Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi Implementasi Akuntansi Keberlanjutan UMKM

A
Penulis: Ali Mustofa❯

Naila Rizki Salisa, S.E., M.Sc.; Dosen Akuntansi FEB UMK
Naila Rizki Salisa, S.E., M.Sc.; Dosen Akuntansi FEB UMK
Pertanyaan:


Advertisement

Saya seorang pemilik UMKM. Saat ini usaha saya telah berkembang dengan baik, namun bagaimana strategi untuk tetap mempertahankan usaha yang saya miliki agar tetap dapat bertahan dalam situasi dan kondisi apapun?

Jawaban:

Akuntansi keberlanjutan memiliki peran penting bagi UMKM di Indonesia dalam upaya menghadapi ketidakpastian bisnis dan tantangan keberlanjutan.

Advertisement

Tidak hanya berfokus pada laba semata, namun juga dampak yang ditimbulkan terhadap aspek sosial dan lingkungan dimana UMKM tersebut berada.

Hal ini terjadi karena kesadaran global atas isu perubahan iklim, ketimpangan sosial, ekploitasi alam, dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang bertanggungjawab.

UMKM tidak lagi cukup hanya mengejar laba namun menjadi suatu alat untuk mengukur, mengelola, dan melaporkan kinerjanya secara transparan dan dengan cara yang bertanggungjawab.

Advertisement

Implementasi akuntansi keberlanjutan membantu UMKM membangun reputasi yang baik, meningkatkan daya saing, serta menarik investor dan konsumen.

Penerapannya dapat dimulai dari langkah sederhana namun konsisten.

Strategi pertama adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku UMKM.

Akuntansi tidak hanya sebatas pencatatan pajak, tetapi juga mencakup pelaporan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan usaha.

Melalui sosialisasi, pelatihan, dan panduan praktis, pelaku usaha dapat memahami bahwa pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan tanggung jawab sosial merupakan investasi jangka panjang.

Strategi kedua adalah digitalisasi sistem akuntansi. Penggunaan aplikasi pembukuan sederhana membantu pencatatan transaksi lebih rapi, akurat, dan transparan.

Sistem digital memudahkan pemantauan arus kas, pengendalian biaya, serta penyusunan laporan yang kredibel sehingga meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan dan memperluas akses pembiayaan.

Strategi ketiga adalah pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Program berbasis praktik dan pengawasan membantu UMKM mengimplementasikan sistem secara efektif serta mengintegrasikan efisiensi dan tanggung jawab sosial dalam strategi bisnis.

Pada akhirnya, akuntansi keberlanjutan adalah strategi untuk bertahan dan tumbuh.

UMKM yang mampu mengelola dampaknya secara terukur akan lebih siap menghadapi krisis, lebih efisien, dan lebih dipercaya pasar.

Keberlanjutan bukan beban, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan usaha. (*)

 

Oleh: Naila Rizki Salisa, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Akuntansi FEB UMK)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Dulu Jualan Jeruk Pakai Motor, Kini Antoni Bisa Kirim 3 Truk Sehari Berkat Dukungan BRI

Dulu Jualan Jeruk Pakai Motor, Kini Antoni Bisa Kirim 3 Truk Sehari Berkat Dukungan BRI

Berawal dari berjualan jeruk menggunakan sepeda motor, Antoni kini mampu mendukung pengiriman hingga tiga truk sehari saat panen raya. Simak peran pembiayaan dan pemberdayaan BRI dalam mengembangkan usaha jeruk Semboro.

BRI Kucurkan KUR Rp144 Triliun untuk 2,76 Juta Debitur, Dorong Pertumbuhan UMKM Nasional

BRI Kucurkan KUR Rp144 Triliun untuk 2,76 Juta Debitur, Dorong Pertumbuhan UMKM Nasional

BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dari Gerobak ke Warung, Ardi Yulianto Kembangkan Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI

Dari Gerobak ke Warung, Ardi Yulianto Kembangkan Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI

KUR BRI Rp25 juta membantu Ardi Yulianto mengembangkan usaha ketoprak warisan keluarga di Bengkulu Selatan, dari gerobak keliling hingga memiliki warung dan menggunakan QRIS.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer