Kondisi pasar global yang belum menentu pada tahun 2025 ini, ditandai dengan harga emas yang melonjak tinggi dan beberapa saham yang mengalami penurunan.
Apakah dengan kondisi seperti ini, khususnya UMKM Perorangan lebih sesuai untuk memperluas usaha dengan menambah modal dari pinjaman atau justru beralih ke simpanan Emas misalnya untuk menjaga nilai dari mata uang itu sendiri? Nailis-Kudus
Jawaban:
Kebijakan-kebijakan global dengan adanya proteksionisme, deregulasi, dan tarif, telah mengganggu rantai pasokan yang mapan dan mengubah aliansi internasional, khususnya dengan kekuatan ekonomi utama seperti Tiongkok, Uni Eropa, dan Meksiko.
Hal ini telah menyebabkan ketegangan perdagangan, menciptakan lingkungan yang tidak dapat diprediksi bagi bisnis yang beroperasi secara internasional.
Ketegangan geopolitik dan pandemi yang sedang berlangsung semakin memperburuk fluktuasi pasar dan ketidakstabilan ekonomi.
Pergeseran preferensi konsumen, kemajuan teknologi, dan tren pasar yang terus berkembang semakin berkontribusi pada sifat ekonomi global yang dinamis dan tidak dapat diprediksi.
Peningkatan permintaan akan produk berkelanjutan dan munculnya teknologi digital mengubah industri dan mengharuskan bisnis untuk beradaptasi dengan realitas baru tersebut.
Suku bunga yang tinggi dapat memberatkan UMKM, terutama di masa sulit dan ketidakpastian seperti ini.
Biaya pinjaman tentu dapat berdampak signifikan terhadap profitabilitas UMKM.
Sangat penting bagi UMKM untuk mengevaluasi dengan cermat ketentuan perjanjian pinjaman, memperhatikan suku bunga, jadwal pembayaran, dan biaya terkait lainnya.
UMKM juga harus mempertimbangkan potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap kemampuannya untuk membayar kembali pinjaman itu.
Emas cenderung mempertahankan nilainya selama periode ketidakpastian ekonomi.
Tidak seperti aset lain yang nilainya dapat menurun selama krisis ekonomi, emas sering kali bertahan atau bahkan terapresiasi, sehingga menjadikannya lindung nilai yang berharga terhadap volatilitas pasar.
Hal ini karena emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang tidak terikat pada ekonomi atau pemerintah tertentu, sehingga tidak terlalu rentan terhadap guncangan politik dan ekonomi.
Tidak seperti aset lain yang mungkin sulit dijual dengan cepat, emas dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai.
Likuiditas ini menjadikan emas sebagai sumber daya yang berharga bagi UMKM ketika ada kebutuhan mendesak mengakses dana cepat untuk memenuhi pengeluaran tak terduga atau ada peluang bagus.
Kemudahan likuidasi memberikan fleksibilitas keuangan dan ketenangan pikiran bagi UMKM. (*)
Editor : Ali Mustofa