Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pesaing Hilang, Bukan Akhir Cerita

Ali Mustofa • Rabu, 4 Maret 2026 | 09:40 WIB

Dr. Sari Wijayanti, S.P., M.M; Dosen Prodi Manajemen FEB UMK
Dr. Sari Wijayanti, S.P., M.M; Dosen Prodi Manajemen FEB UMK

 

Pertanyaan:

Sebagai pelaku UMKM, saya melihat pesaing utama saya sudah tidak ada lagi di pasar. Penjualan saya justru meningkat.

Apakah kondisi ini aman, dan bagaimana seharusnya saya menyikapinya agar tidak lengah?

Jawaban:

Hilangnya pesaing dari pasar tidak selalu berarti usaha berada dalam kondisi aman. Justru pada situasi ini UMKM perlu lebih waspada.

Agar tidak lengah, beberapa langkah strategis berikut dapat dilakukan:

1. Jangan Terlena dengan Keberhasilan Sementara

Berkurangnya pesaing sering membuat UMKM merasa “menang”.

Padahal, rasa aman ini dapat menurunkan kewaspadaan dan kesiapan ketika pesaing kembali atau muncul pesaing baru.

2. Fokus pada Pelanggan, Bukan pada Pesaing

Jadikan pelanggan sebagai pusat strategi. Langkah yang bisa dilakukan antara lain:

- Mengumpulkan umpan balik pelanggan secara rutin

- Mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan yang sering muncul

- Memahami alasan pelanggan memilih produk UMKM

Pendekatan ini membuat usaha tetap relevan meski kondisi pasar berubah.

2. Jaga dan Tingkatkan Kualitas Produk

Saat tekanan persaingan berkurang, risiko penurunan kualitas justru meningkat.

Gunakan momen ini untuk meninjau ulang standar kualitas, memperbaiki proses produksi, dan menjaga konsistensi produk.

3. Lakukan Monitoring Pesaing Secara Sederhana

UMKM tidak perlu sistem rumit, cukup konsisten. Misalnya dengan memantau pasar, media sosial pesaing, perubahan harga, promosi, atau kemungkinan pesaing masuk kembali ke pasar.

4. Bangun Loyalitas Pelanggan

Ketika pesaing tidak aktif, manfaatkan waktu untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Loyalitas pelanggan akan menjadi benteng utama saat persaingan kembali meningkat.

5. Jaga Disiplin dan Budaya Waspada

Lengah sering berasal dari budaya internal. Oleh karena itu, tetap lakukan evaluasi rutin, tetapkan target usaha, dan tanamkan mindset bahwa persaingan selalu ada meski tidak terlihat.

Pada akhirnya, keberlanjutan UMKM tidak ditentukan oleh pesaing, tetapi oleh kemampuan UMKM untuk terus menciptakan nilai, menjaga kualitas dan relevan di mata pelanggan.

Pesaing boleh hilang dari pasar, tetapi UMKM yang tangguh tidak pernah menghilangkan kewaspadaan strateginya.

 

Oleh: Dr. Sari Wijayanti, S.P., M.M (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)

Editor : Ali Mustofa
#disiplin #produk #pelaku umkm #UMK #Sari Wijayanti #pelanggan #pesaing