Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Terkoreksi, Berpotensi Masuk Tren Bearish

M

 

ILUSTRASI emas (Foto : Pexels/Zlaťáky.cz)
ILUSTRASI emas (Foto : Pexels/Zlaťáky.cz)


Advertisement

RADAR KUDUS – Citigroup (Citi) menilai harga emas berpotensi memasuki fase pelemahan (bearish) dalam periode mendatang, seiring meredanya sejumlah faktor ketidakpastian global yang selama ini menopang permintaan aset lindung nilai tersebut pada 2026.

Mengutip laporan Reuters, Citi menyebut bahwa posisi emas dalam portofolio investasi global saat ini masih ditopang oleh kombinasi risiko geopolitik dan ekonomi yang luas.

Namun demikian, sekitar separuh dari faktor risiko tersebut diperkirakan akan berkurang atau kehilangan daya dorongnya dalam waktu dekat.

Advertisement

Menurut Citi, ketegangan perang tarif, potensi konflik geopolitik, lonjakan utang pemerintah global, hingga ketidakpastian arah investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memang masih berperan menjaga harga emas berada di atas rata-rata historisnya.

Akan tetapi, sejumlah risiko tersebut dinilai bersifat sementara dan tidak akan bertahan dalam jangka panjang.

Perubahan dinamika politik di Amerika Serikat menjadi salah satu katalis utama.

Advertisement

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menunjuk mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, untuk memimpin bank sentral.

Langkah ini dipandang pasar sebagai sinyal kuat terjaganya independensi kebijakan moneter dari tekanan politik.

Citi menilai konfirmasi kepemimpinan tersebut berpotensi memperkuat nilai tukar dolar AS, yang secara historis memiliki korelasi negatif dengan harga emas.

Penguatan dolar dan stabilitas kebijakan moneter diperkirakan akan menjadi faktor penekan harga emas dalam jangka menengah.

“Penunjukan ini semakin memperkuat skenario dasar kami bahwa independensi bank sentral tetap terjaga. Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor fundamental yang dapat membatasi kenaikan harga emas ke depan,” ujar Citi dalam catatannya.

Selain faktor domestik AS, Citi juga menyoroti meredanya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Di sisi lain, upaya diplomatik yang terus dilakukan Washington untuk mendorong penyelesaian konflik antara Rusia dan Ukraina turut mengurangi ketidakpastian geopolitik global.

Dengan kombinasi meredanya risiko global, stabilitas kebijakan moneter, serta penguatan dolar AS, Citi memandang daya tarik emas sebagai aset safe haven berpotensi menurun, membuka ruang koreksi harga dalam periode selanjutnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Naik Dua Hari Beruntun, Cek Daftar Lengkap Terbaru 3 November 2026

Harga Emas Antam Naik Dua Hari Beruntun, Cek Daftar Lengkap Terbaru 3 November 2026

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami penguatan pada Selasa (3/11/2026).

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Segini Harga 1 Gram pada 2 Oktober 2026

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Segini Harga 1 Gram pada 2 Oktober 2026

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) yang tercantum di laman Logam Mulia mengalami penurunan pada Jumat (2/10/2026).

Harga Emas Antam 29 September 2026 Turun, Buyback Kini Rp2,375 Juta

Harga Emas Antam 29 September 2026 Turun, Buyback Kini Rp2,375 Juta

Harga emas batangan Antam yang tercantum di laman resmi Logam Mulia mengalami penurunan pada Selasa (29/9/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer