alexametrics
24.7 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Dua Tahun Sepi, Tunik dan Pakaian Turki Kini Diburu Emak-emak

KUDUS – Setelah dua tahun sepi, penjualan tunik dan pakaian Turki kini ramai. Hal itu terlihat di Pasar Kliwon, baik grosir maupun eceran.

Kenaikan order tersebut saat ini mencapai 80 persen hingga 100 persen dibanding dua tahun lalu. Salah satu pedagang busana muslim Heru Setyawan yang berada di Blok A mengatakan, mulai ada orderan awal puasa dan hingga kini terus mengalami lonjakan.

“Ya, baku-bakul dari luar kota meminta dikirim barang ke Surabaya bahkan ada yang ke Papua. Kami kirim catalog atau foto busananya, kemudian mereka memilih. Ada juga yang datang sendiri tetapi barangnya minta dikirim tidak dibawa sendiri,” ujarnya.


Adanya kenaikan order, diimbangi dengan kenaikan omzet. Cukup lumayan dibanding tahun kemarin. Dia menambahkan, model yang paling mendongrak penjualan yakni model baju tunik, kemudian gamisnya ala-ala Turki dan Malaysia. Dengan harga mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 200 ribu.

Baca Juga :  Kini, Sebagian UMKM Pati Beralih ke Digital Marketing

“Kalau baju muslim laki-laki jubah yang saat ini lagi tren, baju koko juga banyak permintaan. Itu yang paling laris, pesenan juga banyak masuk dari luar kota,” terangnya.

Hal yang sama juga dialami penjual busana muslim wanita Ida Ikhsan Putra, mengalami kenaikan orderan yang lumayan fantastis jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini ramai, bisa naik 100 persen ordernya.

“Per hari menjual barang sekitar sepuluh lusin lebih. Jumlah itu belum termasuk pembeli ecer yang makin ramai saat mendekati Idul Fitri,” ungkapnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Setelah dua tahun sepi, penjualan tunik dan pakaian Turki kini ramai. Hal itu terlihat di Pasar Kliwon, baik grosir maupun eceran.

Kenaikan order tersebut saat ini mencapai 80 persen hingga 100 persen dibanding dua tahun lalu. Salah satu pedagang busana muslim Heru Setyawan yang berada di Blok A mengatakan, mulai ada orderan awal puasa dan hingga kini terus mengalami lonjakan.

“Ya, baku-bakul dari luar kota meminta dikirim barang ke Surabaya bahkan ada yang ke Papua. Kami kirim catalog atau foto busananya, kemudian mereka memilih. Ada juga yang datang sendiri tetapi barangnya minta dikirim tidak dibawa sendiri,” ujarnya.

Adanya kenaikan order, diimbangi dengan kenaikan omzet. Cukup lumayan dibanding tahun kemarin. Dia menambahkan, model yang paling mendongrak penjualan yakni model baju tunik, kemudian gamisnya ala-ala Turki dan Malaysia. Dengan harga mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 200 ribu.

Baca Juga :  Inspirasi 6 Foundation Matte Terbaik yang Tahan Lama dan Anti Cakey!

“Kalau baju muslim laki-laki jubah yang saat ini lagi tren, baju koko juga banyak permintaan. Itu yang paling laris, pesenan juga banyak masuk dari luar kota,” terangnya.

Hal yang sama juga dialami penjual busana muslim wanita Ida Ikhsan Putra, mengalami kenaikan orderan yang lumayan fantastis jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini ramai, bisa naik 100 persen ordernya.

“Per hari menjual barang sekitar sepuluh lusin lebih. Jumlah itu belum termasuk pembeli ecer yang makin ramai saat mendekati Idul Fitri,” ungkapnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/