alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Lantik Aspoo, Wagub Jateng: Perlu Perluas Pemasaran Produk UMKM

KUDUS – Agar produk-pruduk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dikenal masyarakat, perlu perluas pemasaran.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen saat melantik Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh (Aspoo) di aula Mubarokfood Cipta Delicia, Kudus, kemarin (29/12). Dalam kesempatan itu Gus Yasin-panggilan akrab H. Taj Yasin Maimoen.

Gus Yasin mengatakan Aspoo sebagai wadah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pelaku UMKM sudah teruji. Juga mampu mendongkrak perbaikan perekonomian.


”Masih ingat krisis moneter 1998 yang mampu membangkitkan ekonomi UMKM. Begitu juga masa pandemi. Sektor pendidikan, perdagangan, usaha dan lainnya terdampak. Tapi yang mulai bangkit dari pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan UMKM adalah penggerak ekonomi. Sekaligus sebagai cerminan kemandirian dari tiap-tiap daerah.

”Misalnya pariwisata. Wisatawan juga akan berbicara soal UMKM di daerah tersebut,” tegasnya.

Gus Yasin menyampaikan kepada anggota Aspoo agar tidak memikirkan perusahaannya. Akan tetapi juga berupaya untuk mendorong UMKM di masing-masing daerah di Jawa Tengah bisa bangkit. Seperti di Kudus ini ada jenang.

Supaya produk jenang ini dikenal di daerah lain, lanjutnya, ini menjadi tanggung jawab Aspoo. Begitu juga misal produk lainnya juga harus dikenal luas. Ia berpesan, Aspoo sering-sering mengadakan kegiatan dengan membuka stan di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Menurut Gus Yasin, ketika produk bisa terpasarkan luas, dapat dikenal masyarakat. Sehingga permintaan produk menjadi lebih banyak dan lebih dikenal. Di sinilah peran Aspoo.

Baca Juga :  Inovasi Jaringan, Pura Group Jalin Kerja Sama dengan Pos Indonesia

Sehingga produk-produk Indonesia semakin luas dan semakin dikenal wisatawan lain juga. ”Sektor makanan masih bergeliat. Terlihat dari banyaknya pesanan lewat aplikasi GoFood, Grab, Blibli, dan Shopee,” katanya di sela-sela pelantikan pengurus Aspoo Jateng, kemarin (29/12).

Ditambahkan, eksisnya aplikasi pesanan makanan tersebut, menurut Taj Yasin disaat sulit masyarakat masih mencari makanan. Disektor pakaian dan kerajinan tangan menurutnya juga masih eksis saat pandemi Covid-19.

”Pelaku UMKM terus berinovasi. Supaya bisa terus bertahan. Kami ambil contoh jenang Mubarok. Saat ini bisa berkembang pesat,” terangnya.

Dia berpesan, Aspoo harus dapat memasarkan produk lebih luas lagi. Baik itu produk anggotanya sendiri maupun produk pelaku UMKM lainnya. Intinya jalin komunikasi antar anggota dan pelaku usaha.

Direktur Utama Mubarokfood Muhammad Hilmy, mengatakan pentingnya kehadiran Aspoo untuk membantu UMKM. Sebab, dengan adanya organisasi tersebut dapat membantu memperluas pelaku UMKM.

Terlebih pentingnya adanya kemitraan dan sinergitas, dan itu ada] di ASPOO. Jadi pihaknya melihat prospek dan kinerjanya cukup baik, misalnya ingin promosi di wilayah tertentu bisa namun sulit di tembus.

”Kemitraan itu perlu. Selain itu ASPOO prospeknya juga sudah cukup bagus. jadi Aspoo sendiri termasuk tim yang mencari pintu masuk, jadi kita harus punya strategi termasuk keberadaan Aspoo diperlukan. Semoga dapat terus bersinergi,” ungkapnya. (zen)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Agar produk-pruduk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dikenal masyarakat, perlu perluas pemasaran.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen saat melantik Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh (Aspoo) di aula Mubarokfood Cipta Delicia, Kudus, kemarin (29/12). Dalam kesempatan itu Gus Yasin-panggilan akrab H. Taj Yasin Maimoen.

Gus Yasin mengatakan Aspoo sebagai wadah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pelaku UMKM sudah teruji. Juga mampu mendongkrak perbaikan perekonomian.

”Masih ingat krisis moneter 1998 yang mampu membangkitkan ekonomi UMKM. Begitu juga masa pandemi. Sektor pendidikan, perdagangan, usaha dan lainnya terdampak. Tapi yang mulai bangkit dari pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan UMKM adalah penggerak ekonomi. Sekaligus sebagai cerminan kemandirian dari tiap-tiap daerah.

”Misalnya pariwisata. Wisatawan juga akan berbicara soal UMKM di daerah tersebut,” tegasnya.

Gus Yasin menyampaikan kepada anggota Aspoo agar tidak memikirkan perusahaannya. Akan tetapi juga berupaya untuk mendorong UMKM di masing-masing daerah di Jawa Tengah bisa bangkit. Seperti di Kudus ini ada jenang.

Supaya produk jenang ini dikenal di daerah lain, lanjutnya, ini menjadi tanggung jawab Aspoo. Begitu juga misal produk lainnya juga harus dikenal luas. Ia berpesan, Aspoo sering-sering mengadakan kegiatan dengan membuka stan di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Menurut Gus Yasin, ketika produk bisa terpasarkan luas, dapat dikenal masyarakat. Sehingga permintaan produk menjadi lebih banyak dan lebih dikenal. Di sinilah peran Aspoo.

Baca Juga :  Cukai Rokok Naik, Konsumen Berpaling ke SKT

Sehingga produk-produk Indonesia semakin luas dan semakin dikenal wisatawan lain juga. ”Sektor makanan masih bergeliat. Terlihat dari banyaknya pesanan lewat aplikasi GoFood, Grab, Blibli, dan Shopee,” katanya di sela-sela pelantikan pengurus Aspoo Jateng, kemarin (29/12).

Ditambahkan, eksisnya aplikasi pesanan makanan tersebut, menurut Taj Yasin disaat sulit masyarakat masih mencari makanan. Disektor pakaian dan kerajinan tangan menurutnya juga masih eksis saat pandemi Covid-19.

”Pelaku UMKM terus berinovasi. Supaya bisa terus bertahan. Kami ambil contoh jenang Mubarok. Saat ini bisa berkembang pesat,” terangnya.

Dia berpesan, Aspoo harus dapat memasarkan produk lebih luas lagi. Baik itu produk anggotanya sendiri maupun produk pelaku UMKM lainnya. Intinya jalin komunikasi antar anggota dan pelaku usaha.

Direktur Utama Mubarokfood Muhammad Hilmy, mengatakan pentingnya kehadiran Aspoo untuk membantu UMKM. Sebab, dengan adanya organisasi tersebut dapat membantu memperluas pelaku UMKM.

Terlebih pentingnya adanya kemitraan dan sinergitas, dan itu ada] di ASPOO. Jadi pihaknya melihat prospek dan kinerjanya cukup baik, misalnya ingin promosi di wilayah tertentu bisa namun sulit di tembus.

”Kemitraan itu perlu. Selain itu ASPOO prospeknya juga sudah cukup bagus. jadi Aspoo sendiri termasuk tim yang mencari pintu masuk, jadi kita harus punya strategi termasuk keberadaan Aspoo diperlukan. Semoga dapat terus bersinergi,” ungkapnya. (zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/