anak yatim.

Menurutnya hal itu menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya selama berdinas. Karena bisa membantu masyarakat. “Bisa membantu masyarakat bisa lebih dekat dengan mereka,” paparnya.

Saat bertugas, Serda Jahari juga aktif melakukan penyuluhan kesehatan. Meskipun hal ini adalah tugas utama puskesmas. Pihaknya mengaku hanya membantu. Terlebih selama masa pandemi Covid-19 ini, penyuluhan kesehatan lebih banyak dilakukannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar paham. (*/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/