RADAR KUDUS - Industri musik Korea kembali menghadirkan inovasi segar lewat kehadiran dodree (도드리), duo wanita di bawah naungan INNIT Entertainment—anak perusahaan JYP Entertainment.
Bukan sekadar grup idol biasa, dodree tampil dengan konsep unik bertajuk “K-rossover Pop”, sebuah perpaduan harmonis antara musik tradisional Korea dan pop modern yang emosional serta sinematik.
Kehadiran mereka menandai babak baru eksplorasi identitas budaya dalam industri K-pop yang semakin global.
Baca Juga: Shin Eunsoo dan Yoo Seonho Resmi Pacaran, Agensi Beri Konfirmasi
Filosofi Nama: Menyatukan Ritme dan Kebebasan
Nama dodree berasal dari istilah Dodeuri jangdan, ritme 6/8 dalam musik tradisional kerajaan Korea, yang kemudian dipadukan dengan kata “Free”.
Perpaduan ini melambangkan misi mereka yang mengekspresikan kreativitas tanpa batas sambil tetap berakar pada tradisi.
Konsep ini bukan sekadar simbolik. Dodree secara konsisten menampilkan unsur budaya Korea dalam musik dan visualnya, menjadikan identitas tradisional sebagai fondasi, bukan hiasan semata.
Dua Talenta dengan Fondasi Tradisional Kuat
Dodree terdiri dari dua anggota berbakat yang dipertemukan melalui program audisi JYP dan KBS2, The Ddandara:
-
Na Youngjoo (나영주) – Vokalis dengan spesialisasi musik tradisional Korea (Gugak). Teknik vokalnya menghadirkan nuansa khas yang jarang ditemui dalam musik pop arus utama.
-
Lee Songhyun (이송현) – Penari dengan latar belakang tari tradisional Korea, terinspirasi dari sang ibu yang mengelola akademi tari.
Kombinasi ini membuat setiap penampilan dodree terasa autentik.
Unsur tradisional yang mereka tampilkan bukan sekadar konsep visual, melainkan bagian dari identitas artistik yang telah mereka pelajari secara mendalam.
Debut “Just Like a Dream” dan Lahirnya K-rossover Pop
Pada 21 Januari 2026, dodree resmi debut lewat single “Just Like a Dream” (꿈만 같았다). Lagu ini memperkenalkan genre K-rossover Pop dengan ciri khas:
-
Melodi Gugak yang berpadu dengan aransemen pop modern, menciptakan suasana nostalgik namun tetap relevan bagi generasi muda.
-
Lirik puitis, menggambarkan kerinduan akan cinta masa lalu yang terasa seperti mimpi—kontras antara realitas dingin dan kenangan hangat.
-
Nuansa sinematik, terutama dalam lagu B-side “Born”, yang memperkuat aura mistis dan reflektif identitas mereka.
Hasilnya adalah karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga sarat emosi dan kedalaman artistik.
Visual Dreamy Bernuansa Timur
Secara visual, dodree menghadirkan estetika elegan khas Timur. Dalam materi promosi dan video musik, mereka menggunakan elemen seperti:
-
Kertas hanji dan lukisan tinta
-
Batu giok dan kilauan mother-of-pearl
-
Busana pul-chima (rok tradisional panjang)
-
Gerakan tari “menarik garis” khas tari tradisional dalam koreografi modern
Perpaduan ini menciptakan citra yang dreamy, artistik, dan berbeda dari konsep girl group pada umumnya.
Baca Juga: Sinopsis “Can This Love Be Translated?”, Kisah Penerjemah yang Kesulitan Membaca Bahasa Hati
Lebih dari Sekadar Idol
Dengan dukungan Park Jin-young (J.Y. Park), yang dikenal menekankan nilai kejujuran dan ketulusan dalam bermusik, dodree diproyeksikan bukan hanya sebagai idol, tetapi sebagai representasi kebanggaan budaya Korea dalam kemasan global.
Di tengah industri K-pop yang semakin kompetitif, dodree menawarkan sesuatu yang berbeda: identitas yang kuat, musikalitas autentik, dan visi artistik yang jelas.
Mereka menjadi contoh bagaimana tradisi dapat bertransformasi tanpa kehilangan esensinya.
Bagi pencinta musik yang mencari pengalaman baru dengan sentuhan budaya dan emosi mendalam, dodree adalah nama yang layak masuk dalam daftar putar Anda.
(rani)
Editor : Ali Mustofa