alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

PLN UIK Tanjung Jati B Manfaatkan FABA untuk Perkerasan Jalan

JEPARA – PLN UIK Tanjung Jati B terus berupaya meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan fly ash dan bottom ash yang dihasilkan dari hasil pembakaran batubara dalam operasional PLTU. FABA memiliki potensi pemanfaatan yang sangat prospektif. Selain kualitasnya tidak kalah dengan berbagai material konvensional, tingkat keamanannya juga terjamin.

Hasil uji karakteristik limbah B3 dengan metode TCLP (toxicity characteristic leaching procedure) menyatakan, seluruh zat pencemar berada di bawah ambang batas sehingga aman bagi lingkungan. Beberapa inovasi pengelolaan FABA telah diterapkann PLN UIK Tanjung Jati B antara lain, penggunaan FABA untuk pembuatan paving dan batako yang dimanfaatkan untuk bahan bangunan fasilitas umum. Selanjutnya berkembang untuk pembuatan tetrapod yang berfungsi untuk pemecah ombak dan lain sebagainya.

Pada Jumat (20/5), PLN UIK Tanjung Jati B menggelar acara trial pemanfaatan FABA PLTU Tanjung Jati B sebagai perkerasan jalan lingkungan Perumahan Seguyub Rusunawa di Desa Kedungcino, Jepara. Dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Hartaya, Sekretaris Disperkim Suhendro, serta dari pengembang perumahan. Trial lapangan ini juga disaksikan langsung oleh segenap tamu undangan lain.


Dalam sambutannya, Hartaya menjelaskan, FABA dari PLTU nantinya akan dapat dimanfaatkan masyarakat. Bisa untuk pembangunan jalan yang desa ataupun di lingkungan perumahan. ”Ini bisa menjadi contoh bagi desa atau lingkungan yang lain dalam memanfaatkan FABA dari PLN UIK TJB,” ucapnya.

Senior Manager Produksi PLN UIK Tanjung Jati B Ahadi yang hadir pada acara itu menjelaskan, pemanfaatan FABA di PLTU Tanjung Jati B masih di kisaran 30 persen dari total FABA yang dihasilkan. Untuk itu, PLN UIK Tanjung Jati B terus mendorong pemanfaatan FABA, agar dapat dimanfaatkan secara masif untuk pembangunan insfrastuktur di wilayah Jepara dan sekitarnya.

Baca Juga :  PLN UIK Tanjung Jati B Komitmen Terapkan Budaya K3

”Beberapa produk FABA seperti paving, batako, tetrapod sudah kami buat. Hasilnya memenuhi standar produk secara SNI. Uji cor beton menggunakan FABA 50 persen juga sudah kami lakukan di daerah Sekuping dengan hasil sesuai standar produk beton K250. Kami juga telah melakukan program bedah rumah menggunakan FABA 12 rumah di daerah ring I PLTU Tanjung Jati B. Artinya, FABA memang memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Terlepas dari itu, dalam pemanfaatannya PLTU Tanjung Jati B juga mengajukan perubahan persetujuan lingkungan sesuai dengan yang dipersyaratkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk pemanfaatnya harus tercatat dan mengacu kepada standar produk.

”Untuk itu pada kesempatan yang baik ini kami akan menunjukkan kepada Bapak/Ibu tamu undangan bagaimana FABA dapat digunakan sebagai material pengecoran jalan beton. Mudah-mudahan dengan adanya trial ini, masyarakat bisa lebih mengenal manfaat dari FABA dan bisa memicu untuk dapat memanfaatkan FABA secara massif,” katanya.

