alexametrics
22.5 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Di Balik Tahun Baru Tiongkok

Tradisi Imlek, Hindari Angka 4

Arika Khoiriya, Kudus, RADAR KUDUS

MASYARAKAT Tionghoa hari ini (1/2) memperingati Hari Raya Imlek ke-2573. Banyak tradisi yang dilakukan umat di kelenteng itu untuk merayakan tahun baru Tiongkok ini. Salah satunya bagi-bagi angpao.

Ketua Kelenteng Hok Hien Bio Kudus Tjan Ay Ling mengatakan, sebenarnya tidak hanya perihal angpao yang identik dengan Imlek. Tetapi, di antaranya ada tradisi kumpul bersama dengan keluarga, menggunakan baju dan barang-barang serba merah, bersih-bersih dan berdoa di kelenteng, dan mengadakan pergelaran barongsai. ”Perihal angpao, memang ada beberapa syarat yang harus diperhatikan,” katanya.


Dia mengatakan, dalam kepercayaan orang Tionghoa, uang yang berada di dalam angpao tidak boleh diisi dengan yang mengandung dengan angka empat. Sebab, dalam pengucapan Bahasa Mandarin, si bisa diartikan angka empat atau bisa diartikan meninggal.

Baca Juga :  Belum Terbayar, Klaim Covid-19 di RSUD Kudus Mencapai Rp 60 Miliar

Hal itu menjadi kehati-hatian orang Tionghoa, karena angka tersebut dipercaya menjadi angka pembawa sial yang harus dihindari saat memberikan angpao pada pergelaran Imlek. ”Jadi, saat Imlek jangan memberikan angpao yang mengandung angka empat, seperti Rp 14 ribu, Rp 40 ribu, Rp 140 ribu atau sebagainya,” tambahnya.

Tetapi, jika nominal angpao yang mengandung angka empat itu boleh jadi bisa dikatakan aman, jika ada tambahan Rp 500 rupiah. Misalnya Rp 14.500, Rp 40.500, dan sebagainya.

Dia menambahkan, amplop angpao juga wajib berwarna merah. Tidak boleh menggunakan warna lain. Sebab, menurut kepercayaan orang Tionghoa, warna merah melambangkan keberkahan dan keberuntungan, baik bagi yang menerima maupun memberikannya. (ark/lin)

Arika Khoiriya, Kudus, RADAR KUDUS

MASYARAKAT Tionghoa hari ini (1/2) memperingati Hari Raya Imlek ke-2573. Banyak tradisi yang dilakukan umat di kelenteng itu untuk merayakan tahun baru Tiongkok ini. Salah satunya bagi-bagi angpao.

Ketua Kelenteng Hok Hien Bio Kudus Tjan Ay Ling mengatakan, sebenarnya tidak hanya perihal angpao yang identik dengan Imlek. Tetapi, di antaranya ada tradisi kumpul bersama dengan keluarga, menggunakan baju dan barang-barang serba merah, bersih-bersih dan berdoa di kelenteng, dan mengadakan pergelaran barongsai. ”Perihal angpao, memang ada beberapa syarat yang harus diperhatikan,” katanya.

Dia mengatakan, dalam kepercayaan orang Tionghoa, uang yang berada di dalam angpao tidak boleh diisi dengan yang mengandung dengan angka empat. Sebab, dalam pengucapan Bahasa Mandarin, si bisa diartikan angka empat atau bisa diartikan meninggal.

Baca Juga :  Semangat Juara Termotivasi Ubah Nasib Kehidupan

Hal itu menjadi kehati-hatian orang Tionghoa, karena angka tersebut dipercaya menjadi angka pembawa sial yang harus dihindari saat memberikan angpao pada pergelaran Imlek. ”Jadi, saat Imlek jangan memberikan angpao yang mengandung angka empat, seperti Rp 14 ribu, Rp 40 ribu, Rp 140 ribu atau sebagainya,” tambahnya.

Tetapi, jika nominal angpao yang mengandung angka empat itu boleh jadi bisa dikatakan aman, jika ada tambahan Rp 500 rupiah. Misalnya Rp 14.500, Rp 40.500, dan sebagainya.

Dia menambahkan, amplop angpao juga wajib berwarna merah. Tidak boleh menggunakan warna lain. Sebab, menurut kepercayaan orang Tionghoa, warna merah melambangkan keberkahan dan keberuntungan, baik bagi yang menerima maupun memberikannya. (ark/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/