alexametrics
23.8 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Wibu Tak Selalu Nolep, Santai Aja…

BUDAYA Jepang menjadi salah satu tren yang digemari beragam kalangan di Indonesia. Mulai dari segi musik, kuliner, hingga seni. Orang-orang penyuka beragam hal terkait Jejepangan sering dipanggil wibu. Sejauh ini, belum ada makna resmi terkait wibu tersebut.

Namun, istilah itu muncul dari kosa kata serapan weeaboo. Ungkapan yang ditujukan kepada seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang secara berlebihan. Bahkan, bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang. Meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang.

Rupanya, penyuka Jejepangan juga ada di Jepara. Itu dibuktikan dengan adanya Komunitas Anime Kota Ukir (KAKU). Isinya orang-orang yang menggemari beragam hal terkait Jejepangan. Yang jadi kegemaran paling tinggi, berupa karya seni Jepang berupa anime.

UNIK: Atmaja Syukur memerankan tokoh Juuzou Suzuya dalam serial anime Tokyo Ghoul. (ATMAJA SYUKUR FOR RADAR KUDUS)

Komunitas tersebut terbentuk sekitar 2013 lalu. Saat ini anggotanya mencapai ratusan orang. Di antara anggota komunitas itu, ada Aprilia Indah N. R. dan Atmaja Syukur. Keduanya, oleh teman-teman mereka sering disebut wibu.

”Kami anggap itu sebagai gurauan biasa,” ungkap April, sapaan akrab Aprlia Indah.

Anime yang jadi favoritnya kali pertama ialah Naruto. Serial anime itu, mulai diikutinya sejak 2013 lalu. ”Aneh gitu. Anime kok isinya perang mulu,” canda gadis asal RT 2/RW 3, Desa Krapyak, Tahunan, Jepara, ini.

Kecintaannya terkait anime kian kuat. Sebab, ibunya sendiri adalah penggemar anime Sailor Moon. Dari situ, ia mulai browsing di internet anime-anime lain.

Selain dia, juga ada Atmaja Syukur. Dia mengaku menggemari anime sejak 2015. Anime pertamanya dan jadi favoritnya adalah Sword Art Online. Anime itu sudah masuk ke episode ke 48 dan masih lanjut. ”Sampai saat ini masih tak tonton. Bahkan, sampai tak ulang-ulang tetep suka,” tegas Maja –sapaan akrab Atmaja.

Baca Juga :  0,025 Gram Paling Laku, Harga Rp 45.900

Mereka berdua, dalam mengaplikasikan kegemarannya tak sekedar dengan koleksi atau nonton anime. Event-event cosplay pun rutin mereka ikuti. Mulai event lokal hingga luar daerah.

Selain Maja dan April, di Kota Ukir juga ada wibu lain. Yaitu Thomas Djorgi. Bedanya, Thomas lebih menggemari anime movie dibanding serial anime. ”Misalnya Kimi No Nawa,” terang pemuda asal Senenan, Tahunan, Jepara, tersebut.

Selain penggemar anime, dirinya juga kolektor bebeberapa hal tentang kesenian Jepang tersebut. Mulai dari kaus bergambar tokoh anime, hingga model kit (mokit), dan action figure dari serial Gundam.

Menurut mereka, tak ada salahnya menjadi wibu. Sama seperti kegemaran orang lain. Suka Jejepangan juga termasuk hobi. Asalkan dalam menyikapinya harus dengan dewasa. Sebab, tak jarang orang-orang menjuluki wibu dengan istilah nolep atau no life. Lantaran mereka terlalu fanatic. Mereka tak jarang tidak mempedulikan diri mereka sendiri. ”Kadang terlalu banyak menghabiskan waktu menonton anime. Jadi lupa diri,” ujar Thomas.

Untuk itu, meski mereka bertiga sering dianggap wibu oleh teman-teman sekekelilingnya, mereka anggap itu hal biasa. Asalkan tanggung jawab tetap dilaksanakan. Thomas saat ini kesibukannya mengurus usaha mebel. Sementara April, saat ini membuka toko online. ”Saya baru saja ikut tes CPNS di Solo,” terang Maja menimpali.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

BUDAYA Jepang menjadi salah satu tren yang digemari beragam kalangan di Indonesia. Mulai dari segi musik, kuliner, hingga seni. Orang-orang penyuka beragam hal terkait Jejepangan sering dipanggil wibu. Sejauh ini, belum ada makna resmi terkait wibu tersebut.

Namun, istilah itu muncul dari kosa kata serapan weeaboo. Ungkapan yang ditujukan kepada seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang secara berlebihan. Bahkan, bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang. Meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang.

Rupanya, penyuka Jejepangan juga ada di Jepara. Itu dibuktikan dengan adanya Komunitas Anime Kota Ukir (KAKU). Isinya orang-orang yang menggemari beragam hal terkait Jejepangan. Yang jadi kegemaran paling tinggi, berupa karya seni Jepang berupa anime.

UNIK: Atmaja Syukur memerankan tokoh Juuzou Suzuya dalam serial anime Tokyo Ghoul. (ATMAJA SYUKUR FOR RADAR KUDUS)

Komunitas tersebut terbentuk sekitar 2013 lalu. Saat ini anggotanya mencapai ratusan orang. Di antara anggota komunitas itu, ada Aprilia Indah N. R. dan Atmaja Syukur. Keduanya, oleh teman-teman mereka sering disebut wibu.

”Kami anggap itu sebagai gurauan biasa,” ungkap April, sapaan akrab Aprlia Indah.

Anime yang jadi favoritnya kali pertama ialah Naruto. Serial anime itu, mulai diikutinya sejak 2013 lalu. ”Aneh gitu. Anime kok isinya perang mulu,” canda gadis asal RT 2/RW 3, Desa Krapyak, Tahunan, Jepara, ini.

Kecintaannya terkait anime kian kuat. Sebab, ibunya sendiri adalah penggemar anime Sailor Moon. Dari situ, ia mulai browsing di internet anime-anime lain.

Selain dia, juga ada Atmaja Syukur. Dia mengaku menggemari anime sejak 2015. Anime pertamanya dan jadi favoritnya adalah Sword Art Online. Anime itu sudah masuk ke episode ke 48 dan masih lanjut. ”Sampai saat ini masih tak tonton. Bahkan, sampai tak ulang-ulang tetep suka,” tegas Maja –sapaan akrab Atmaja.

Baca Juga :  Sempat Ditutup Akibat Klaster Covid-19, PTM di Jepara Kembali Dibuka

Mereka berdua, dalam mengaplikasikan kegemarannya tak sekedar dengan koleksi atau nonton anime. Event-event cosplay pun rutin mereka ikuti. Mulai event lokal hingga luar daerah.

Selain Maja dan April, di Kota Ukir juga ada wibu lain. Yaitu Thomas Djorgi. Bedanya, Thomas lebih menggemari anime movie dibanding serial anime. ”Misalnya Kimi No Nawa,” terang pemuda asal Senenan, Tahunan, Jepara, tersebut.

Selain penggemar anime, dirinya juga kolektor bebeberapa hal tentang kesenian Jepang tersebut. Mulai dari kaus bergambar tokoh anime, hingga model kit (mokit), dan action figure dari serial Gundam.

Menurut mereka, tak ada salahnya menjadi wibu. Sama seperti kegemaran orang lain. Suka Jejepangan juga termasuk hobi. Asalkan dalam menyikapinya harus dengan dewasa. Sebab, tak jarang orang-orang menjuluki wibu dengan istilah nolep atau no life. Lantaran mereka terlalu fanatic. Mereka tak jarang tidak mempedulikan diri mereka sendiri. ”Kadang terlalu banyak menghabiskan waktu menonton anime. Jadi lupa diri,” ujar Thomas.

Untuk itu, meski mereka bertiga sering dianggap wibu oleh teman-teman sekekelilingnya, mereka anggap itu hal biasa. Asalkan tanggung jawab tetap dilaksanakan. Thomas saat ini kesibukannya mengurus usaha mebel. Sementara April, saat ini membuka toko online. ”Saya baru saja ikut tes CPNS di Solo,” terang Maja menimpali.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/