Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Mendeteksi serta Mencegah Kecurangan Kas

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Dianing Ratna Wijayani
Dianing Ratna Wijayani

Advertisement

Pertanyaan:

Bu Dosen, usaha batik saya sudah berjalan 6 tahun dengan 4 karyawan, termasuk satu kasir.

Beberapa minggu terakhir saya mendapati selisih antara catatan penjualan harian dan uang kas yang ada di laci, biasanya antara Rp50.000 sampai Rp150.000.

Advertisement

Saya bingung apakah ini murni salah hitung atau memang ada kecurangan.

Bagaimana cara saya membedakan keduanya, dan bagaimana cara mendeteksi serta mencegah kecurangan kas dengan sumber daya yang terbatas seperti usaha saya?- Ibu Sri Wahyuni Pemilik usaha Batik Tulis ”Sekar Gusjigang”, Kudus.

Jawaban:

Advertisement

Menakar Selisih Kas, Kesalahan atau Kecurangan? Ibu Sri Wahyuni, pemilik Batik Tulis ”Sekar Gusjigang” Kudus, mendapati selisih kas harian Rp50.000-Rp150.000 dan bingung apakah ini salah hitung atau kecurangan, serta bagaimana mencegahnya dengan sumber daya terbatas.

Jika ditotal, selisih ini bisa mencapai Rp1,5-4,5 juta per bulan, jumlah signifikan bagi usaha rumahan.

Untuk membedakannya, perhatikan tiga tanda: arah selisih (selalu kurang lebih mencurigakan), pola waktu (berulang pada shift tertentu), dan perilaku (jujur segera lapor versus defensif).

Secara teori, fraud muncul dari tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi (Fraud Triangle), yang sering terjadi karena satu kasir merangkap menerima, mencatat, dan menyimpan uang tanpa pengecekan silang.

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Hanya Gaji: Strategi UMKM dalam Meningkatkan Kinerja dan Mempertahankan Karyawan Berkualitas

Bukan Hanya Gaji: Strategi UMKM dalam Meningkatkan Kinerja dan Mempertahankan Karyawan Berkualitas

Untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas, Bapak/Ibu tidak harus selalu bersaing dengan perusahaan besar dalam aspek gaji.

Manajemen Konflik Internal Bisnis Keluarga

Manajemen Konflik Internal Bisnis Keluarga

Kewajaran konflik terjadi pada bisnis keluarga, termasuk UMKM jenang, karena batas antara urusan pribadi dan pekerjaan sering kali tidak jelas. Berikut langkah yang bisa mulai diusahakan:

Integrasi Data Penjualan Online dan Offline UMKM

Integrasi Data Penjualan Online dan Offline UMKM

kendala umum bagi UMKM yang menjalankan usaha secara multichannel tanpa didukung sistem informasi akuntansi yang terintegrasi memiliki beberapa dampak nyata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer