Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Naykilla: Suara Muda dengan Rasa “Garam dan Madu” yang Manis-Asin di Dunia Musik

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 13 November 2025 | 22:32 WIB
Naykilla
Naykilla

RADAR KUDUS – Di balik alunan lagu “Garam dan Madu” yang sempat mendominasi linimasa media sosial, ada sosok muda dengan suara khas dan kepribadian hangat: Naykilla.

Penyanyi asal Surabaya ini berhasil mencuri perhatian publik berkat kemampuannya mengolah emosi menjadi melodi yang jujur dan dekat dengan pendengar.

Naykilla, yang memiliki nama lengkap Nayla Killa, lahir pada Januari 2002. Bakat musiknya bukan datang tiba-tiba — darah seni sudah mengalir dalam keluarganya sejak lama.

Ayahnya dikenal sebagai pemain kibor, sementara ibunya memiliki latar sebagai penyanyi.

Dari lingkungan itulah, Killa tumbuh dalam atmosfer musik yang kaya dan penuh inspirasi.

Tumbuh Bersama Nada dan Cerita

Sejak kecil, Killa sudah terbiasa mendengar nada-nada yang mengalun di rumahnya. Dunia musik baginya bukan sekadar impian, tapi keseharian.

Ia mulai mengunggah lagu-lagu di platform digital sejak remaja — dari sekadar cover lagu populer hingga karya orisinalnya sendiri.

Melalui lagu-lagu seperti Believe (2019) dan Dreams (2021), Killa memperlihatkan sisi reflektifnya: lirik yang lembut, melodi yang tenang, dan suara yang mampu membawa pendengar pada suasana hati yang dalam.

Ia menulis dengan jujur, seolah bercerita tanpa topeng.

“Garam dan Madu”: Saat Manis dan Asin Bertemu

Nama Naykilla mulai benar-benar dikenal publik pada penghujung 2024. Lagu “Garam dan Madu” menjadi titik balik kariernya — karya yang kemudian viral dan mengangkatnya ke sorotan utama.

Lagu itu menggabungkan tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Jawa. Perpaduan yang tak biasa ini menjadi daya tarik tersendiri, seolah menyatukan berbagai rasa dan budaya dalam satu harmoni.

Melalui metafora sederhana, garam melambangkan kesedihan yang asin, sementara madu menjadi simbol kebahagiaan yang manis.

Kisah dalam lagu itu bukan sekadar cinta, melainkan tentang keseimbangan hidup — bagaimana setiap luka dan bahagia punya tempatnya sendiri.

Bagi banyak pendengar, “Garam dan Madu” bukan hanya lagu viral, tapi juga cermin perasaan yang sering sulit diucapkan.

Menapaki Jalan Panjang Musik

Sebelum lagu viral itu lahir, Naykilla sudah menelurkan sejumlah karya seperti Honey & Lemon, 2nd, dan You.

Setiap lagu membawa nuansa eksperimental — kadang lembut, kadang berani, tapi selalu punya ciri khas.

Tahun 2025 menjadi momen sibuk baginya. Ia terus merilis lagu baru seperti Kasih Aba Aba, Raga, dan Skip Dulu Ah.

Gaya bermusiknya kian matang, menandakan evolusi dari seorang penyanyi muda menjadi seniman sejati.

Fakta dan Inspirasi di Balik Sosoknya

Naykilla banyak terinspirasi dari musisi dengan karakter kuat seperti Billie Eilish dan Doja Cat.

Namun, di balik pengaruh luar itu, sosok yang paling besar membentuk dirinya adalah sang kakak, Sara Fajira — penyanyi yang lebih dulu dikenal lewat lagu Lathi.

Bagi Killa, musik bukan sekadar industri, melainkan media untuk bercerita. “Setiap lagu punya nyawa sendiri,” katanya dalam salah satu wawancara digital.

“Aku ingin setiap orang yang mendengarkan merasa sedang berbicara denganku, meski tanpa kata.”

Ia juga dikenal sering berkolaborasi dengan produser muda yang juga menjadi pasangannya, yang turut membantu menciptakan warna unik dalam lagu-lagunya.

Antara Ambisi dan Kejujuran

Di tengah derasnya tren musik digital, Naykilla tetap berpegang pada prinsip: karya harus lahir dari kejujuran.

Ia tak sekadar mengejar viralitas, tapi ingin setiap lagu memiliki makna.

Kini, di usia dua puluh tiga tahun, Killa telah membuktikan bahwa suara jujur punya tempatnya sendiri di hati pendengar.

“Garam dan Madu” hanyalah permulaan — dan dari caranya bercerita, jelas bahwa perjalanan musik Naykilla masih panjang, dan penuh rasa. (rani)

Editor : Ali Mustofa
#musik #artis muda #musisi indonesia #Naykilla #Penyanyi muda