alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

TIM PKM Universitas Muria Kudus

Beri Pelatihan-Pendampingan ke Pengrajin Ornamen Tempel Ukir di Jepara

KUDUS – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muria Kudus kembali mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal itu diwujudkan dengan melakukan kegiatan yang bertema “Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Ornamen Tempel Ukir Tanah Liat sebagai Pengembangan Program MBKM Kewirausahaan Terhadap Produk Unggulan Daerah Jepara”.

Pengabdian ini merupakan hilirisasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim PKM Universitas Muria Kudus.  Kegiatan yang dilakukan adalah program dari Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Dikti Ristek Tahun Anggaran 2021 dengan nomor kontak No. 431/PPK/Kerma/PKS/2021. Aktifitas pelatihan dan pendampingan oleh tim PKM Universitas Muria Kudus dilaksanakan pada16 – 23 Desember 2021.

SERAH TERIMA: Tim PKM Universitas Muria Kudus menyerahkan bantuan alat-alat  ke mitra UMKM.

Menurut Ketua Tim Pengabdi, Jayanti Putri Purwaningrum, MPd., beberapa kegiatan yang dilaksanakan di antaranya adalah pelatihan dan pendampingan eksplorasi bahan baku dan desain produk. Selain itu, ada juga pelatihan penggunaan alat finishing dengan teknik semprot. Kemudian, pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi produk.


”Kami juga memberikan pelatihan pengembangan jejaring pemasaran, pelatihan dan pendampingan penerapan administrasi keuangan, dan pelatihan digital marketing,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memulihkan perekonomian industri ekonomi kreatif yang selama ini menurun akibat Pandemi Covid-19. Selain itu, sekaligus untuk penerapan pembelajaran kolaboratif sesuai dengan Indikator Kinerja Utama Nomor 7 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi.

”Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, harapannya perguruan tinggi dapat meningkatkan budaya ilmu pengetahuan (Iptek), serta berperan aktif dalam aktivitas sosial ekonomi menuju Indonesia yang sejahtera,” harap Jayanti Putri.

Kegiatan pengabdian ini diikuti pula oleh lima dosen yakni Dr. Supriyono, S.E., MM., Dr. Nur Fajrie, M. Pd., Nafi’ Inayati Zahro, S.E., M.Si., Sugoro Bhakti Sutono, S.T., M.SC dan Ratri Rachmawati, S.T., M. Sc. Selain itu juga melibatkan 28 mahasiswa yang terdiri dari lima program studi yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Manajemen, Teknik Mesin dan Teknik Industri.

Baca Juga :  BRI Perkuat Penyaluran KUR, Alokasikan 60 Persen untuk Sektor Produktif

Peserta pelatihan diikuti oleh Kelompok Pengrajin Ornamen Tempel Ukir Tanah Liat sebanyak 20 orang. Selain pelatihan, Tim PKM Universitas Muria Kudus juga melakukan kegiatan Perintisan Desa Binaan. Dikuatkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat (LPPM) Universitas Muria Kudus dengan Kepala Desa Mayong Lor.

Tak hanya memberikan pelatihan, Tim PKM Universitas Muria Kudus juga memberi bantuan satu buah alat mesin cetak hidrolis, satu buah kompresor dan tiga buah troli. Alat tersebut dapat digunakan oleh pengrajin untuk mempermudah pekerjaan. Adanya mesin cetak hidrolis, dapat membantu pengrajin memperoleh hasil yang optimal. Karena kebiasaan yang tadinya menggunakan tangan (handmade) sudah terwakili dengan mesin cetak hidrolis.

Selain alat teknologi tepat guna, Tim PKM Universitas Muria Kudus juga memberikan sebuah website untuk mengembangkan jejaring pemasaran.

Menurut Ketua Kelompok Pengrajin Ornamen Tempel Ukir Tanah Liat, Sudaryono, adanya mesin bantuan dari Tim PKM Universitas Muria Kudus, sangat membantu mempercepat jalannya proses produksi mereka.

Dengan menggunakan alat-alat tersebut, produksi pengrajin lebih efektif dan efisien. Selain itu, ilmu praktik dan pendampingan yang diberikan oleh pihak tim PKM Universitas Muria Kudus dalam hal pemasaran digital juga sangat membantu. Pengrajin yang dulunya terbiasa melakukan pemasaran secara tradisional kini mulai beralih ke cara yang lebih modern.