Selanjutnya pada inti acara, dilangsungkan pengecoran jalan beton menggunakan material FABA PLTU Tanjung Jati B. Komposisi larutan pengecoran 5 meter kubik terdiri dari satu sak semen yang dicampur dengan pasir dengan komposisi sekitar 15 persen dan FABA 61 persen. Komposit larutan ini dapat digunakan untuk pengecoran jalan sepanjang sekitar 25 meter dan lebar 3 meter. (lin)

JEPARA – PLN UIK Tanjung Jati B terus berupaya meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan fly ash dan bottom ash yang dihasilkan dari hasil pembakaran batubara dalam operasional PLTU. FABA memiliki potensi pemanfaatan yang sangat prospektif. Selain kualitasnya tidak kalah dengan berbagai material konvensional, tingkat keamanannya juga terjamin.

Hasil uji karakteristik limbah B3 dengan metode TCLP (toxicity characteristic leaching procedure) menyatakan, seluruh zat pencemar berada di bawah ambang batas sehingga aman bagi lingkungan. Beberapa inovasi pengelolaan FABA telah diterapkann PLN UIK Tanjung Jati B antara lain, penggunaan FABA untuk pembuatan paving dan batako yang dimanfaatkan untuk bahan bangunan fasilitas umum. Selanjutnya berkembang untuk pembuatan tetrapod yang berfungsi untuk pemecah ombak dan lain sebagainya.

Pada Jumat (20/5), PLN UIK Tanjung Jati B menggelar acara trial pemanfaatan FABA PLTU Tanjung Jati B sebagai perkerasan jalan lingkungan Perumahan Seguyub Rusunawa di Desa Kedungcino, Jepara. Dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Hartaya, Sekretaris Disperkim Suhendro, serta dari pengembang perumahan. Trial lapangan ini juga disaksikan langsung oleh segenap tamu undangan lain.

Dalam sambutannya, Hartaya menjelaskan, FABA dari PLTU nantinya akan dapat dimanfaatkan masyarakat. Bisa untuk pembangunan jalan yang desa ataupun di lingkungan perumahan. ”Ini bisa menjadi contoh bagi desa atau lingkungan yang lain dalam memanfaatkan FABA dari PLN UIK TJB,” ucapnya.

Senior Manager Produksi PLN UIK Tanjung Jati B Ahadi yang hadir pada acara itu menjelaskan, pemanfaatan FABA di PLTU Tanjung Jati B masih di kisaran 30 persen dari total FABA yang dihasilkan. Untuk itu, PLN UIK Tanjung Jati B terus mendorong pemanfaatan FABA, agar dapat dimanfaatkan secara masif untuk pembangunan insfrastuktur di wilayah Jepara dan sekitarnya.

Baca Juga :  PLN UIK Tanjung Jati B Siapkan Wahana Edukasi Kelistrikan

”Beberapa produk FABA seperti paving, batako, tetrapod sudah kami buat. Hasilnya memenuhi standar produk secara SNI. Uji cor beton menggunakan FABA 50 persen juga sudah kami lakukan di daerah Sekuping dengan hasil sesuai standar produk beton K250. Kami juga telah melakukan program bedah rumah menggunakan FABA 12 rumah di daerah ring I PLTU Tanjung Jati B. Artinya, FABA memang memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Terlepas dari itu, dalam pemanfaatannya PLTU Tanjung Jati B juga mengajukan perubahan persetujuan lingkungan sesuai dengan yang dipersyaratkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk pemanfaatnya harus tercatat dan mengacu kepada standar produk.

”Untuk itu pada kesempatan yang baik ini kami akan menunjukkan kepada Bapak/Ibu tamu undangan bagaimana FABA dapat digunakan sebagai material pengecoran jalan beton. Mudah-mudahan dengan adanya trial ini, masyarakat bisa lebih mengenal manfaat dari FABA dan bisa memicu untuk dapat memanfaatkan FABA secara massif,” katanya.

Selanjutnya pada inti acara, dilangsungkan pengecoran jalan beton menggunakan material FABA PLTU Tanjung Jati B. Komposisi larutan pengecoran 5 meter kubik terdiri dari satu sak semen yang dicampur dengan pasir dengan komposisi sekitar 15 persen dan FABA 61 persen. Komposit larutan ini dapat digunakan untuk pengecoran jalan sepanjang sekitar 25 meter dan lebar 3 meter. (lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/