BRI Perkuat Pemberdayaan Desa BRILiaN Sanur Kaja Lewat Program Relawan Bakti BUMN 2026

Denpasar – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat pemberdayaan masyarakat Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, Bali, melalui keterlibatan 10 relawan BRI dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026.
Berlangsung pada 15-20 Agustus 2026, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal melalui empat pilar utama, yakni ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta kesehatan dan ketahanan pangan.
Program Relawan Bakti BUMN merupakan inisiatif Kementerian BUMN yang melibatkan insan BUMN untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan.
Baca Juga: Apresiasi Paskibraka Terus Berlanjut, BRI Konsisten Salurkan Dana Pendidikan Selama 17 Tahun
Dalam pelaksanaannya di Bali, sebanyak 10 relawan BRI bergabung bersama 10 relawan BUMN untuk menjalankan rangkaian kegiatan di Desa BRILiaN Sanur Kaja dan sejumlah lokasi lainnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keterlibatan BRI dalam Relawan Bakti BUMN merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi BRI di tengah masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Bagi BRI, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat diperkuat agar semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui Relawan Bakti BUMN, insan BRI hadir secara langsung untuk berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi lingkungan sekitar,” ujar Dhanny.
Pemilihan Desa BRILiaN Sanur Kaja sebagai salah satu lokasi kegiatan juga sejalan dengan potensi yang dimiliki desa tersebut. Sanur Kaja memiliki potensi ekonomi yang berasal dari sektor pariwisata, perdagangan penunjang pariwisata, UMKM khas Bali, hingga perikanan.
Di sisi lain, desa ini memiliki struktur sosial yang kuat dengan pelestarian adat dan budaya yang menjadi bagian integral kehidupan masyarakat.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan BRI tidak hanya berfokus pada pemberian sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat.
Melalui transfer pengetahuan, pendampingan langsung, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, serta dukungan fasilitas, program diarahkan agar masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat aspek sosial dan lingkungan.