”Harapannya, kegiatan dari Tim PKM  Universitas Muria Kudus bisa terus berlanjut. Sehingga kami bisa terus beradaptasi dengan perkembangan jaman,” pungkas Sudaryono. (lia)

KUDUS – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muria Kudus kembali mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal itu diwujudkan dengan melakukan kegiatan yang bertema “Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Ornamen Tempel Ukir Tanah Liat sebagai Pengembangan Program MBKM Kewirausahaan Terhadap Produk Unggulan Daerah Jepara”.

Pengabdian ini merupakan hilirisasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim PKM Universitas Muria Kudus.  Kegiatan yang dilakukan adalah program dari Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Dikti Ristek Tahun Anggaran 2021 dengan nomor kontak No. 431/PPK/Kerma/PKS/2021. Aktifitas pelatihan dan pendampingan oleh tim PKM Universitas Muria Kudus dilaksanakan pada16 – 23 Desember 2021.

SERAH TERIMA: Tim PKM Universitas Muria Kudus menyerahkan bantuan alat-alat  ke mitra UMKM.

Menurut Ketua Tim Pengabdi, Jayanti Putri Purwaningrum, MPd., beberapa kegiatan yang dilaksanakan di antaranya adalah pelatihan dan pendampingan eksplorasi bahan baku dan desain produk. Selain itu, ada juga pelatihan penggunaan alat finishing dengan teknik semprot. Kemudian, pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi produk.

”Kami juga memberikan pelatihan pengembangan jejaring pemasaran, pelatihan dan pendampingan penerapan administrasi keuangan, dan pelatihan digital marketing,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memulihkan perekonomian industri ekonomi kreatif yang selama ini menurun akibat Pandemi Covid-19. Selain itu, sekaligus untuk penerapan pembelajaran kolaboratif sesuai dengan Indikator Kinerja Utama Nomor 7 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi.

”Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, harapannya perguruan tinggi dapat meningkatkan budaya ilmu pengetahuan (Iptek), serta berperan aktif dalam aktivitas sosial ekonomi menuju Indonesia yang sejahtera,” harap Jayanti Putri.

Kegiatan pengabdian ini diikuti pula oleh lima dosen yakni Dr. Supriyono, S.E., MM., Dr. Nur Fajrie, M. Pd., Nafi’ Inayati Zahro, S.E., M.Si., Sugoro Bhakti Sutono, S.T., M.SC dan Ratri Rachmawati, S.T., M. Sc. Selain itu juga melibatkan 28 mahasiswa yang terdiri dari lima program studi yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Manajemen, Teknik Mesin dan Teknik Industri.

Baca Juga :  Semen Gresik Sabet Dua Platinum dan Enam Gold di TKMPN 2021

Peserta pelatihan diikuti oleh Kelompok Pengrajin Ornamen Tempel Ukir Tanah Liat sebanyak 20 orang. Selain pelatihan, Tim PKM Universitas Muria Kudus juga melakukan kegiatan Perintisan Desa Binaan. Dikuatkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat (LPPM) Universitas Muria Kudus dengan Kepala Desa Mayong Lor.

Tak hanya memberikan pelatihan, Tim PKM Universitas Muria Kudus juga memberi bantuan satu buah alat mesin cetak hidrolis, satu buah kompresor dan tiga buah troli. Alat tersebut dapat digunakan oleh pengrajin untuk mempermudah pekerjaan. Adanya mesin cetak hidrolis, dapat membantu pengrajin memperoleh hasil yang optimal. Karena kebiasaan yang tadinya menggunakan tangan (handmade) sudah terwakili dengan mesin cetak hidrolis.

Selain alat teknologi tepat guna, Tim PKM Universitas Muria Kudus juga memberikan sebuah website untuk mengembangkan jejaring pemasaran.

Menurut Ketua Kelompok Pengrajin Ornamen Tempel Ukir Tanah Liat, Sudaryono, adanya mesin bantuan dari Tim PKM Universitas Muria Kudus, sangat membantu mempercepat jalannya proses produksi mereka.

Dengan menggunakan alat-alat tersebut, produksi pengrajin lebih efektif dan efisien. Selain itu, ilmu praktik dan pendampingan yang diberikan oleh pihak tim PKM Universitas Muria Kudus dalam hal pemasaran digital juga sangat membantu. Pengrajin yang dulunya terbiasa melakukan pemasaran secara tradisional kini mulai beralih ke cara yang lebih modern.

”Harapannya, kegiatan dari Tim PKM  Universitas Muria Kudus bisa terus berlanjut. Sehingga kami bisa terus beradaptasi dengan perkembangan jaman,” pungkas Sudaryono. (lia)

Most Read

Artikel Terbaru

/