Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UMKM di Era Digital: Karyawan sebagai Kunci

A
Penulis: Ali Mustofa❯

Rizka Fatkhin Nisa, S.E., M.Sc.; Dosen Manajemen FEB UMK
Rizka Fatkhin Nisa, S.E., M.Sc.; Dosen Manajemen FEB UMK


Advertisement

Pertanyaan:

Saya memiliki usaha makanan dan ingin berjualan melalui aplikasi, menggunakan pembayaran digital, serta memasarkan produk lewat media sosial.

Apa yang perlu dilakukan agar karyawan dapat mendukung penggunaan media digital? (Dinda, Kudus)

Advertisement

Jawaban:

Digitalisasi UMKM tidak cukup hanya menyediakan teknologi, tetapi juga menyiapkan karyawan agar mampu dan mau menggunakannya.

Agar proses berjalan efektif, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

Advertisement

1. Komunikasikan tujuan digitalisasi

Jelaskan kepada karyawan alasan perubahan ke sistem digital serta manfaatnya, baik bagi usaha maupun bagi karyawan, seperti kemudahan kerja dan peluang peningkatan pendapatan.

2. Berikan pelatihan sederhana dan bertahap

Mulai dari hal dasar, seperti menerima pembayaran QRIS, mengelola pesanan online, dan membalas pesan pelanggan.

Secara bertahap, karyawan dapat dilatih membuat konten sederhana untuk media sosial.

3. Tetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas

Digitalisasi menambah jenis pekerjaan baru, sehingga perlu pembagian tugas yang jelas.

Misalnya satu karyawan sebagai admin marketplace atau media sosial, sementara yang lain fokus pada produksi dan pelayanan.

4. Sediakan panduan kerja dan pendampingan

Buat SOP atau panduan singkat penggunaan teknologi digital agar karyawan bekerja lebih terarah dan konsisten.

5. Ciptakan ruang belajar yang suportif

Kesalahan dalam penggunaan teknologi adalah hal wajar. Sikap toleran dan pendampingan akan mempercepat proses belajar karyawan.

6. Lakukan evaluasi dan beri apresiasi

Evaluasi berkala membantu melihat perkembangan kemampuan karyawan.

Apresiasi, baik berupa insentif kecil maupun pengakuan, dapat meningkatkan motivasi menghadapi perubahan.

Pada akhirnya, digitalisasi UMKM bukan hanya soal teknologi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia.

UMKM yang berhasil adalah yang mampu mengajak karyawannya tumbuh bersama dalam proses digitalisasi, sehingga teknologi benar-benar menjadi solusi bagi keberlanjutan usaha.

 

Oleh: Rizka Fatkhin Nisa, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)

Advertisement

Artikel Terkait

Dulu Jualan Jeruk Pakai Motor, Kini Antoni Bisa Kirim 3 Truk Sehari Berkat Dukungan BRI

Dulu Jualan Jeruk Pakai Motor, Kini Antoni Bisa Kirim 3 Truk Sehari Berkat Dukungan BRI

Berawal dari berjualan jeruk menggunakan sepeda motor, Antoni kini mampu mendukung pengiriman hingga tiga truk sehari saat panen raya. Simak peran pembiayaan dan pemberdayaan BRI dalam mengembangkan usaha jeruk Semboro.

BRI Kucurkan KUR Rp144 Triliun untuk 2,76 Juta Debitur, Dorong Pertumbuhan UMKM Nasional

BRI Kucurkan KUR Rp144 Triliun untuk 2,76 Juta Debitur, Dorong Pertumbuhan UMKM Nasional

BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dari Gerobak ke Warung, Ardi Yulianto Kembangkan Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI

Dari Gerobak ke Warung, Ardi Yulianto Kembangkan Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI

KUR BRI Rp25 juta membantu Ardi Yulianto mengembangkan usaha ketoprak warisan keluarga di Bengkulu Selatan, dari gerobak keliling hingga memiliki warung dan menggunakan QRIS.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer